Pariwisata di Indonesia, Foto Candi Borobudur, PARIWISATA INDONESIA, Wisata Sejara di Provinsi Jawa Tengah yang jangan sampai dilewatkan untuk dikunjungi,3 TEMPAT WISATA BERSEJARAH DI JAWA TENGAH,CANDI BOROBUDUR,LAWANG SEWU,PARIWISATA DI JAWA TENGAH,PRASASTI TUK MAS, Berita Pariwisata Hari Ini, Rekomendasi Wisata Sejarah di Jawa Tengah
Ilustrasi Gambar: Candi Borobudur (Sumber Foto: Instagram @bagasfeka)

3 Tempat Wisata Bersejarah di Jawa Tengah, Apa Saja? Berikut Daftarnya!

PariwisataIndonesia.id – Tempat-tempat bersejarah di Indonesia tersebar luas dari Sabang sampai Merauke, salah satunya terdapat di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah”, begitulah bunyi kutipan yang disampaikan Presiden Indonesia Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno dalam pidatonya saat peringatan Hari Pahlawan 10 November 1961.

Bahkan, ayah dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam kesempatan yang lain, juga menegaskan, bahwa, “Never Leave History (atau jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah, red),” tegas Bung Karno, kala itu.

Nah, menjawab perihal tersebut, Sobat Pariwisata Indonesia tertarik dong menjelajahi sejumlah tempat wisata bersejarah di Provinsi Jateng yang memiliki cerita dan sejarahnya masing-masing sebagai ‘bucket list’ destinasi liburan dalam negeri atau #LiburandiIndonesiaaja, yang jangan sampai dilewatkan untuk dikunjungi pekan ini.

Apalagi, jauh sebelum bangsa ini merdeka, Provinsi Jateng juga dikenal menyimpan banyak jejak sejarah yang masih berdiri kokoh dan terawat hingga sekarang. Lantaran perjalanan sejarahnya yang panjang itu sampai digadang-gadang sebagai “jantungnya budaya Jawa”.

Penasaran di mana saja tiga tempat wisata sejarah di Jateng? Simak daftarnya, yuk!

1.  Prasasti Tuk Mas

Berdasarkan Paleografi (atau ilmu yang meneliti perkembangan bentuk tulisan atau tulisan kuno, red), “Prasasti Tuk Mas” (arti harfiah mata air emas), berasal dari kisaran abad VI-VII Masehi sebagai bukti peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno.

Prasasti berbentuk batu alam berukuran besar yang dipahat dengan tulisan tersusun empat baris “Aksara Pallawa” berbahasa Sansekerta ini terletak di Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jateng.

Selain tulisan aksara -masih pada batu yang sama- terdapat pula di antaranya goretan mirip dengan denah bangunan, roda (cakra), teratai (padma), nyala api, trisula, tongkat, kelasangka, dan kapak, termasuk gambar lainnya yang hingga kini masih sulit diidentifikasi, -dan dari semua petunjuk tersebut- juga sekaligus menunjukkan eratnya hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu pada masa itu.

Prasasti ini, tentunya menjadi saksi bisu yang semakin menguatkan anggapan bahwa Magelang sebagai Kota Seribu Candi.

Guna menggambarkan prasasti paling awal yang ditemukan di Provinsi Jawa Tengah ini, PariwisataIndonesia.id menyematkan satu video menarik yang tayang di YouTube Discover Magelang dan sudah ditonton 188 orang. Selepas nonton, jangan lupa untuk memberikan Like, Comment, Share, dan Subscribe, termasuk klik lonceng channel ini yaa, Sob!

3. Lawang Sewu

Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda ini menjadi ikon paling populer di Kota Semarang, dirancang oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag adalah arsitek yang berasal dari Amsterdam sebagai Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta (atau Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij disingkat NISM).

Untuk selanjutnya gedung perkantoran ini menjadi cikal bakal sejarah perkeretaapian di Indonesia, yang dibangun secara bertahap di atas lahan yang luasnya sekitar 18.232 meter persegi, mulai dari tahun 1904 hingga 1918.

Mengulik asal muasal “Lawang Sewu” berasal dari bahasa Jawa berarti “seribu pintu”, karena bangunan ini terdapat begitu banyak pintu dan jendela-jendela yang besar. Walau dijuluki “Lawang Sewu”, bukan berarti gedung ini benar-benar punya seribu pintu. Faktanya, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pintu.

Untuk menggambarkan megahnya arsitektur yang terdapat pada bangunan “Lawang Sewu” ini, berikut satu video sempurna tayang di YouTube HOT_SHOT dan sudah ditonton sebanyak 3.396 orang. Selepas nonton, jangan lupa untuk memberikan Like, Comment, Share, dan Subscribe, termasuk klik lonceng channel ini yaa, Sob!

Melansir heritage.kai.id, menyebut bangunan ini, kini dimanfaatkan sebagai museum yang menyajikan beragam koleksi dari masa ke masa perkeretaapian di Indonesia, seperti koleksi Alkmaar, Mesin Edmonson, Mesin Hitung, Mesin Tik, Replika Lokomotif Uap, Surat Berharga dan lain-lain. Juga menampilkan saat bangunan ini dipugar berbentuk foto-foto, video, dan material restorasi. Ketika Sobat Pariwisata mendekati pintu keluar, juga akan mendapati perpustakaan berisikan buku-buku tentang kereta. Selain menjadi tempat wisata sejarah, Gedung Lawang Sewu juga dapat disewa untuk kegiatan Pameran, Ruang Pertemuan, Pemotretan, Shooting, Pesta Pernikahan, Festival, Bazar, Pentas Seni, Workshop, dll.

Tempat bersejarah kedua yang direkomendasikan PariwisataIndonesia.id ini, lokasinya terbilang cukup strategis, karena tak jauh dari Bundaran Tugu Muda, juga dekat dengan Kantor Balaikota Semarang. Persisnya di Komplek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

3. Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan bangunan suci umat Buddha yang terbesar di dunia, diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra antara 750-842 Masehi, terletak di Jalan Badrawali, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Candi ini juga tidak sekedar menyimpan cerita sejarah yang sangat berharga, atau menunjukkan keragaman budaya Indonesia sebagai karunia yang luar biasa buat bangsa ini. Bahkan, menyuguhkan pesona wisata lainnya yang mampu membuat siapapun berdecak kagum.

Selain itu, pada tahun 1991 Candi Borobudur bersama-sama dengan Candi Pawon dan Candi Mendut ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia yang diberi nama Borobudur Temple Compounds.

Melansir situs resminya, candi ini ditemukan oleh Pasukan Inggris tahun 1814 di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles saat dirinya sedang berada di Pulau Jawa.

Kala itu, ia mendapatkan informasi tentang susunan batu bergambar di wilayah ini. Atas penemuannya tersebut, langsung disebarkan dalam sebuah buku, sampai akhirnya terkenal ke seluruh dunia. Meski begitu, hingga kini belum ada bukti dalam bentuk catatan detail tentang siapa yang membangun Candi Borobudur.

Tayangan video di atas adalah persembahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menunjang program Pemerintah yang menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas.

Sekaligus pula diikuti dengan mendorong kawasan wisata di sekitarnya agar menerapkan konsep ‘green tourism’ yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Harapannya, tercipta peluang usaha seluasnya, menyerap lapangan kerja sebanyak-banyaknya, yang dengan sendirinya akan memantik kebangkitan potensi ekonomi setempat.

Upaya tersebut, tentunya demi menjaga peradaban negeri ini agar tak lekang dimakan zaman, maka peninggalan nenek moyang kita harus terus dijaga, dirawat supaya tetap lestari sepanjang masa.

Dari tiga rekomendasi tempat wisata sejarah di Jawa Tengah, mana nih pilihan yang paling sreg di hati saat mengisi liburan akhir pekan ini, Sob? Jangan lupa pula, yuk share keseruan cerita liburannya dengan turut berbagi pengalaman kepada pembaca setia www.pariwisataindonesia.id, atau melalui Instagram @pariwisataindonesiaofficial. (Rizky/eh)

Editor: Soetardjo