Pariwisata Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa

World Tourism Day 2021 dan ADWI 2021, Putu Astawa Bilang Begini

Apa yang Anda ingin sampaikan kepada Presiden Jokowi, bila tiba waktunya Bali kembali dibuka untuk turis mancanegaranya? "Saya kurang elok menjawab hal itu. Namun, sebatas jabatan dan tanggung jawab yang diamanahkan, itu boleh. Berbicara atas nama Pemerintah Provinsi Bali, tentu ada jenjang yang lebih kompeten," jawab Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa. Berikut ulasannya.

Apa yang Anda ingin sampaikan kepada Presiden Jokowi, bila tiba waktunya Bali kembali dibuka untuk turis mancanegaranya? "Saya kurang elok menjawab hal itu. Namun, sebatas jabatan dan tanggung jawab yang diamanahkan, itu boleh. Berbicara atas nama Pemerintah Provinsi Bali, tentu ada jenjang yang lebih kompeten," jawab Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa. Berikut ulasannya.

Putu kembali melanjutkan penjelasannya dan masih menyoroti soal tema Hari Pariwisata Sedunia 2021.

Menurutnya, erat kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat lokal dan upaya pengembangan potensi budaya melalui kearifan lokal demi meningkatkan ekonomi masyarakat yang kurang beruntung.

Tak cuma itu saja, lanjutnya, didorong untuk membeli produk dan kerajinan.

Lalu, mereka itu diwadahi dan difasilitasi melalui gerakan-gerakan menyerupai UMKM, sehingga tenaga kerja di sekitar lokasi wisata dapat terserap dan ekonomi masyarakat marginal ikut berkembang maju.

Ia juga meminta kepada tim pewarta yang meliput agar pernyataannya itu tidak ditulis sepotong-sepotong, mesti utuh sehingga maknanya tidak bias dalam menerangkan tema World Tourism Day 2021.

Spontan redaksi bertanya lagi, cukup ini?  “Tidak!,” jawabnya.

“Termasuk dalam menata jalur kunjungan turis mancanegara, dulu sekali, pihak Asita Bali, saat masih normal keadaanya (sebelum pandemi Covid-19), mana yang memberikan manfaat yang besar ya itu saja yang diprioritaskan dikunjungi,” kritiknya.

“Saat sekarang, travel pattern (pola perjalanan) berpihak dan menyasar jalur-jalur masyarakat marginal, sepertinya, asosiasi di Bali sudah mulai untuk mengarahkan ke hal itu. Sehingga, pelaku pariwisata yang selama ini belum tersentuh, ikut kecipratan,” imbuhnya.

Saat penyerahan anugerah ADWI 2021, Anda terlihat hadir di acara tersebut. Boleh ceritakan, seperti apa sosok Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno?

“Hahaha, ini saya harus jawab apa,” selanya, gelagapan.

Respons Putu terhadap kehadiran orang nomor satu yang menahkodai Pariwisata Indonesia di Tanah Air sewaktu berada di kedua desa di Bali.

Selain dirinya menyambut baik kehadiran mantan Wagub DKI Jakarta, juga tak sekedar memberi apresiasi, malah mengacungi jempol lawatan Sandiaga Uno, dengan mengatakan, bahwa ia mempunyai kesan dan pesan yang mendalam.

Alasannya, penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Sandi diakuinya memiliki multiplier effect (efek berganda) serta langsung dirasakan saat itu juga.

“Di tempat itu, beliau benar-benar membaur dengan masyarakat dan sigap. Mas Menteri Sandi, tidak sekedar datang begitu saja walau mendengarkan aspirasi yang dirasakan oleh masyarakat di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem tapi langsung memberikan sejumlah langkah penanganannya,” kesan pertamanya.

“Salah satu wujud nyatanya, ketika masyarakat mengadukan dan bercerita kepada Mas Menteri Sandi yang mengeluhkan dampak pandemi ini mengalami penurunan omzet, kesulitan dalam promosi. Lalu, banyak pekerjanya terpaksa berhenti,” terangnya.

(Saat mencurahkan perasaannya itu, PariwisataIndonesia.ID menyaksikan wajah Putu Astawa terlihat berseri-seri dan merasaka bangga kepada Menteri Sandiaga Uno, red), tak butuh waktu lama, kerajinan tangan masyarakat di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem langsung diborong suami Mpok Nur sebanyak 120-an pieces.

“Itu kan namanya bentuk keberpihakan atas penyelaman persoalan yang dihadapi oleh mereka. Ini yang luar biasa dari Mas Menteri Sandi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di situ,” Putu Astawa mengomentari sosok Sandi, ini kesan dia yang kedua.

Apa tanggapan Anda terhadap pelaksanaan ajang ADWI 2021?

“Iya, luar biasa menurut hemat saya, dan program ini idenya sangat brilliant (cemerlang, red). Di tengah kondisi krisis seperti sekarang, Mas Menteri berhasil menciptakan sebuah terobosan baru dan dampaknya sangat masif. Ajang ini tepat sekali dan Bali mendapatkan 2 penghargaan di ADWI 2021,” komentarnya, menyoroti ajang ADWI 2021.

Putu juga menjelaskan hal lainnya, “membangun pariwisata tidak melulu dituntut itu-itu saja,” usulnya.

Untuk itu, ajang ini pun memberikan kemudahan bagi desa-desa wisata lainya agar tampil dan didorong bisa mengembangkan objek-objek baru, “menghadirkan spot-spot wisata yang hidden place (tempat tersembunyi) untuk dimunculkan,” sambungnya.

Berikutnya, melalui ajang ini, semula desa itu belum terkenal. Setelah menang di kompetisi ini, mereka diharapkan akan menjadi lebih dikenal secara luas.

Dikatakannya lagi, pada puncak acaranya, bagi desa wisata yang terpilih dan dinobatkan sebagai yang paling terfavorit akan menerima sejumlah bantuan berbentuk uang.

“Dana yang diperoleh tadi, bisa dikelola secara langsung oleh desa tersebut untuk dikembangkan desa wisatanya lebih optimal lagi,” katanya.

Dia juga menilai, ajang ini bisa mendongkrak potensi desa wisata tersebut, hingga kesohor secara nasional dan internasional.

Menilik peserta yang mendaftar mencapai ribuan, PariwisataIndonesia.ID tertarik untuk mengulik lebih banyak profil peserta ADWI 2021, “umumnya, mereka memanfaatkan sumber daya alam setempat,” bebernya.

“Satu sisi, upaya yang dilakukan oleh Mas Menteri benar-benar menyelami persoalan yang sesungguhnya. Di sisi yang lain, ajang ini turut berperan dalam melestarikan konservasi alam,” tambahnya.

Bersambung ke halaman berikutnya
Setelah menguraikan secara panjang lebar.. “