5 Olahan Jagung khas NTT

Pengganti Nasi yang Kaya Nutrisi
Pariwisata Indonesia

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu sumber karbohidrat yang kaya akan berbagai kandungan nutrisi, seperti protein, lemak, karbohidrat,  kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan B1, serta air. Jika dibandingkan dengan nasi, jagung memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dan protein yang lebih tinggi. Hal itu membuat jagung menjadi salah satu makanan yang cocok bagi orang yang ingin melakukan diet.

Beberapa provinsi di Indonesia terkenal dengan hasil jagungnya, termasuk Nusa Tenggara Timur. Tidak heran jika jagung menjadi salah satu makanan pokok bagi masyarakat di provinsi yang biasa disebut Sunda Kecil ini. Masyarakat di NTT kerap mengolah jagung menjadi berbagai jenis makanan, dari makanan asin-pedas, makanan manis, hingga camilan. Berikut ini lima olahan jagung khas Nusa Tenggara Timur.

Pariwisata Indonesia

1.Kena Kita

Kena Kita termasuk termasuk makanan terenak di Flores. Panganan yang berasal dari Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur ini cocok dijadikan menu sarapan. Makanan yang juga kerap disebut dengan Bubur Rokatenda ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang gurih bercampur sedikit manis.

Kena Kita terbuat dari campuran jagung, umbi-umbian, kacang merah, dan parutan kelapa. Bagi penyuka pedas, Kena Kita juga bisa disajikan dengan tambahan cabe rawit. Namun, makanan ini cukup sulit ditemukan di rumah makan. Jika ingin menikmati Kena Kita, Sobat Pariwisata bisa berkunjung ke rumah-rumah penduduk lokal.

Pariwisata Indonesia

2.Catemak

Meskipun terlihat seperti kolak, tapi Catemak memiliki rasa asin. Meskipun demikian, Catemak kerap disajikan sebagai makanan penutup. Makanan ini terbuat dari jagung, kacang tanah, kacang hijau, labu lilin, dan sayuran lain (bunga pepaya, jantung pisang, daun ubi). Beberapa rempah dan sedikit penyedap rasa membuat kamu ketagihan dengan rasanya.

Selain rasa yang enak, Catemak kaya akan kandungan nutrisi, seperti vitamin A, B, dan C, karbohidrat, zat besi, protein, asam folat, dan masih banyak lagi. Catemak cocok dimakan saat pagi dan siang hari. Kandungan gizi di dalamnya membuat Sobat Pariwisata lebih berenergi.

Pariwisata Indonesia

3.Jagung Bose

Bagi pecinta rasa gurih santan, Jagung Bose bisa menjadi salah satu rekomendasinya. Jagung Bose berasal dari kata bose yang berarti dilunakan. Dalam pembuatannya, jagung yang akan dipakai memang harus ditumbuk, direbus, dan dipisahkan dari kulitnya.

Setelah siap, jagung pun dimasak bersama kacang merah dan kuah santan. Beberapa masyarakat juga kerap menambahkan sayur-sayuran dan daging sapi atau daging ayam, yang bisa dimasak terpisah maupun disatukan. Jagung Bose juga bisa menjadi pengganti nasi dan dinikmati bersama ikan bakar.

Pariwisata Indonesia

4.Canjica

Makanan yang satu ini sangat cocok bagi Sobat Pariwisata yang menyukai panganan manis. Canjica terbuat dari jagung yang diparut dan dicampur dengan berbagai bahan lain, seperti gula pasir, susu kental manis, garam, air dan vanili. Teksturnya yang lembut seperti bubur serta rasa yang manis, membuat Canjica cocok dijadikan camilan atau bahkan menu sarapan.

Pariwisata Indonesia

5.Jagung Titie

Bukan Indonesia namanya, kalo tidak memiliki jenis makanan kriuk. Makanan yang terakhir ini sangat cocok dijadikan camilan saat ngobrol bareng teman-teman. Jagung titie sering disebut sebagai emping-nya Nusa Tenggara Timur. Penamaan camilan ini diambil dari namanya, titie yang dalam bahasa lokal berarti dipipihkan.

Jagung titie merupakan camilan yang terbuat dari jagung pulut yang banyak tersedia di Pulau Solor. Jagung-jagung ini dipipil, kemudian disangrai hingga kadar airnya menyusut. Setelah itu dititie. Jagung titie bisa dimakan dalam kondisi mentah ataupun digoreng terlebih dahulu. Panganan ini tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti rasa asin atau caramel. Jika berkunjung ke Flores Timur, jangan lupa untuk membelinya sebagai oleh-oleh.

Itulah lima daftar olahan jagung khas Nusa Tenggara Timur yang tidak hanya lezat tapi juga bernutrisi. Sobat Pariwisata juga bisa membuatnya di rumah jika sesekali ingin mencari sumber karbohidrat lain selain nasi.(Nita)