Wagub Bali Ungkap Angka Positif Covid-19 Sudah di Dua Digit dan Sektor Pariwisata Tumpuan Ekonomi Bali

Ketua PHRI Bali mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak yang turut serta mendorong pemulihan ekonomi Pulau Dewata. Berikut ulasannya.
Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,BALI DIANUGERAHI PENGHARGAAN DESTINASI WISATA, TERFAVORIT DUNIA NOMOR SATU VERSI PEMBACA MEDIA PVK GROUP DI TAHUN 2020, KEPALA KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA BALI TRISNO NUGROHO,KETUA PP MUHAMMADIYAH SEKALIGUS WAKIL KETUA MUI ANWAR ABBAS,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,WAKIL GUBERNUR BALI TJOKORDA OKA ARTHA ARDHANA SUKAWATI,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Dok.Humas Pemprov Bali)

PariwisataIndonesia.id – Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang biasa disapa Cok Ace turut menjadi pembicara dalam webinar bertajuk persiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk open border internasional yang digelar Jaringan Wisata Muhamadiyah dari Pura Mandara Giri, Semeru Agung Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/6) sore.

Warga Bali Bergembira Sambut Wisatawan Mancanegara Juli Mendatang  <<< Sebelumnya 

Melanjuti dari artikel sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menegaskan soal program vaksinasi sudah menunjukkan efek baik yang menjanjikan bagi Bali.

Diungkapkannya, dalam beberapa bulan terakhir angka positif sudah di dua digit.

“Angka positif sedikit, yang meninggal sedikit. Kesiapan Bali juga ditunjukkan dengan 1000 hotel dan fasilitas pariwisata sudah memiliki standar CHSE dan ke depan Ditargetkan 1.000 lagi,” tambahnya.

Selain itu, ia tidak menampik bahwa dukungan Pemerintah Pusat, dan memperhatikan kondisi negara asal wisatawan juga ikut berperan di balik suksesnya kunjungan wisatawan mancanegara di bulan Juli nanti.

Tak cuma itu saja, lanjutnya, pola kedatangan wisatawan ke Bali jauh-jauh hari telah diaturnya secara sistematis dan terpadu, seperti penerapan tiga wilayah yang sudah ditetapkan sebagai daerah zona hijau, antara lain Ubud, Nusa Dua dan Sanur.

“Pola untuk wisatawan dari mulai datang, karantina dan dibolehkan ke kawasan hijau hingga kembali ke negaranya sudah kami siapkan,” paparnya.

Menutup paparannya, pendapatan terbesar untuk Bali bertumpu dari sektor pariwisata, dan Wagub Cok Ace tak lupa pula untuk mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak yang turut serta mendorong pemulihan ekonomi Bali.

Pemaparan yang disampaikan Wagub Bali rupanya setali tiga uang dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho yang menegaskan Bali sudah siap untuk open international Border.

Dalam kesempatan itu, Trisno mengawalinya dengan mengajak wisatawan nusantara untuk menikmati Bali sebagai ikon nasional.

Diceritakannya, zona hijau di Sanur, Nusa dua, dan Ubud, termasuk rumah sakit pun sudah dipersiapkan.

Ia berharap dari semua yang disampaikannya tersebut, akan menghadirkan kenyamanan wisatawan untuk liburan ke Pulau Dewata.

“Bali destinasi yang indah dan baik, ke depannya Bali selain membangkitkan wisata juga mengarah ke quality tourism, digital nomad, medical tourism, dan ditambah infrastruktur pendukung yang bisa menyaingi Singapura maupun Kuala lumpur,” imbuhnya.

Di akhir percakapannya, ”Obyek wisatanya sudah siap, masyarakat Bali pun sudah banyak divaksinasi,” kata Trisno, promosikan Bali.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua MUI Anwar Abbas memastikan bahwa jaringan wisata Muhammadiyah harus berperan aktif dan siap hadir, serta berkomitmen untuk membantu pemerintah Bali dengan berkontribusi nyata, minimal mensosialisasikan bahwa Bali sudah aman.

“Kita berupaya bagaimana dunia harus tahu bahwa Bali sudah aman. Bali kan kebanggaan kita di Indonesia. Kewajiban kita untuk ikut mendukung program pemerintah Bali,” tutupnya.