World Tourism Day 2021 dan ADWI 2021, Putu Astawa Bilang Begini

Apa yang Anda ingin sampaikan kepada Presiden Jokowi, bila tiba waktunya Bali kembali dibuka untuk turis mancanegaranya? "Saya kurang elok menjawab hal itu. Namun, sebatas jabatan dan tanggung jawab yang diamanahkan, itu boleh. Berbicara atas nama Pemerintah Provinsi Bali, tentu ada jenjang yang lebih kompeten," jawab Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa. Berikut ulasannya.
Pariwisata Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa

PariwisataIndonesia.ID – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa memberi ucapan selamat Hari Pariwisata Sedunia 2021, di Bali, pada Senin (27/9).

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai redaksi Media Pariwisata Indonesia (PI) terkait Peringatan World Tourism Day yang dirayakan setiap tanggal 27 September, dan kehadiran tim pewarta disambut hangat di tengah kesibukan dan padatnya jadwal kegiatan Putu Astawa.

Hari Pariwisata Sedunia tahun ini, masih berlangsung dalam suasana penerapan PPKM Berbasis Level untuk Jawa Bali sampai 4 Oktober mendatang.

Menurutnya, momentum World Tourism Day 2021, termasuk Indonesia dan Bali diharapkan dapat merefleksikan pola pariwisata ke depan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19 di masa-masa mendatang dan pariwisatanya sejalan dengan tema World Tourism Day 2021 yakni berbasis justice for all (keadilan bagi semua) atau ekonominya berbasis kerakyatan,” ujar Putu Astawa, dalam menjelaskan maksud tema World Tourism Day 2021.

Melansir laman UNWTO (United Nations World Tourism Organization), peringatan World Tourism Day 2021 mengusung tema “Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif atau Tourism for Inclusive Growth”.

Sejalan dengan hal tersebut, kepada PariwisataIndonesia.ID, Putu menerangkan, “pesan di balik tema itu, yakni soal inclusive growth (pertumbuhan inklusif) adalah membangun pariwisata harus berpihak kepada masyarakat menyeluruh,” terangnya.

Dengan demikian, katanya, suara gemerincing mata uang Euro dan Dollar Amerika Serikat bisa dinikmati pula oleh seluruh lapisan masyarakat terutama yang berada di wilayah pedesaan.

“Pembangunan pariwisatanya juga memenuhi  justice for all, artinya dalam hal hingar-bingar dan gemerlap pembangunan pariwisata turut melibatkan peran masyarakat setempat, seperti tenaga-tenaga yang didatangkan jangan semuanya dari luar (di luar desanya itu),” ujarnya.

Pendapatan harus pula terdistribusi secara merata, kata Putu, melalui program-program yang mengedepankan affirmative action (tindakan afirmatif).

“Sehingga kelompok masyarakat di tingkat marginal sampai ke desa sekalipun ikut ‘kecipratan’ (merasakan atau menikmati, red),” imbuhnya.

Wawancara yang waktunya serba terbatas dan agak sedikit tergesa-gesa. Sebab, sebentar-sebentar harus terhenti karena kesibukan dan agenda kerjanya yang begitu padat.

Pasalnya, di saat yang sama, Putu juga mengikuti serangkain zoom yang dilakukannya sejak pagi hingga malam.

Sementara melansir dari keterangan resminya, Bali termasuk 50 besar “Pemenang Desa Wisata Terbaik” berdasarkan penilaian Dewan Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sewaktu Menteri Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Carangsari, Kabupaten Badung dan Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, juga sekaligus menyerahkan secara langsung penghargaan ADWI 2021

Nantinya, dari 50 desa akan kembali disaring untuk menentukan 10 besar penerima ajang tersebut.

Kemudian, mengerucut lagi menjadi 4 desa terbaik, dan menyisakan 1 desa terfavorit. Selain itu, puncak acara ADWI 2021, kabarnya bakal digelar, Selasa (7/12/2021).

× Hubungi kami