“Hotel kita memberikan dampak positif terhadap wisata halal di Indonesia, di antaranya Sofyan Hotel memberikan dukungan penuh terkait hospitality dan berkontribusi dalam menyumbangkan pemikiran guna mengembangkan industri pariwisata halal yang sekarang sedang digemakan oleh pemerintah,” sambungnya.
Sales Manager Sofyan Hotel Cut Meutia mengingatkan, pihaknya sudah berbuat untuk hal tersebut sejak tahun 2011 (Fathonah menyodorkan kepada redaksi PariwisataIndonesia.ID, lima lembar kertas yang mencantumkan deretan panjang nama Sofyan Hotel telah berpartisipasi untuk itu, red)
Pernyataan Fathonah mendapatkan dukungan dari atasannya, bahwa di tengah pelaksanaan PPKM Darurat Level 4 yang diperpanjang atau pembatasan aktivitas yang bersambung sampai 16 Agustus 2021, sudah tentu okupansi hotel ikut terdampak, tak terkecuali Sofyan Hotel.
Redaksi menanyakan pula kepada mereka, tipsnya bisa bertahan dari gempuran pembatasan PPKM yang berjilid-jilid ini.
“Terasa sekali dampaknya, salah satunya hotel kita ini. Penghasilan hotel mengandalkan dari tamu yang menginap termasuk turunan bisnis yang mengikuti, seperti rapat-rapat dan sejumlah seminar yang biasanya sering digelar di sini. Saat sekarang, mana diperbolehkan,” curhat Undang.
Undang mengeluh PPKM Darurat diperpanjang, akibatkan keterpurukan okupansi kamar hotel turun drastis. Ia pun menyuarakan nasib karyawan perhotelan sekarang-sekarang ini.
“Semua orang mengharuskan untuk stay at home, WFH dan WFO. Dampak kebijakan mengurangi aktivitas luar ruang seperti perjalanan dibatasi. Akhirnya, okupansi kamar hotel kami turun drastis. Semoga, pandemi Covid-19 lekas berlalu. Untuk itu, meminta semua pihak agar menjalani imbauan Kepala Negara supaya wabah ini tidak meluas dan masyarakatnya mau mengikuti vaksinasi Covid-19,” pungkasnya.
Undang menegaskan, manajemen Sofyan Hotel senantiasa berkomitmen dan memegang teguh untuk mengikuti seluruh imbauan dari pemerintah.
Ia pun meyakinkan kepada redaksi (GM Sofyan Hotel Cut Meutia Undang Husni Thamrin seperti sengaja untuk memperlihatkan kondisi dan suasana restoran yang mati suri, red), bahwa sejak awal kebijakan pembatasan diberlakukan restorannya terpaksa tutup, hanya melayani pemesanan dari dalam kamar.
Penjelasan keduanya tampak kompak dan harmonis. Undang dan Fathonah saling merespons bak gayung bersambut dalam pernyataannya.
Terungkap melalui pernyataan Sales Manager Sofyan Hotel Cut Meutia, bahwa manajemen hotel menerapkan banyak sekali terobosan. Dalam kesempatan itu, beragam inovasi diupayakan Fathonah agar aktivitas hotel jangan sampai terhenti.
“Meski tidak tega. Sejumlah langkah tetap harus dikalkulasi dengan cermat agar bisnis perusahan berkelanjutan, antara lain karyawan tetap dibatasi kapasitasnya atau digilir masuknya,” tegas Fathonah.
Fathonah mengungkapkan perasaannya yang iba, karena dapur mereka jadi tidak ngebul.
“Sejujurnya, ini berat bagi kami. Pilihannya, tentu bagaikan pil pahit yang tetap harus ditelan. Dampaknya, karyawan status harian terpaksa dirumahkan,” jerit Fathonah prihatin. Namun, katanya, status karyawan harian akan dipanggil kembali saat tamu sudah normal.
“Penghasilan hotel sungguh berkurang, karena kita ini yang paling mengerti untuk keluar masuk penghasilan hotel di sini. Semogalah, wabah ini bisa lekas berlalu sehingga ekonomi Indonesia terus membaik. Akhirnya, pemasukan hotel pun normal kembali,” harap Fathonah.
“Menu istimewa yang biasa disajikan di restoran Sofyan Hotel ditawarkan kepada perkantoran dan pejabat di sekitar lingkungan hotel. Kita mengoptimalkan paket-paket catering,” ujar Undang.
Pemesanan sedikit tetap diterima maupun yang dihidangkan pada acara-acara keluarga serta menu siang bagi karyawan perkantoran. Untuk segmen ini menyasar kepada tamu hotel yang komunikasinya sudah intens atau terjalin lama dan terbina baik.
“Selama ini, bisnis tersebut bukan fokus utama. Kondisi sekarang, memaksa kita untuk meraup pundi-pundi uang dari usaha sampingan. Mau tak mau, semua itu terpaksa ditempuh agar hotel bisa bertahan. Pasalnya, banyak dari kami menggantungkan hidupnya di sini,” sela Fathonah.
“Sofyan Hotel juga membuat paket menarik lainnya selama bulan Agustus dengan menyuguhkan paket promo ‘Merdeka’ dijamin harganya kompetitif. Terlebih tamu yang mau menginap lebih dari seminggu. Tak cuma itu saja, hotel kami pun mendukung program vaksinasi pemerintah,” papar Fathonah mempromosikan programnya.
Srikandi di Sofyan Hotel Cut Meutia ini kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 6 Juli 1974, memberikan layanan istimewa bagi tamu hotel yang sudah divaksinasi, “dapat apresiasi double promo.”
“Kami memberikan tambahan diskon 5% lagi. Caranya, ketika check-in bisa menunjukkan dokumen sudah di vaksin (diperlihatkan bukti sudah divaksinasi.Red),” tambahnya.

Fathonah bersemangat menceritakan semua program yang diupayakannya guna memikat tamu hotel. Obrolan berlanjut ke promo fantastis untuk tamu yang melangsungkan resepsi pernikahannya di Sofyan Hotel Cut Meutia.
Dalam paketnya, promo spektakuker ditawarkan mulai dari harga Rp30 juta. Biaya itu, sudah termasuk makanan dan dekorasi pelaminan terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Kami siap membantu kebutuhan jasa event organizer yang ditunjuk oleh pihak keluarga dan pihak Sofyan Hotel pun dengan senang hati menyambut baik bila keseluruhan acaranya dipercayakan kepada kita. Momen bahagia ini mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai anjuran pemerintah,” pikat Fathonah.
Ia menawarkan aula favoritnya sebagai tempat akad nikah yakni ruangan Harmoni ABC yang dalam kondisi normal sebelum Covid-19 dapat menampung 300-an orang.
Secara terpisah, mengutip dari dokumen resmi Sofyan Hotel yang diterima redaksi PariwisataIndonesia.ID, menyampaikan, Juli 2003, Hotel Sofyan mendapatkan sertifikasi sebagai Badan Usaha Kepatuhan Syariah pertama di Indonesia, Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Pengakuan lain yang diterima Sofyan Hotel di tingkat internasional, antara lain:
- Dianugerahi penghargaan sebagai “Hotel Ramah Keluarga Terbaik Dunia”, ajang perjalanan halal dunia tahun 2015 dari Abu Dhabu, UEA.
- The 500 Who Make The Islamic Economic – Islamica 500, 2017.
Di sesi wawancara terakhir, Undang menagih janji Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.
“Pandemi ini sudah cukup lama dan membuat sektor usaha seperti kami ini pasti terpukul. Terkait bantuan yang dijanjikan kepada pengusaha dan karyawan hotel semacam kami mohon agar segera dicairkan. Tabungan kita sudah tergerus dan insentif tersebut bisa menjadi angin segar,” pekik Undang. (Soet/Ss)





































Leave a Reply