Ciri khas baju adat wanita Jambi adalah telukuk atau kuluk yang berupa penutup kepala. Telukuk yang berasal dari Melayu Kerinci ini sudah ada bahkan sebelum agama Islam masuk ke daerah Jambi. Pada zaman dahulu, telukuk berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas serta sebagai simbol yang melambangkan status sosial pemakainya.
Telukuk memiliki banyak ragam, yaitu Kuluk Berumbai jatuh (untuk pemberian gelar), Kuluk Kipas Terlilit, Kuluk Mahkota (untuk acara pernikahan), Kuluk Kerinci Mudik, Kuluk Sapik Udang, Kuluk Kuncup Melati, Kuluk Kenduri Sko Lempur, Kuluk Harian, dan lain-lain.
Dalam upacara adat tertentu, seperti pernikahan, baju kurung tanggung wanita akan dilengkapi dengan Teratai Dada. Aksesoris berbentuk bunga teratai ini selain berfungsi untuk mempercantik penampilan, juga berfungsi untuk menutupi lekuk tubuh wanita di bagian atas.
Aksesoris lain yang biasa digunakan oleh wanita Jambi adalah selendang dan ikat pinggang. Ada juga kalung yang memiliki tiga jenis, yaitu Kalung Tapak, Kalung Bertingkat atau Joyo, dan Rantai Sembilan.
Aksesoris lain berupa gelang juga memiliki banyak jenis, misalnya gelang Kano, Ceper, dan Buku Beban yang digunakan di pergelangan tangan, serta gelang Nago Betapo dan Ular Melingkar yang dikenakan di pergelangan kaki.
Selain itu, juga terdapat dua jenis cincin sebagi pelengkap, yaitu cincin Pacat Kenyang dan cincin Kijang atau Capung.
Bawahan pada pria adalah celana cangge warna senada. Tidak lupa pula dililitkan kain songket di bagian pinggang yang akan menambah kegagahan. Untuk memperkuat lilitan kain dikenakan ikat pinggang yang berfungsi untuk tempat menyelipkan keris yang dimaknai sebagai simbol kebesaran, kekuatan, dan pelindung.
Di bagian kepala, pria Jambi mengenakan penutup kepala yang disebut lacak. Lacak terbuat dari kain beludru dengan lapisan kertas di bagian dalam agar bisa berdiri tegak.
Biasanya, lacak memiliki motif flora seperti Tali Runci dan Bungo Runci. Pria Jambi juga melengkapi diri dengan gelang di pergelangan tangan. Biasanya, motif yang dipilih adalah naga kuning yang bermakna kekuasaan dan tidak bisa diganggu. Selain gelang, saat upacara tertentu, pria Jambi juga mengenakan kalung.
Sobat Pariwisata Indonesia, banyaknya aksesoris yang dikenakan baik oleh wanita maupun pria, menjadi hal unik yang membedakan baju adat Jambi dengan baju budaya Melayu lainnya.
Bagaimana, tertarik untuk mengenakannya, Sob? (Nita/RPI)





































Leave a Reply