Bubungan Lima, Rumah Adat Bengkulu

Rumah Berstruktur Panggung yang Didesain mampu Menahan Guncangan Gempa
Pariwisata Indonesia
foto: rimbakita.com

PariwisataIndonesia.id – Sebanyak 34 provinsi yang dimiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia, ini yang membuat negara ini kaya akan keberagaman budaya dan adat istiadat. Salah satu kekayaan intektual yang mengacu pada endemik suatu wilayah yakni didasari oleh rumah adat. Namun demikian, rumah adat mempunyai ciri khas dan bermacam variasinya dari daerah satu dengan yang lainnya. Salah satu rumah adat ini ada di Provinsi Bengkulu, bernama Bubungan Lima.

Provinsi Bengkulu ini memiliki rumah adat resmi dan bentuknya yang sangat unik, karena seperti namanya Bubungan Lima yang bentuk atapnya memiliki bentuk atap yang sama seperti Bubungan Lima, Bubungan Haji dan Bubungan Jembatan. Tahukah kamu, kalau rumah adat Bengkulu tersebut diperkirakan sudah ada pada tahun 1916-an.

Rumah adat Bengkulu
Rumah adat Bengkulu, foto: rumahkita2011.blogspot.com

Rumah adat ini memiliki model seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Rumah ini bukanlah rumah tinggal seperti pada umumnya. Namun rumah ini biasanya dipakai untuk acara adat masyarakat Bengkulu. Rumah adat ini terbagi atas tiga bagian yaitu rumah bagian atas, rumah bagian tengah, dan rumah bagian bawah.

Rumah Bubungan Lima ini memiliki material dasar kayu sebagai bahan material utamanya. Kayu yang dipilih pun bukan kayu sembarangan melainkan kayu yang kuat dan tahan lama lhoo. Kayu yang biasanya digunakan untuk membangun Rumah Bubungan Lima adalah Kayu Medang Kemuning. Rumah Bubungan Lima dibangun tinggi agar menghindari pemilik rumah beserta keluarga dari serangan binatang liar dan juga dari bencana alam seperti banjir.

Karena tinggi Rumah Bubungan Lima ini, maka orang-orang yang hendak masuk ke dalam rumah pun harus menggunakan tangga. Tangga yang digunakan untuk masuk ke dalam rumah umumnya mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bengkulu. Rumah Bubungan Lima ini merupakan salah satu Budaya Indonesia yang menjadi objek wisata yang layak kamu kunjungi, tentu setelah wabah virus corona sudah nggak ada lagi di Indonesia.