Masih Semarak Hari Kartini! Bintarti Sosok Pejuang Pariwisata, Perempuan Tangguh Ini Layak Jadi Kartini Masa Kini

Bintarti A Yulianto dan Pendiri Yayasan Valencia Care Foundation, Valencia Mieke Randa, Program Blue Bird Peduli mengajak bermain anak-anak penderita kanker / Foto: Agus Priatna

PariwisataIndonesia.id – Nama brand “Blue Bird” akrab di telinga kita semua dan mengemuka.

Sudah banyak, perempuan-perempuan hebat Indonesia yang menjadikan Kartini sebagai inspirasi dalam menjalani karier maupun berkarya sehingga mampu memberikan manfaat kepada khalayak luas.

Ternyata oh ternyata!

Ada biduanita anggun dan cantik di balik, salah satu bikin sukses Blue Bird tersebut.

Dia adalah Bintarti A. Yulianto

Menyokong perusahaan dari belakang panggung.

Sosok Kartini kita kali ini, jebolan teknik nuklir. Lulusan kampus ternama, Universitas Gadjah Mada.

Berkat kepiawaian, dia ditunjuk sebagai Vice President Teknik PT Blue Bird Tbk., yang bertugas untuk memastikan kesiapan armada Bluebird Group dalam melayani penumpang dan pelanggan.

Disebutkan dalam laman resminya, keseharian Bintarti dihabiskan untuk mengawasi Divisi Perawatan Blue Bird.

Mengawali karir sejak tahun 1997, sampai hari ini, dia sudah 20tahunan kerja menjadi bos teknik di Blue Bird. Dulunya, sempat berkarir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Nasib berkata lain. Kebijakan pemerintah kala itu, menunda pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai pemanfaatan nuklir untuk kesejahteraan masyarakat, mendorongnya untuk mencari tantangan baru seusai dari mendampingi Sang Suami melanjutkan studi di luar negeri.

Setibanya di Tanah Air, dia mendapatkan tawaran emas. Singkat kisah, bergabunglah ke Blue Bird untuk memperkuat jajaran Divisi Teknik.

Meski latar belakang pendidikan tidak nyambung, dengan tekad mau belajar. Perlahan, merasakan nyaman dengan pekerjaannya itu.

Blue Bird memberi peluang emas jabatan kesetaraan

Wanita di era globalisasi, profesi pria mulai digeluti Bintarti. Bukan terletak pada wanita atau pria.

Menurut dia, dalam dunia kerja ataupun dalam kegiatan yang lain, kunci utama adalah perlunya kita memiliki “mindset” yang sama.

Leadershipnya sebagai orang berpengaruh di bagian teknik, memerlukan kedisiplinan dan mobilitas tinggi yang notabene semuanya pria.

“Apabila (telah) ada kesamaan pemahaman, etos kerja, saling memahami the do’s and the don’ts. Rekan laki atau wanita pada dasarnya sama,” katanya, kutip dari laman resminya.

Dia mengungkapkan, justru merasakan aspek positif saat menyampaikan pemikiran bisa lebih direct.

Straight to the point! Bisa lebih terbuka kepada rekan kerja pria. Bahkan katanya, sejalan dengan budaya dan tuntutan kerja di Blue Bird.

Ceritanya lagi, merasa nyaman kerja dengan rekan-rekan teknik yang kebanyakan pria, karena dari saat kuliah pun, teman Bintarti kebanyakan juga pria.

“Waktu pertama harus menangani ini kan sesuatu yang baru jadi saya belajar mengenai otomotif apa itu, engine bagaimana cara bekerjanya, transmisi itu apa, sistem kopling bagaimana itu saya pelajari semua,” bebernya.

Tidak menampik, dia pernah merasa dipandang sebelah mata karena profesinya itu yang membawahi ribuan karyawan.

Berkat ketangguhan dan ulet. Dengan pengetahuan cukup dan kepercayaan diri yang kuat. Alhasil, mampu membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin bagi laki-laki.

Dilansir dari laman Detik, Perannya menjadi bos teknik Blue Bird, sudah pasti bertanggung jawab dari hulu ke hilir terkait perawatan taksi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pihaknya secara berkala harus rutin mengecek kondisi mesin.

“Misalnya kita beli mobil nih apakah itu untuk taksi kan harus disesuaikan, harus dicat dengan warna Blue Bird, dipasang argo, pasang atribut-atribut, itu semuanya di bawah saya. Kemudian pada saat operasional kan dia harus di maintenance, kita bikin sistem service menganutnya kan sistem preventif maintenance jadi kita harus bikin sistemnya, kapan dia harus masuk bengkel untuk dicek, dianalisa apakah ada kerusakan, apakah bisa dioperasikan tanpa ada masalah, itu semuanya kita bikin sistemnya,” ungkapnya, dikutip dari laman Detik.

Oh, ya. Satu lagi profil dari srikandi kita ini, penampilannya mengaku kerap tidak memakai rok.

“Saya ke lapangan kan harus kunjungan ke pool lihat kondisinya seperti apa. Karena itu saya nggak pernah pakai rok untuk mobilitas, jadi selalu pakai celana panjang,” bocornya.

Strategi bisnis Blue Bird, memuaskan kenyamanan tamu dan pelanggan. Ini bocoran dari Vice President Teknik PT Blue Bird

Salah satu “kunci” keunggulan Blue Bird karena perawatan kendaraan menerapkan sistem preventive maintenance.

Disebutkan, program ini untuk mengidentifikasi kemungkinan kerusakan atau masalah yang akan timbul.

Satu unit kendaraan, diwajibkan memiliki histori. Termasuk jadwal perawatan dan permasalahan pada unit tersebut. Datanya tercatat.

Dari dokumen tadi, dijelaskannya, seluruh kendaraan berada dalam keadaan prima. Siap dioperasikan, aman dan nyaman melayani penumpang dan pelanggan.

Blue Bird adaptif terhadap perkembangan zaman

Saat ini, bisnis di bidang transportasi mengalami perubahan yang sangat cepat.

Mereka yang tidak melakukan perubahan, tidak kekinian untuk adaptif dan mentransformasi. Bersaing di era digital bisa-bisa cuma jadi penonton. Konsumen bedol desa, beralih.

Mengomentari itu, dia mengatakan, tantangan utama ke depan adalah perubahan-perubahan yang bersifat “quantum leap”, sehingga kita tidak bisa hanya mempersiapkan diri terhadap perubahan-perubahan linier yang biasa, namun harus siap membuat lompatan agar mampu bertahan.

Dicontohkannya, industri transportasi lagi fokus terhadap kesiapan mobil listrik. Prediksinya, bisa sepuluh tahun ke depan, tidak menutup kemungkinan lebih.

Diyakini, akan hadir teknologi mobil baru, dan Blue Bird sudah bersiap diri untuk tidak mau disebut usang yang tak adaptif itu.

Untuk alasan tersebut, dia menilai, kebijakan perusahaan langkahnya sudah sangat tepat. Blue Bird senantiasa bergerak maju dan unggul terdepan dalam menghadirkan inovasi-inovasi sesuai kebutuhan dan permintaan pasar maupun konsumen.

Bintarti A. Yulianto ucapkan terima kasih kepada Pendiri Blue Bird

Dalam wawancaranya, Bintarti memuji dan mengungkapkan perasaan seperti ingin meledak saking bahagia dan merasa beruntung.

Mengawali karier, langsung di bawah naungan pendiri Blue Bird yakni Ibu Mutiara Fatimah Djokosoetono.

Ada rasa bangga, perasaan hormat karena bertemu orang yang sangat diagungkan.

“Saya tidak akan pernah lupa, bagaimana Ibu Mutiara menanamkan rasa memiliki dan motivasi dengan memberikan perhatian-perhatian kecil, tantangan dan juga kepercayaan. Hal ini yang menjadi pedoman serta nilai-nilai yang saya selalu terapkan baik di lingkungan kerja maupun di keluarga,” puji Bintarti, mencurahkan isi hati.

Disampaikannya, pengalaman hidup yang dia alami berhasil menempanya menjadi salah satu perempuan Indonesia yang sukses di bidang karier, bahkan di industri yang selama ini dikenal lekat dengan laki-laki. Sang pendiri, katanya percaya dan mempercayakan penuh kepada Bintarti. “Budaya kerja pun tercipta nyaman di sini,” tuturnya.

Pesan Bintarti untuk Perempuan di Indonesia

Di akhir kisah, Sosok Kartini masa kini memberi semangat dan mendorong kemandirian semua perempuan di Indonesia.

“Sikap mandiri dan terus tangguh menjadi faktor kunci di dalam langkah emansipasi perempuan. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam berbakti terhadap negara dan memberikan manfaat kepada khalayak luas,” pesannya menyemangati.

“Kepada setiap perempuan Indonesia, teruskan perjuangan dalam menciptakan karya bagi keluarga dan bangsa. Semangat!” pesan Bintarti.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi instagram @kartinibluebird.