Cunca Liang Langgo, destinasi wisata alam yang unik dan menarik, menyajikan perpaduan antara keindahan lanskap Flores dan cerita masa lalu masyarakat setempat. Sajian air terjun dan sebuah goa dengan nilai sejarah yang tinggi, menjadi daya tarik yang penuh daya pikat.
Cunca Liang Langgo merupakan wisata alam yang masih sederhana dan alami dengan lingkungan sekitarnya didominasi oleh hutan, perbukitan, bebatuan dan aliran air. Suasana alami inilah justru menjadi kekuatan utamanya.

Menyajikan sebuah panorama visual air terjun yang mengalir indah ke dalam kolam alami, airnya yang jernih dan sejuk, dikelilingi oleh pepohonan hijau nan rimbun serta formasi batuan yang menjulang tinggi. Suasana damai, namun diramaikan dengan keindahan suara gemericik air dan kicauan burung, menjadikan tempat yang ideal untuk bersantai maupun berfoto. Sangat asyik baik sekadar berendam menyegarkan diri atau menikmati pemandangan, Cunca Liang Langgo menawarkan tempat pelarian yang tenang.
Meski mudah dijangkau, Cunca Liang Langgo tetap mempertahankan pesona alaminya. Air yang mengalir dari kawasan hutan memberikan nuansa sejuk dan alami. Berbeda dengan objek wisata yang telah banyak dikembangkan dengan fasilitas modern, Cunca Liang Langgo justru menawarkan pengalaman berada lebih dekat dengan alam. Pengunjung yang datang pun tidak berlebihan dan tidak terlalu ramai sehingga lanskap sekitarnya pun masih terjaga keasliannya.

Cunca Liang Langgo berada di kawasan Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, nama Cunca Liang Langgo tidak berdiri sendiri. Di dekat air terjun tepatnya di tengah hutan terdapat sebuah goa batu alam yang memiliki nilai sejarah.
Tinggi batu yang membentuk goa mencapai 10 meter sementara pada bagian dalam goa berukuran 3×5 meter. Tinggi bagian dalam goa 1,5 meter. Di dalam goa dapat menampung belasan orang. Goa ini berjarak sekitar satu kilometer dari Kampung Langgo.
Ini bukan sekedar goa dengan bentukan batuan, namun keberadaan goa ini menjadi bagian dari sejarah kehidupan bagi masyarakat Kampung Langgo.

Dahulu, guo tersebut digunakan oleh leluhur masyarakat setempat sebagai tempat perlindungan ketika menghadapi penjajahan Belanda. Goa ini juga pernah menjadi tempat tinggal sementara ketika masyarakat berburu di kawasan hutan.
Yah, goa ini mengingatkan bahwa bentang alam di Flores tidak hanya menyimpan keindahan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Cunca Liang Langgo merupakan bagian dari kekayaan wisata alam Desa Wae Lolos. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa wisata di Manggarai Barat yang memiliki banyak sumber air dan air terjun. Sejumlah air terjun yang tercatat berada di kawasan tersebut antara lain Cunca Meleng, Cunca Plias I, Cunca Plias II, Cunca Ri’i, Cunca Liang Langgo, Cunca Wongka dan Cunca Lolos. Karena kekayaan tersebut, Wae Lolos kemudian dikenal dengan citra Desa Seribu Air Terjun.’

Kondisi geografis Wae Lolos yang berada di kawasan sekitar hutan Mbeliling membuat bentang alamnya didominasi perbukitan, hutan tropis, lembah dan sumber-sumber air. Suasana seperti inilah yang membuat perjalanan menuju berbagai objek wisata di kawasan tersebut terasa seperti sebuah perjalanan petualangan alam. Karena perjalanan menuju objek wisata disini tidak hanya diisi dengan pemandangan air terjun.Pepohonan yang tumbuh rapat, udara yang lebih sejuk, suara aliran air, bebatuan dan kontur tanah yang tidak selalu datar menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Keberadaan air terjun dan goa menjadikan kawasan Cunca Liang Langgo memiliki karakter yang berbeda. Wisatawan bukan hanya datang untuk melihat air yang jatuh dari tebing, tetapi juga diajak merasakan suasana hutan, menyusuri jalur alami, sekaligus mengenal cerita yang hidup di tengah masyarakat.
Akses perjalanan ke Cunca Liang Langgo merupakan trekking yang asyik dan seru. Objek wisata ini termasuk destinasi yang memiliki akses lebih menantang dibandingkan beberapa objek wisata lain di Wae Lolos. Memiliki medan yang cukup berat dan pada beberapa titik akses jalannya kurang baik.

Wisatawan yang akan berkunjung ke Cunca Liang Langgo sebaiknya mempersiapkan fisik dengan baik serta mengenakan sepatu atau sandal trekking dengan daya cengkeram yang baik. Ekstra hati-hati ketika jalur dalam kondisi basah setelah hujan, karena permukaan tanah dan batu dapat menjadi licin.
Keberadaan Cunca Liang Langgo juga memperlihatkan bahwa potensi wisata Manggarai Barat tidak hanya berada di laut dan pulau-pulau eksotis. Di daratan Flores, kawasan hutan dan desa juga menyimpan destinasi yang tidak kalah menarik. Menemukan air terjun di tengah lanskap alami, menyusuri jalur yang menantang, menikmati udara hutan dan mengenal sebuah goa yang menyimpan cerita perjuangan serta kehidupan leluhur masyarakat Langgo.(*)

































