Sukabumi banyak menyimpan objek wisata yang begitu indah dan menakjubkan. Potensi alam Kabupaten Sukabumi memang kaya dan begitu mempesona, terutama di kawasan Geopark Ciletuh. Geopark Ciletuh merupakan kawasan wisata taman alam dengan sebaran bebatuan tua yang terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terbentuk selama jutaan tahun silam, dan akhirnya banyak membentuk bentang alam yang menghadirkan air terjun.
Air terjun atau yang akrab dengan sebutan ‘curug’, merupakan salah satu yang menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keseruan di kawasan Taman Bumi Ciletuh ini.
Berikut ini ada empat curug yang wajib disatroni saat menikmati keseruan di Geopark Ciletuh, Sukabumi.
Curug Semar
Curug Semar terletak di kampung Cisantri, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Suasana sekitar masih alami, sangat asri dikelilingi tebing penuh pepohonan hijau. Aliran airnya sangat jernih, menyegarkan, seakan memanggil siapapun yang datang kesini untuk langsung menikmati segarnya air Curug Semar ini.

Awalnya, curug ini bernama Curug Cigolodog dengan ketinggian air terjun sekitar 25 meter. Karena disana terdapat batu besar yang bentuknya menyerupai patung semar, akhirnya curug ini pun lebih dikenal dengan nama Curug Semar.
Lokasi Curug Semar masih berada di jalur utama menuju Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu. Dari jalur itu tinggal mencari Desa Sangrawayan. Begitu sampai di tempat parkiran, pengunjung masih harus berjalan kaki menuju curug yang melewati pematang sawah serta sungai sungai kecil penuh bebatuan.
Curug Cimarinjung
Curug Cimarinjung merupakan salah satu air terjun di Sukabumi yang diburu keseruannya. Panoramik alamnya sangat indah dan menakjubkan. Ciri khas curug ini adalah dikelilingi deretan tebing-tebing raksasa yang berwarna coklat khas Geoprak. Dinding tebing ini tersusun dari lapisan batuan sedimen jenis batupasir tufan dan breksi. Lapisan batuan tersebut merupakan bagian dari Formasi Jampang Anggota Cikarang yang berusia Miosen Bawah, sekitar 23-16 juta tahun.

Curug Cimarinjing yang letaknya diapit oleh tebing-tebing besar ini, memiliki ketinggian air terjun sekitar 45 meter. Debit airnya cukup deras dan berasal dari aliran Sungai Cimarinjung. Di sekeliling curug, tampak keindahan hutan nan asri serta hijaunya sawah-sawah menjadi satu kombinasi cantik yang sangat memukau pandangan mata.
Curug Cimarinjung terletak di Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, letaknya cukup dekat dengan Pantai Palangpang. Tak heran, akses jalan setapak menuju Curug Cimarinjing sangat menakjubkan, disuguhi pemandangan Samudra Hindia yang membentang luas.

Jika datang pada musim kemarau, keindahan Curug Cimarinjung akan terlihat kokoh dengan tebing penyangga curug. Dan ketika berkunjung saat musim hujan, aliran air terjun sangat deras dengan suara memukau yang menakjubkan.
Curug Sodong
Curug Sodong merupakan salah satu objek wisata air terjun di Geopark Ciletuh dengan akses yang paling mudah dijangkau. Pengunjung dapat memarkir kendaraannya langsung di depan air terjun. Namun demikian, Curug Sodong letaknya tersembunyi, yaitu berada di balik cekungan sebuah bukit, Bukit Panenjoan dan Curug Cimarinjing.
Curug Sodong memiliki ketinggian air terjun mencapai sekitar 20 meter dengan memiliki 2 mata air yang mengalir. Inilah alasan mengapa Curug Sodong juga disebut Curug Kembar. Pesona Curug Kembar sangat memikat hati, tersaji dalam balutan suasana yang terlihat eksotis. Kombinasi indah dua air terjun nan jernih, berpadu dengan hijaunya rimbunan pepohonan di sekitar curug, menciptakan udara sejuk yang menyegarkan. Dari kejauhan pemandangan ini pun sangat indah, membuat pengunjung betah berlama-lama di Curug Sodong ini.

Curug Sodong juga memiliki goa yang letaknya di sekitar air terjun dan tebing batu. Ukurannya tidak terlalu besar, namun keberadaan goa tersebut membuat dinding tebing yang dialiri air tampak seperti melayang. Hal ini menambah kecantikan panorama Curug Sodong.
Aksis menuju Curug Sodong via jalur Sukabumi. Dari arah Jakarta, pengunjung datang melalui Tol Jagorawi dan keluar di pintu Ciawi, Bogor yang selanjutnya mengikuti rute ke arah Sukabumi.
Curug Cikaso
Curug Cikaso hadir menawarkan pemandangan alam yang sangat cantik, dengan suara deru air jatuh yang sangat deras dan jernih. Kawasan ini terbilang memiliki udara yang segar karena dikelilingi oleh hutan yang masih asri.
Curug Cikaso berlokasi di kecamatan Surade dan memiliki nama aslinya yaitu Curug Luhur. Disebut Curug Cikaso karena aliran airnya berasal dari anak Sungai Cikaso yaitu Sungai Cicurug yang bermuara di Muara Tegal Buleud.
Curug Cikaso juga memiliki tiga aliran air terjun sekaligus yang turun bersamaan dari ketinggian tebing batu sekitar 80 meter dengan lebar tebingnya 100 meter. Sebutan ketiganya ini adalah Curug Asepan (terletak sebelah kiri), Curug Meong (terletak di tengah) dan Curug Aki (terletak di kanan) yang ketiganya menciptakan pemandangan unik nan eksotis.

Curug Cikaso juga memiliki kolam alami dengan warna air biru kehijauan, yang kedalamannya mencapai 15 meter dan aliran air terjunnya cukup deras. Tidak disarankan berenang terlalu dekat ke air terjunnya. Selain itu, di kolam alami Curug Cikaso juga terdapat pusaran yang cukup kuat di bagian dalamnya.
Namun, pengunjung masih diperbolehkan berenang di sekitar aliran sungai kecil yang jarak nya tidak terlalu jauh dari air terjun. Ada dua aliran air terjun terlihat jelas, sementara satu aliran lainnya tampak agak tersembunyi di balik tebing.
Untuk mencapai lokasi Curug Cikaso, selama perjalanan, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam sekitar seperti kawasan hutan tropis, persawahan serta tebing-tebing yang menjulang. Begitu sampai di lokasi titik kumpul menuju Curug Cikaso, pengunjung masih harus menempuh perjalanan di jalan setapak berbatuan dalam kawasan hutan lebat.(*)




































