Undang Tagih Janji Sandi, Hotel Sofyan Cut Meutia Berkontribusi Besar Wisata Halal di Indonesia

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Berita kemenparekraf,GENERAL MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA UNDANG HUSNI THAMRIN,HOTEL SOFYAN DIWARISKAN KE PUTRA MAHKOTA RIYANTO SOFYAN,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,PARIWISATA INDONESIA,SALES MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA FATHONAH,SERTIFIKASI CHSE,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA
Pose bersama tampilkan sertifikasi CHSE Kemenparekraf. Sales Manager Fathonah (sisi Kiri) dan General Manager Undang Husni Thamrin (sisi Kanan) adalah pimpinan di Sofyan Hotel Cut Meutia (Foto: Media Online PariwisataIndonesia.ID)

PariwisataIndonesia.ID – General Manager (GM) Sofyan Hotel Cut Meutia, Undang Husni Thamrin mengatakan, hotelnya berdekatan dengan Masjid yang sekaligus sebagai salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Hal tersebut dikatakannya kepada Redaksi PariwisataIndonesia.ID, pada Rabu (11/8).

“Hotel kita, lokasinya sangat strategis. Terletak di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Resmi beroperasi di awal tahun 1992, dan selalu ramai ketika bulan suci Ramadhan karena banyak tamu hotel ingin ibadah di Masjid Cut Meutia,” kata GM Undang kepada redaksi PariwisataIndonesia.ID, Selasa (11/8).

Pria paruh baya berzodiak Cancer menambahkan, tamu yang menginap di hotelnya kebanyakan dari golongan menengah ke atas seperti pengusaha, pedagang pakaian dari daerah, pejabat negara dan mereka yang memiliki kenangan masa lalu di Masjid Cut Meutia.

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Berita kemenparekraf,GENERAL MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA UNDANG HUSNI THAMRIN,HOTEL SOFYAN DIWARISKAN KE PUTRA MAHKOTA RIYANTO SOFYAN,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,PARIWISATA INDONESIA,SALES MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA FATHONAH,SERTIFIKASI CHSE,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA
General Manager Sofyan Hotel Cut Meutia, Undang Husni Thamrin / Foto: Media Online PariwisataIndonesia.id

Di sisi lain, ada tamu-tamu yang rutin menetapkan Sofyan Hotel untuk menggelar reuni dan arisan serta acara-acara keluarga; Meeting, seminar, training, sosialisasi dan sejumlah aktivitas lainnya lebih banyak dilakukan oleh mereka yang berasal dari perkantoran.

Selain hal tersebut, lanjut Undang, tamu hotel tidak sedikit juga yang non-muslim. Inilah alasan mengapa Sofyan Hotel tidak menyematkan stigma “Syariah” dan cenderung mengedepankan hotel halal.

GM Sofyan Hotel Cut Meutia kelahiran Ciamis, Jawa Barat, 15 Juli 1963 menargetkan semua kalangan diharapkan bisa menikmati fasilitas menginap di hotelnya yang kemana-mana serba dekat.

Dia merinci, seperti ke pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Pagi Mangga Dua, maupun pergi ke mal Thamrin City serta Grand Indonesia dan pusat pemerintahan pun tidak jauh dari Sofyan Hotel Cut Meutia.

Ia yang memulai karir dari pelayan dasar mengaku senang dan bangga bisa mengabdikan dirinya di hotel tersebut, dan berpendapat bahwa strategi pemasaran Sofyan Hotel harus menyasar konsumen multi etnis dan multi agama.

“Karena hotelnya berkonsep hotel halal tidak menyuguhkan minuman beralkohol dan menu di semua makanan serba halal. Begitu juga kepada tamu yang menginap dan berkunjung diwajibkan untuk mematuhi kebijakan manajemen hotel. Saya menyukai sekali bisa kerja di tempat semacam ini, dan saking nyamannya sampai tak terasa di Sofyan Hotel memasuki 35 tahun, loh!,” kenangnya.

Undang menceritakan kisahnya, pertama kali diterima kerja dan merasa konsep “hotel halal” adalah mimpi dan doanya sejak dulu.

“Sofyan Hotel senantiasa menerapkan prinsip manajemen Syariah dan segmennya menyasar tak cuma umat Muslim tapi berlaku untuk semua kalangan,” terang Undang.

Dalam wawancara tersebut, Undang didampingi Sales Manager Fathonah.

Redaksi PariwisataIndonesia.ID menyoroti peran Sofyan Hotel yang mengemuka di Tanah Air terkait “Industri Pariwisata Halal” sedang digadang-gadang oleh Menparekraf Sandiaga Uno.

Fathonah duduk disamping Undang hanya dipisahkan dua tempat duduk. Ia mengenakan balutan busana muslimah berwarna Abu-abu dan terpancar raut wajah bahagia dari senyum sumringahnya.

Wawancara ini diselesaikan hampir satu jam di restoran Saleroku Sofyan Hotel Cut Meutia. Namun, ia tidak terlihat sedikitpun untuk beranjak dari kursi duduknya. Fathonah setia mendampingi atasannya. Ekspresinya, menunjukkan sosok wanita yang humanis.

Undang kembali melanjutkan penjelasannya.

“Sofyan Hotel Cut Meutia bagian dari sejarah panjang jaringan hotel halal pertama di Indonesia. Cikal bakal hotel halal bisa terwujud di Indonesia tak lepas di baliknya ada nama Sofyan Ponda. Beliau kerja keras menghadirkan hal tersebut, sekaligus pendiri juga pemimpin pertama di bisnis ini yang berani mengambil resiko untuk terjun di hotel syariah/halal dengan mengawalinya dari 20 kamar di tahun 1970,” jelasnya.

Wawancara terhenti sejenak, lantaran stafnya mengantarkan sertifikasi CHSE, dan redaksi PariwisataIndonesia.id ditunjukkan oleh Undang bahwa pihak Sofyan Hotel Cut Meutia telah mengikuti imbauan Kemenparekraf.

Setelah memperhatikan sertifikasi CHSE tersebut, redaksi mengulik informasi dari Undang soal tonggak estafet pasca Sofyan Ponda memimpin Sofyan Hotel.

“Generasi pertama mewariskan takhtanya kepada Sang Putra Mahkota, yakni Riyanto Sofyan. Namun, karena aktivitas bisnis yang terus berkembang pesat dan organisasi yang diikuti Bapak Riyanto juga begitu padatnya. Maka, pengelolaan bisnis Sofyan Hotel dialihkan ke generasi ketiga, yaitu kepada anak beliau bernama Harish Andryan Riyanto,” beber Undang.

Menjawab hal tersebut, sikap Undang terlihat sangat berhati-hati dalam memberikan keterangan. Dia memaparkan dalam sketsa di atas kertas sejumlah nama dan jabatannya.

Berikut nama dan jabatan yang disebutkan oleh GM Sofyan Hotel Cut Meutia, sebagai berikut:

  1. Komisaris Utama adalah Riyanto Sofyan
  2. Direktur Utama adalah Harish Andryan Riyanto, dan rangkap jabatan sebagai Managing Direktur Sofyan Group
  3. Direktur Operasional adalah Haikel Iman Riyanto

Bisnis Sofyan Hotel mentransformasi tak hanya menjual kamar hotel. Manajemen mengembangkan bisnis lain, antara lain paket ruang rapat, paket Manasik Haji atau Umroh, paket catering, kantor virtual dan paket pernikahan.

Sejalan dengan itu, Sofyan Hotel di bawah naungan Sofyan Corp menyasar juga kepada usaha lainnya, seperti membangun bisnis perhotelan yang tersebar di Indonesia dan internasional, pariwisata, pendidikan, property, tour and travel dan CSR.

Di tengah redaksi mewawancarainya, menangkap kesan, GM Sofyan Hotel Cut Meutia tampak begitu aktif. Pasalnya, manajemen sudah memutuskan untuk upgrade ke hotel bintang 4, kesibukannya pun menjadi bertambah.

Satu diantara kesibukannya, mengawasi sejumlah fasilitas hotel yang bangunannya terus ditambah. Untuk itu, ia menilai perlu melibatkan Fathonah dalam wawancara ini.

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Berita kemenparekraf,GENERAL MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA UNDANG HUSNI THAMRIN,HOTEL SOFYAN DIWARISKAN KE PUTRA MAHKOTA RIYANTO SOFYAN,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,PARIWISATA INDONESIA,SALES MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA FATHONAH,SERTIFIKASI CHSE,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA
Sales Manager Sofyan Hotel Cut Meutia, Fathonah / Foto: Media Online PariwisataIndonesia.id

Sementara, Fathonah yang saat ini sudah 20 tahunan kerja di Sofyan Hotel memahami sekali sepak terjang perusahaannya.

“Peranan Hotel Sofyan turut berkontribusi terhadap perekonomian negara dan memberikan andil besar di negeri ini terkait wisata halal,” ungkap Fathonah. Tutur katanya lemah lembut, ramah sekali.

“Hotel kita memberikan dampak positif terhadap wisata halal di Indonesia, di antaranya Sofyan Hotel memberikan dukungan penuh terkait hospitality dan berkontribusi dalam menyumbangkan pemikiran guna mengembangkan industri pariwisata halal yang sekarang sedang digemakan oleh pemerintah,” sambungnya.

Sales Manager Sofyan Hotel Cut Meutia mengingatkan, pihaknya sudah berbuat untuk hal tersebut sejak tahun 2011 (Fathonah menyodorkan kepada redaksi PariwisataIndonesia.ID, lima lembar kertas yang mencantumkan deretan panjang nama Sofyan Hotel telah berpartisipasi untuk itu.Red)

Pernyataan Fathonah mendapatkan dukungan dari atasannya, bahwa di tengah pelaksanaan PPKM Darurat Level 4 yang diperpanjang atau pembatasan aktivitas yang bersambung sampai 16 Agustus 2021, sudah tentu industri pariwisata terdampak, tak terkecuali Sofyan Hotel.

Redaksi menanyakan pula kepada mereka, tipsnya bisa bertahan dari gempuran pembatasan PPKM yang berjilid-jilid ini.

“Terasa sekali dampaknya bagi industri pariwisata, salah satunya hotel kami. Kita akui, penghasilan hotel mengandalkan dari tamu yang menginap termasuk turunan bisnis yang mengikuti, seperti rapat-rapat dan sejumlah seminar yang biasanya sering digelar di sini. Saat sekarang, mana diperbolehkan,” curhat Undang.

Undang mengeluh PPKM Darurat diperpanjang, akibatkan keterpurukan okupansi kamar hotel signifikan. Ia pun menyuarakan nasib karyawan perhotelan sekarang-sekarang ini.

“Semua orang mengharuskan untuk stay at home, WFH dan WFO. Dampak kebijakan mengurangi aktivitas luar ruang seperti perjalanan dibatasi. Akhirnya, okupansi kamar hotel kami turun drastis. Semoga, pandemi Covid-19 lekas berlalu. Untuk itu, meminta semua pihak agar menjalani imbauan Kepala Negara supaya wabah ini tidak meluas dan masyarakatnya mau mengikuti vaksinasi Covid-19,” pungkasnya.

Undang menegaskan, manajemen Sofyan Hotel senantiasa berkomitmen dan memegang teguh untuk mengikuti seluruh imbauan dari pemerintah.

Ia pun meyakinkan kepada redaksi (GM Sofyan Hotel Cut Meutia Undang Husni Thamrin seperti sengaja untuk memperlihatkan kondisi dan suasana restoran yang mati suri.Red), bahwa sejak awal kebijakan pembatasan diberlakukan restorannya terpaksa tutup, hanya melayani pemesanan dari dalam kamar.

Penjelasan keduanya tampak kompak dan harmonis. Undang dan Fathonah saling merespons bak gayung bersambut dalam pernyataannya. 

Terungkap melalui pernyataan Sales Manager Sofyan Hotel Cut Meutia, bahwa manajemen hotel menerapkan banyak sekali terobosan. Dalam kesempatan itu, beragam inovasi diupayakan Fathonah agar aktivitas hotel jangan sampai terhenti.

“Meski tidak tega. Sejumlah langkah tetap harus dikalkulasi dengan cermat agar bisnis perusahan berkelanjutan, antara lain karyawan tetap dibatasi kapasitasnya atau digilir masuknya,” tegas Fathonah.

Fathonah mengungkapkan perasaannya yang iba, karena dapur mereka jadi tidak ngebul.

“Sejujurnya, ini berat bagi kami. Pilihannya, bak pil pahit yang harus ditelan. Dampaknya, karyawan status harian terpaksa dirumahkan,” jerit Fathonah prihatin. Namun, katanya, status karyawan harian akan dipanggil kembali saat tamu sudah normal.

“Penghasilan hotel sungguh berkurang, karena kita ini yang paling mengerti untuk keluar masuk penghasilan hotel di sini. Semogalah, wabah ini bisa lekas berlalu sehingga ekonomi Indonesia terus membaik. Akhirnya, pemasukan hotel pun normal kembali,” harap Fathonah.

“Menu istimewa yang biasa disajikan di restoran Sofyan Hotel ditawarkan kepada perkantoran dan pejabat di sekitar lingkungan hotel. Kita mengoptimalkan paket-paket catering,” ujar Undang.

Pemesanan sedikit tetap diterima maupun yang dihidangkan pada acara-acara keluarga serta menu siang bagi karyawan perkantoran. Untuk segmen ini menyasar kepada tamu hotel yang komunikasinya sudah intens atau terjalin lama dan terbina baik.

“Selama ini, bisnis tersebut bukan fokus utama. Kondisi sekarang, memaksa kita untuk meraup pundi-pundi uang dari usaha sampingan. Mau tak mau, semua itu terpaksa ditempuh agar hotel bisa bertahan. Pasalnya, banyak dari kami menggantungkan hidupnya di sini,” sela Fathonah.

“Sofyan Hotel juga membuat paket menarik lainnya selama bulan Agustus dengan menyuguhkan paket promo ‘Merdeka’ dijamin harganya kompetitif. Terlebih tamu yang mau menginap lebih dari seminggu. Tak cuma itu saja, hotel kami pun mendukung program vaksinasi pemerintah,” papar Fathonah mempromosikan programnya.

Srikandi di Sofyan Hotel Cut Meutia ini kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 6 Juli 1974, memberikan layanan istimewa bagi tamu hotel yang sudah divaksinasi, “dapat apresiasi double promo.”

“Kami memberikan tambahan diskon 5% lagi. Caranya, ketika check-in bisa menunjukkan dokumen sudah di vaksin (diperlihatkan bukti sudah divaksinasi.Red),” tambahnya.

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Berita kemenparekraf,GENERAL MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA UNDANG HUSNI THAMRIN,HOTEL SOFYAN DIWARISKAN KE PUTRA MAHKOTA RIYANTO SOFYAN,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,PARIWISATA INDONESIA,SALES MANAGER SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA FATHONAH,SERTIFIKASI CHSE,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SOFYAN HOTEL CUT MEUTIA
Manajemen Sofyan Hotel tawarkan paket akad nikah Rp30 juta di ruang Harmoni ABC. Harga sudah termasuk makanan plus dekorasi pelaminan terbatas / Foto: Media Online PariwisataIndonesia.id

Fathonah bersemangat menceritakan semua program yang diupayakannya guna memikat tamu hotel. Obrolan berlanjut ke promo fantastis untuk tamu yang melagsungkan resepsi pernikahannya di Sofyan Hotel Cut Meutia.

Dalam satu paketnya, promo spektakuker ditawarkan seharga Rp30 juta. Biaya itu, sudah termasuk makanan dan dekorasi pelaminan terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami siap membantu kebutuhan jasa event organizer yang ditunjuk oleh pihak keluarga dan pihak Sofyan Hotel pun dengan senang hati menyambut baik bila keseluruhan acaranya dipercayakan kepada kita. Momen bahagia ini mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai anjuran pemerintah,” pikat Fathonah.

Ia menawarkan aula favoritnya sebagai tempat akad nikah yakni ruangan Harmoni ABC yang dalam kondisi normal sebelum Covid-19 dapat menampung 300-an orang.

Secara terpisah, mengutip dari dokumen resmi Sofyan Hotel yang diterima redaksi PariwisataIndonesia.ID, menyampaikan, Juli 2003, Hotel Sofyan mendapatkan sertifikasi sebagai Badan Usaha Kepatuhan Syariah pertama di Indonesia, Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Pengakuan lain yang diterima Sofyan Hotel di tingkat internasional, antara lain:

  1. Dianugerahi penghargaan sebagai “Hotel Ramah Keluarga Terbaik Dunia”, ajang perjalanan halal dunia tahun 2015 dari Abu Dhabu, UEA.
  2. The 500 Who Make The Islamic Economic – Islamica 500, 2017.

Di sesi wawancara terakhir, Undang menagih janji Menparekraf Sandiaga Uno.

“Pandemi ini sudah cukup lama dan membuat industri pariwisata di Indonesia terpukul. Terkait bantuan yang dijanjikan kepada pengusaha dan karyawan hotel semacam kami agar segera dicairkan. Tabungan kita sudah tergerus dan insentif tersebut bisa menjadi angin segar,” pekik Undang. (Soet/Ss)