Kepala Negara, kata Putu Astawa, meski saat ini masih dalam suasana pandemi, Presiden Jokowi malah beberapa kali turun langsung untuk meyakinkan masyarakat Bali.
Presiden, juga menjanjikan pariwisata internasional pada bulan Juli tahun ini bakal dibuka kembali, yang didahului perjalanan udara untuk jalur domestiknya.
Menyoroti hal tersebut, ia menyambut baik dan mengapresiasi langkah Presiden yang memberikan perhatian lebih, sejalan dengan dibukanya pariwisata internasional itu.
Pasalnya, upaya Presiden Jokowi tentu menumbuhkan daya beli masyarakat. Lebih jauh lagi, katanya, pertumbuhan perekonomian di bali menggeliat kembali, dan sudah pasti, perekonomian nasional ikut membaik.
Untuk mendukung itu, Putu juga memohon agar pembangunan infrastruktur di bali yang masih belum komplit segera diwujudkan.
Menurutnya, infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam membawa Bali ke masa depan.
Sudah pasti, kata dia, Pariwisata Bali akan lebih berkualitas sehingga wisatawan bisa berkunjung berkali-kali karena saling terhubung antar destinasi wisata di Bali (terkoneksi potensi pariwisatanya satu sama lain, red).
Dalam wawancara ini, Putu ingin mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Presiden Jokowi.
“Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, secara pribadi saya mengucakan terima kasih termasuk ucapan ini mewakili nama pemerintah daerah serta semua masyarakat Bali dan stakeholder pelaku usaha di Bali. Bapak Presiden telah memberikan perhatian besar kepada Bali. Mudah-mudahan dengan kunjungan beliau turut mendongrak promosi Pulau Dewata dan memunculkan confidence serta trust kepada wisatawan internasional,” ucap Kadispar Bali, Putu Astawa memuji-memuji kebaikan Presiden Jokowi.
Tak cuma itu, ucapan bangganya juga turut disampaikan kepada Menteri Sandiaga Uno.
“Sejak dipimpin Bapak Sandiaga Uno, Pariwisata di Bali mengalami progres dan menunjukkan kemajuan yang positif. Pak Menteri sosoknya simpatik, adaptif. Pribadinya pun, menurut hemat saya, beliau cukup sabar dalam melayani pertanyaan kawan-kawan pariwisata di sini,” kesan Putu, Kadispar Bali mengucapkan terima kasih kepada Menteri Sandiaga Uno.
Dalam waktu dekat ini, kata Putu, di Bali akan menggelar event berskala internasional bernama BBTF (Bali Beyond Travel Fair). Rencananya digelar bulan Juni ini, dan sejumlah persiapan terkait acara tersebut sudah dipersiapkannya secara matang.
Sederet acaranya tersebut untuk mengajak travel agent dipersilakan menggelar serangkaian festival di Bali, diharapkan pula dapat terjalin kerja sama dan kolaborasi dengan travel-travel luar negeri.
Digadang-gadang, event ini melibatkan 46 negara yang dilaksanakan secara hybrid, pastinya bakalan menarik dan seru. Saat sekarang, Dinas Pariwisata Bali sendiri telah membangun kepercayaan wisatawan dunia dengan pemberian sertifikasi protokol kesehatan, karena hal ini penting sebagai preferensi wisatawan yang ingin datang ke Bali tentunya ingin merasakan aman dan nyaman disertai lingkungan yang bersih.
Oleh karenanya, bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pihaknya senantiasa mengimbau stakeholder pariwisata di Bali diminta untuk disiplin dalam menerapkan protokol CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
Selain itu, program vaksinasi massal bagi pegawai pariwisata, juga tak kalah pentingnya untuk membangun kepercayaan dunia.
Wawancara berkembang ke arah mimpi yang ingin diharapkannya, kata Putu, Bali masih perlu mendapatkan perhatian lebih banyak lagi, khususnya untuk akses dari jalur darat, air, maupun udara.
Putu Astawa mengusulkan kepada Pemerintah agar sejatinya membangun shortcut antara Bali Utara ke Bali Barat yang saat ini memang sudah berjalan tapi akan jauh lebih baik bila ditingkatkan lebih dari itu. Alasannya, jarak tempuh perjalanan akan jauh lebih singkat dan memudahkan wisatawan menuju tempat-tempat wisata hingga ke pelosok.
Kadispar Bali juga mengatakan, peranan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga tak kalah hebatnya dalam mendongkrak geliat pariwisata di wilayahnya.
Berbagai kegiatan padat karya tengah diupayakannya untuk jalankan pemulihan ekonomi Bali, seperti mengajak sejumlah duta besar negara sahabat melakukan transplantasi terumbu karang di Pantai Nusa Dua, Bali.
Putu membocorkan, ada pertemuan di level tingkat menteri yang juga digelar di Bali. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, seperti: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN yang dipimpin langsung oleh Menko Luhut. Semua usaha tersebut, disambut hangat dan mendapat apresiasi Kadispar Bali.
Dengan semakin banyak menteri melakukan rapat di Bali akan menambah kepercayaan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan di Bali sudah pasti dilakukan secara baik sehingga bisa membangun trust (kepercayaan) turis mancanegara.
Bali terus mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi, Pemerintah Pusat merespons cepat dampak pariwisata di Bali. Namun, Kadispar Bali menegaskan ini bukan karena dirinya semata.
“Jangan! Prestasi ini tidak boleh dicitrakan kepada saya. Semua pihak ikut beperan dan turut andil. Banyak pihak berjasa dalam mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Bali. Peran Bapak Presiden Jokowi, Bapak Menko Luhut, Bapak Erick, Pak Sandi, dan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta ya tak mungkin semua disebutkan satu per satu di tengah keterbatasan waktu ini,” tepis Kadispar Bali.

Putu Astawa menyela wawancara sejenak, dikarenakan stafnya mengingatkan jadwal agenda kerja berikutnya dengan menyampaikan bahwa ia sebentar lagi harus ikut rapat dengan Menko Luhut terkait persiapan Pemprov Bali beserta jajarannya dalam menyambut sejumlah Dubes Asing selama berada di Pulau Seribu Pura, pada 26 Maret 2021.
Sesaat menutup wawancaranya, Putu kembali menegaskan, “keberhasilan ini berkat komunikasi yang baik dari semua pihak, sehingga terbentuk rasa persamaan nasib, sikap ini menjadi penting untuk terus didorong oleh Kadispar Bali,” tandasnya.
“Mari tulus dan ikhlas serta serentak seluruh penjuru masyarakat Bali agar saling bahu membahu. Dukungan ini, saat sekarang sangatlah dibutuhkan, bahkan memberikan andil dalam mempengaruhi solusi keluar dari pandemi Covid-19 dengan cara-cara yang cerdas,” pungkasnya.
Di akhir wawancaranya, Putu mengucapkan, terima kasih buat rekan-rekan wartawan di Media PVK Grup, mari ikut bersama-sama dalam memantik semangat kebangkitan pariwisata di Bali yang tak lain dan tak bukan, bahwa Pula Dewata juga dimaknai sebagai “The Island of Gods” dan ikon pariwisata secara nasional.
Pria berzodiak Capricorn yang tak ingin disebut tua, berharap masih bisa diberi kesempatan untuk terus bekerja dan mengabdikan dirinya menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi sesama, terutama Bali harus bangkit pariwisatanya. (eh)







































Leave a Reply