Sandiaga Uno: 3 Juta Target Vaksinasi Per Hari Harus Dikolaborasikan Bersama Para Stakeholder

umi kalsum founder dan ceo media pvk group,BERITA KEMENPAREKRAF,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,MENPAREKRAF: 3 JUTA TARGET VAKSINASI PER HARI HARUS DIKOLABORASIKAN BERSAMA PARA STAKEHOLDER,MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/KEPALA BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF SANDIAGA SALAHUDDIN UNO,PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Menparekraf/Kabarekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Dok.Humas Kemenparekraf)

Pariwisataindonesia.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabarekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kick off sentra vaksinasi di 6 Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) dan 3 Badan Otorita (BO).

Baca juga :  PPKM Darurat, Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf Hadirkan Konten Kreatif

Hal itu sebagai upaya mendukung program Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan target vaksinasi sebesar tiga juta orang per hari pada Oktober 2021 mendatang.

Ke-6 Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata yakni STP Bandung, STP Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Palembang, Poltekpar Lombok, dan Poltekpar Makassar serta 3 Badan Otorita yakni Badan Otorita Danau Toba, Badan Otorita Borobudur, dan Badan Otorita Labuan Bajo.

Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Sentra Vaksinasi di DOM Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/7) lalu menjelaskan, hingga saat ini masyarakat di sektor parekraf yang sudah divaksin masih di bawah 5 persen.

Sedangkan target yang ingin dicapainya adalah 90-95 persen dari 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor Parekraf segera untuk bisa divaksin.

“Presiden mengarahkan kita untuk memiliki sense of crisis. Oleh karena itu 3 juta target vaksinasi per hari harus dikolaborasikan bersama para stakeholder agar pandemi COVID-19 dapat terkendali, serta membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja disektor parekraf. Untuk itu saat ini kami menjadikan kampus di 6 PTN Pariwisata dan 3 kantor Badan otoritas sebagai sentra vaksinasi,” katanya.

Ia juga memaparkan, kementeriannya terus mendorong percepatan program vaksinasi dalam upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Orang nomor satu di lingkungan Kemenparekraf memaparkan, sejak bulan Februari 2021, pihaknya telah memfasilitasi vaksinasi kepada lebih dari 32.641 orang melalui fasilitasi sentra vaksin yang ditujukan bagi masyarakat umum maupun pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf).

Dia juga menambahkan, hal tersebut dapat terlaksana, karena mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota, Grab Indonesia, Traveloka, Homecare24, Alodokter, Loket serta Tiket.com yang dilaksanakan di Bali, Jakarta, Jogjakarta, Batam, dan Bintan.

Kemudian, sambungnya, di awal semester ke-2 hingga akhir tahun 2021 ini, Politisi Partai Gerindra ini akan terus mendorong adanya sentra vaksin baru.

Bahkan ia menargetkan, di akhir Juli nanti, Kemenparekraf sudah memfasilitasi sentra vaksinasi yang bertempat di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (SESKOAU), Bandung.

Dalam laman resminya dijelaskan, itu berkat kerja sama sejumlah pihak, antara lain Danone Indonesia, Homecare24.

Sementara, untuk di PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) Kebon Sirih dan MNC Kebon Jeruk, bekerja sama dengan PT. MNC, Doktora Klinik dan Traveloka.

“Diharapkan program ini dapat dilaksanakan terus menerus setiap bulan hingga akhir tahun 2021 sebagai upaya mendukung target vaksinasi pemerintah pusat demi tercapainya herd immunity,” kata Sandi.

Selain itu, Menparekraf Sandi kembali menegaskan sikapnya bahwa bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata adalah upayanya untuk meningkatkan ketahanan 34 juta masyarakat di sektor parekraf, dia berjanji akan dipercepat prosesnya.

“Kita mencanangkan kuartal ketiga (tahun) ini, namun karena PPKM, kita akan percepat, termasuk proses validasi dari pemerintah daerah. Terdapat Rp2,4 triliun dana yang sudah disahkan Kementerian Keuangan, harapannya ini bisa tereksekusi,” janji Sandi. (Red)