Saat ini yang di KEK Arun, baru ada perusahaan saya dan 3 perusahaan lainnya berasal dari Medan dan Jakarta. Hal tersebut menandakan sosok presiden sangat mendukung rakyat Aceh untuk maju. Minimal logistik dan distribusi dari dan keluar Aceh jadi gampang.
Apa pesan Pak Jokowi saat ke Aceh?
“Saya akan buatkan tol khusus ke Banda Aceh ke Sigli Lhokseumawe ke KEK supaya transportasi di sini menjadi bagus,” kata Presiden Jokowi kepada masyarakat Aceh.
Demi Allah dan saya bersumpah, bahwa presiden yang ini benar-benar luar biasa, Pak Jokowi tulus membangun Aceh. Wallahi. Saya memang sempat terpikir untuk membangun jalan tol sepanjang 10 km agar memudahkan akses bisnis saya ke kawasan KEK, ehh malah keduluan dan itu dilakukan oleh Presiden Jokowi.
Sudah tentu, kebijakan ini membuat makin banyak lagi orang atau perusahaan maupun negara dari luar yang mau tanamkan modalnya di Aceh.
Melihat master plannya, itu seharusnya hanya di Banda Aceh, Sigli, dan Medan. Untuk Lhokseumawe, malah cuma di depannya saja, tidak ada rencana untuk tol sampai masuk ke kawasan ekonomi khusus. Berkat intruksi presiden diperintahkan untuk bangun tol guna mendukung KEK.
Maaf, bisa lebih diperjelas tentang hal tersebut?
Saat presiden meresmikan pembukaan tol di Aceh pertama kali, intruksi Pak Jokowi ketika itu, masukkan lagi dalam pembangunan Indonesia Maju ditambah lagi ruas tol sepanjang 10 km menuju kawasan ekonomi khusus.
Itu baru namanya Presiden, begitu juga dengan hadirnya proyek raksasa ini kelak.
Semoga bisa sesukses seperti Arun dulu. Dampak positif lainnya, tentu akan mengembalikan harga diri dan marwahnya orang Aceh.
Karena itu, saya terdorong untuk tampil dengan menghadirkan bisnis di mana rakyat Aceh bisa kerja dapat duit. Lalu, perutnya kenyang. Hanya berteori tidak bikin perut kenyang. Malahan, akan timbul masalah sosial dan masalah lain.
Menyoroti kilang minyak anda nanti ini, apakah ada imbal balik atau semacam tawar-menawar, misalkan dukungan penuh rakyat Aceh kepada Presiden Jokowi, tanggapan Anda?
Masya Allah, nggak ada itu. Tak ada, saya berani jamin sama sekali, benar-benar nol. Demi Allah, Demi Wallahi!
Tdak ada sama sekali, Presiden kita yang ini sungguh tulus dalam membantu rakyat Aceh. Apalagi, maaf-maaf misalkan Pak Jokowi meminta-minta proyek buat keluarganya. Tidak ada itu!
Saya juga tegaskan dan silakan cek dalam laporan keuangan perusahaan, satu barrel bahkan satu sen pun belum bisa kita produksi dari kilang minyak terintegrasi di Aceh milik saya.
Prediksi saya, mungkin baru diproduksi tahun 2024. Sementara, untuk operating cost sudah dikeluarkan dalam dua tahun ini.

Secuil acan belum terima duit yang ada malah keluar duit. Orang mungkin bisa setres tapi saya santai-santai saja. Filosofi saya sederhana dan berbeda dengan orang kebanyakan.
Sebab, saya ini bukan orang yang senang untuk memperkaya diri sendiri. Kalau hanya sekedar buat makan, tiap bulan saya dikirim oleh Syekh Qatar sebesar 50ribu US Dollar.
Seminggu ini, saya sudah dua kali dikirim. Untuk makan kenyang, kekuatan perut cuma menampung 3kali sehari. Terkecuali yang dimakan emas batangan, maka kalau diasumsikan makanan itu berbentuk dua kilogram emas jelas tak akan ada pernah cukupnya.
Kesan sepintas dari penampilan anda, maaf sedikit menyeramkan. Jangan-jangan, memiliki pegangan atau backing kuat sehingga tak takut kepada siapapun, apa komentar anda?
Saya Lillahitaala, dan di belakang saya ada siapa? Tidak ada, mana ada saya punya backing. Nothing to lose saja hidup ini dijalani.
Sekalipun kenal banyak pejabat negara atau orang-orang penting yang memiliki pengaruh besar di negeri ini, juga diterima baik oleh Bapak Presiden Jokowi dan dianggap saudara oleh Keluarga Al Thani, Qatar.
Saya tetap begini-begini saja. Inilah saya dan tetap menjadi seorang Teuku Badruddin Syah.
Indonesia ini adalah negara hukum. Umpamanya, saya dinyatakan bersalah. Maka, silakan tegakkan hukum dengan adil dan sebenar-benarnya.
Saya hanya punya Allah SWT sebagai pelindung dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, berserah diri saja memohon perlindungan dan pertolongan semata-mata hanya kepada Tuhan YME.
Untuk hal-hal berbau magis dan mistis, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan kultus, yang nyatanya masih dipercaya oleh masyarakat di era modern. Pengetahuan mistis semacam itu, seperti qorin dan khodam melekat pada saya, Wallahualam Bissawab.
Di alquran memang sudah menegaskan, Allah memberikan pengetahuan kepada kita untuk mengenai hal yang ghaib itupun hanya sedikit, dan yang banyak itu cuma Allah yang Maha Segala Mengetahui. Tapi, memang ada segelintir orang yang diberi kemampuan melihat yang sedikit itu.
Satu pertanyaan penutup sebagai pengusaha yang berbisnis di sektor minyak dan gas bumi, juga aktif sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah HDCI Bogor, pandangan anda tentang Pariwisata Indonesia?
Maaf ini semata-mata pendapat pribadi saya, mengapa pariwisata kita cuma mengusung slogan Wonderful Indonesia. No! Seharusnya, pariwisata kita yang semestinya truly asia, why not!







































Leave a Reply