Pariwisata Indonesia, KEPALA DINAS PARIWISATA BALI PUTU ASTAWA,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,PARIWISATA BALI,PARIWISATA INDONESIA,PECINTA PULAU DEWATA,PUTU ASTAWA APRESIASI WFB,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,WORK FROM BALI (WFB), Umi Kalsum selaku Founder dan CEO PVK Group
Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa / Dok. Web Pariwisata Indonesia

Putu Astawa Apresiasi WFB Tapi Ingatkan Pemerintah Jangan Bikin Bali Frustasi

Dalam wawancaranya, “jika dipadu-padankan dengan role model pariwisata “hub city” saat Bali sudah dibolehkan oleh pemerintah melaksanakan travel bubble akan jauh lebih spektakuler dan dahsyat,” kata Kadispar Bali kepada Media Pariwisata Indonesia.

Sebelum itu terealisir, Putu sangat memohon dan mengajak seluruh media di Tanah Air, pengembangan potensi pariwisata berkonsep “pentahelix” harus mengedepankan inovasi dan kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan di wilayah Bali.

Akhirnya, melahirkan sejumlah data empiris bahwa pesona Bali begitu indah dan cantik. Meski demikian tetap mewaspadai karena tercatat sejumlah negara sudah lebih dulu membuka pariwisata dengan konsep seperti ini.

“Kami membutuhkan kolaborasi seluas-luasnya karena kita sudah berat, kami ingin dibantu untuk menciptakan situasi-situasi yang positif terlebih-lebih kita berhadapan dengan kompetitor dari negara-negara lain sehingga kondusifitas kita untuk di internal saya kira ini penting agar kondisi Bali bisa terbantulah,” ajak Putu, mengingat, kata dia, dunia internasional sangat mengagumi Bali.

Saat ini, nasib pemerintahannya benar-benar mengurut dada terkait pendapatan dari pajak hotel dan restoran di tingkat kabupaten kota di seluruh Bali terjun bebas.

Dampak pandemi ini diakuinya, malah lebih parah ketimbang saat menghadapi krisis moneter di tahun 1998, termasuk peristiwa Bom Bali karena Bali tidak memiliki batu bara, tambang timah, emas, dan gas.

Tercatat, sebelum tsunami covid-19 melanda Bali, kita semua menyaksikan betapa Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dalam keadaan normal penuh hiruk pikuk, sambungnya, sekarang ini “sepi!”

“Kita sangat tergantung sekali dari sektor pariwisata dan mudah-mudahan ke depan menjadi pembelajaran bagi Bali untuk bisa diversifikasi di sektor PDRB. Oleh karena itu, untuk Bali yang kita cintai bersama ini dimohonkan para media terus untuk mengajak masyarakat Indonesia agar datang dan mau berkunjung ke Bali,” pungkasnya.

“Masyarakat Bali penuh suka cita siap menyambutnya dengan bangga serta senantiasa menantikan kedatangan yang terhormat para pecinta Bali di Pulau Dewata atau The Island of Gods,” tutup Kadispar Bali, Putu Astawa. (eh)