Prokes Perlu Diawasi, Menko Airlangga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Sejumlah Ajang Berskala Nasional-Internasional Hingga Akhir Tahun

PariwisataIndonesia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto rangkap jabatan Ketua KPC PEN sekaligus Ketum Partai Golkar / Foto: Instagram

PariwisataIndonesia.ID – Pemerintah mewanti-wanti semua pihak, diminta agar disiplin patuhi penerapan protokol kesehatan (prokes).

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (disingkat Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya, pada, Selasa (2/11).

Penegasan Menko Perekonomian terkait Indonesia menjadi tuan rumah berbagai perhelatan besar yang akan digelar hingga akhir tahun 2021.

Dalam keterangannya itu, yang sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), merinci berbagai event olahraga berskala nasional dan internasional, sebagai berikut:

  1. Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua, berlangsung tanggal 2-15 Oktober,
  2. World Superbike (WSBK) di Mandalika, NTB, berlangsung tanggal 19-21 November,
  3. Tiga rangkaian turnamen bulu tangkis BWF, yakni Badminton Indonesia Masters, pada 16-21 November; Indonesia Open, pada 23-28 November; dan BWF World Tour Finals, pada 1-5 Desember. Semua ini, bakal bergulir di Bali.

Bahkan, Airlangga pun membilangkan, termasuk Pertemuan G20, katanya, akan dimulai pada awal Desember 2021, Indonesia telah dipastikan menjadi tuan rumah acara tersebut.

Menghadapi perhelatan berskala nasional dan mendunia itu, “perlu dilakukan pengawasan bersama dalam penerapan prokes terkait rencana diadakannya event-event besar,” kata Airlangga, seperti dikutip dalam keterangannya, pada Selasa (2/11).

Selain itu, Ketua KPC PEN mensyaratkan penonton harus sudah menjalani dua kali vaksinasi Covid-19 secara lengkap atau dua dosis untuk dapat menyaksikan salah satu even, seperti WSBK.

Tak cuma itu saja, sambungnya, upayanya untuk hal ini, Pemerintah tetap terus mendorong percepatan vaksinasi. Lanjutnya, meskipun kasus COVID-19 menurun bukan berarti masyarakat bisa abai terhadap Prokes.

“Harus terus dimonitor dari waktu ke waktu, dan apabila terjadi lonjakan kasus dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selepas itu, ia yang juga merupakan politisi Partai Golkar melaporkan, hasil capaian program vaksinasi dosis satu untuk luar Jawa Bali, dari 27 provinsi yang ada, terdapat lima provinsi yang sudah di atas angka rata-rata nasional mencapai 57,53 persen.

Provinsi tersebut, di antaranya adalah Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara. Namun, 22 provinsi lainnya masih berada di bawah rata-rata nasional dan perlu terus diakselerasi.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi dosis dua di luar Jawa-Bali, ada empat provinsi yang sudah di atas angka rata-rata nasional mencapai 35,44 persen, yakni Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Jambi. Tercatat 23 provinsi lainnya masih berada di bawah rata-rata nasional dan harus terus dipercepat.

Di akhir laporannya menyampaikan, guna menekan mobilitas, Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dapat menggunakan hasil tes antigen (H-1) bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dua kali, atau hasil tes PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin satu kali.

Berikutnya, penggunaan hasil tes antigen masih dibolehkan, baik untuk masyarakat Jawa-Bali maupun Luar Jawa-Bali. Namun, sebagai langkah menekan penyebaran pandemi COVID-19 lebih meluas, Airlangga memastikan tetap terus memonitor pelaku perjalanan secara intens. (Ayu/eh)