Kemenag, Kemenkes, dan Asosiasi PPIU Sepakati penyelenggaraan Umrah 2021 di masa Pandemi, Ini Skemanya

PARIWISATAINDONESIA.ID – Kementerian Agama, (Kemenag) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) telah menyepakati skema umrah tahun 2021 di masa pandemi.

Hal tersebut disepakati saat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar focus group discussion (FGD) dengan asosiasi PPIU membahas skema penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi, Jumat (19/10) kemarin.
Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief mengatakan, pada pertemuan tersebut telah disepakati bahwa gelombang awal ibadah umrah di masa pandemi akan memberangkatkan para petugas PPIU dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap dan yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi.
“Kesepakatan lainnya, PPIU yang berencana memberangkatkan, agar segera menyerahkan data jamaahnya kepada Ditjen PHU,” kata Hilman melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/10/2021).
Kemudian pemerintah sepakat untuk pemberangkatan dan pemulangan jamaah umrah dilakukan satu pintu melalui Asrama Haji Pondok Gede atau Bekasi.
Skema keberangkatan:
a. Jemaah umrah melakukan screening kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat;
b. Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi Covid-19, meningitis, dan pemeriksaan swab PCR;
c. Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jemaah;
d. Pengawasan pelaksanaan screening kesehatan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan;
e. Boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV dilaksanakan di Asrama Haji.
5. Skema kepulangan:
a. Melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan kepulangan
b. Saat kedatangan di Indonesia, jemaah dilakukan PCR (entry test);
c. Pelaksanaan karantina dilaksanakan di asrama haji selama 5×24 jam;
d. Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah umrah saat kepulangan;
e. Saat hari ke-4 jemaah dilakukan PCR (exit test), dan bila hasilnya negatif, jemaah dapat pulang kembali ke rumah masing-masing.
Pada FGD tersebut, hadir Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief beserta jajarannya, Kapuskes Haji Kemenkes bersama Koordinator pada Direktorat Surveilance dan Karantina Kesehatan.
Sementara dari Asosiasi, hadir perwakilan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo), Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Sarikat Penyelenggaraan Umroh  Haji Indonesia (SAPUHI), Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah & Haji (Ampuh), Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (GAPHURA), dan Aliansi Silaturahim Penyelengara Haji Umrah Azhari Indonesia (Asphuri). (Beben)