PariwisataIndonesia.id – Melansir siaran pers yang dibagikan oleh Agustini Rahayu selaku Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada, Jumat (12/3).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur diarahkan menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Seiring dengan itu, dalam upaya mendorong dan mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia, pengembangannya akan tetap memperhatikan keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno usai mengikuti “Rakor dan Peninjauan Lapangan terkait Pengembangan DPSP Borobudur” bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Jumat (12/3/2021).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.
Selain itu, ada juga Deputi Bidang Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hari Santosa Sungkari, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian.
“Borobudur adalah satu dari lima destinasi super prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami akan all out untuk mendukung rencana Borobudur ini menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Sandiaga Uno.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia akan menyiapkan atraksi-atraksi, termasuk calendar of events sesuai dengan kebijakan yang akan memperhatikan keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur yang akan memperkuat nilai budaya dan historis dari Candi Borobudur.
“Kita juga akan memastikan bahwa desa-desa wisata yang ada di sekeliling Borobudur ini bisa ikut meningkat dari segi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sesuai RPJMN 2020-2024, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas, termasuk DPSP Borobudur dan akan diperluas.
“Kita harapkan desa wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, pengembangan desa wisata menekankan aspek berkelanjutan,” jelas Sandi.
Kemenko Marves Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, pemerintah terus berupaya mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur sebagai bagian dari lima DPSP.
Hal ini diwujudkan dengan mengimplementasikan konsep pariwisata berkualitas, mulai dari aspek aksesibilitas dan konektivitas, amenitas, atraksi, dan ancillary.
Masalah utama yang terjadi pada Candi Borobudur saat ini adalah tekanan besar terhadap strukturnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan wisatawan candi, yang mencapai 8.000 orang perhari pada 2019.
Sementara, hasil studi Balai Konservasi Borobudur menunjukkan bahwa idealnya Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung setiap harinya.
Bersambung ke halaman berikutnya
Saat ini pemerintah tengah melakukan .. “






































Leave a Reply