Cakalang Fufu adalah olahan ikan cakalang dengan cara pengasapan (Foto : Ginanelwan)

Cakalang Fufu

Oleh-oleh Nikmat dan Bergizi dari Bumi Nyiur Melambai

Oleh-oleh Nikmat dan Bergizi dari Bumi Nyiur Melambai

Halo, Pecinta Wisata Kuliner!

Jalan-jalan ke destinasi Pariwisata Indonesia di Sulawesi Utara emang kurang lengkap rasanya kalo tidak mencicipi kulier khasnya. Nah! Kali ini gue mau rekomendasiin salah satu kuliner khas Bumi Nyiur Melambai yang bisa lo cicipi dan bawa pulang sebagai oleh-oleh. Namanya, Cakalang Fufu.

Kalo dari namanya, lo udah bisa tebak, kan, kalo kuliner yang satu ini emang berbahan dasar ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Ikan yang termasuk dalam familia Scombridae (tuna) ini hidup di laut tropis dan subtropis seperti Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Samudera Atlantik, termasuk wilayah perairan yang ada di Sulawesi Utara.

Perairan Teluk Bitung di Sulawesi Utara menjadi salah satu habitat hewan yang hidup secara berkoloni ini. Makanya enggak heran kalo ikan yang juga sering disebut tongkol ini banyak ditemukan di daerah tersebut. Kota Bitung bahkan menjadi pusat pembuatan Cakalang Fufu.

Cakalang Fufu adalah olahan ikan cakalang dengan cara pengasapan. Fyi, pengasapan merupakan teknik pengawetan makanan tertua di dunia, loh. Dengan mengandalkan panas yang berasal dari api dan asap, kadar air dalam daging dikurangi hingga kering serta bakteri-bakteri dimatikan. Makanya, daging asap akan bertahan lebih lama.

Cakalang Fufu banyak dijajakan di pasar, pinggiran jalan, hingga pusat oleh-oleh khas Sulawesi Utara. (Foto : djawanews)

Sama seperti Cakalang Fufu, Gaes. Dalam suhu ruangan, kuliner favorit warga lokal dan para wisatawan ini bisa bertahan hingga satu bulan. Makanya Cakalang Fufu menjadi salah satu oleh-oleh yang diburu oleh para pelancong.

Sebelum diasapi, isi perut dan tulang ikan cakalang harus dibuang serta dibersihkan terlebih dahulu. Ikan ini lalu dibelah dan dijepit pada sebilah bambu. Teknik ini akan menjadikan ikan lebih cepat matang, serta mempengaruhi rasa dan tingkat keawetan.

Sebelum diasapi, ikan terlebih dulu dilumuri garam untuk menambah cita rasa dan daya tahan. Kemudian proses pengasapan pun dilakukan dengan rentang waktu sekitar 3 hingga 4 jam, tergantung dari ukuran ikan tersebut. Fyi, ikan cakalang bisa mencapai panjang 1 meter dan berat hingga 18 kg, loh.

Setelah proses pengasapan tadi, daging cakalang akan berubah menjadi kemerahan. Teksturnya akan menjadi kering, tidak berair, dan sedikit empuk. Salah satu ciri khas metode pengasapan adalah daging yang dihasilkan akan memiliki aroma khas yang unik.

Cakalang Fufu banyak dijajakan di pasar, pinggiran jalan, hingga pusat oleh-oleh khas Sulawesi Utara. Harganya juga cukup terjangkau, mulai dari 50.000 hingga 75.000 rupiah perjepitnya. Tergantung dari ukuran ikan tersebut.

Sebenarnya, lo bisa langsung menyantap Cakalang Fufu yang sudah diasapi. Tapi agar lebih nikmat, lo bisa mengolah Cakalang Fufu menjadi ragam kuliner yang lain seperti Cakalang Fufu pedas, sambal roa, rica-rica, hingga kuah santan.

Sst! Selain nikmat, ikan cakalang juga punya banyak manfaat, loh, seperti meningkatkan imunitas dan massa otot, menjaga kesehatan mata, gigi, dan tulang, serta mencegah penyakit jantung dan anemia.

Oh ya, Gaes, sejak tahun 2019, Cakalang Fufu sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, loh. Kalo berkunjung ke destinasi Pariwisata Indonesia di Sulawesi Utara, jangan lupa membeli Cakalang Fufu, ya Gaes ya.

Pewarta:  Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2023