Pariwisata Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa

World Tourism Day 2021 dan ADWI 2021, Putu Astawa Bilang Begini

Apa yang Anda ingin sampaikan kepada Presiden Jokowi, bila tiba waktunya Bali kembali dibuka untuk turis mancanegaranya? "Saya kurang elok menjawab hal itu. Namun, sebatas jabatan dan tanggung jawab yang diamanahkan, itu boleh. Berbicara atas nama Pemerintah Provinsi Bali, tentu ada jenjang yang lebih kompeten," jawab Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa. Berikut ulasannya.

Apa yang Anda ingin sampaikan kepada Presiden Jokowi, bila tiba waktunya Bali kembali dibuka untuk turis mancanegaranya? "Saya kurang elok menjawab hal itu. Namun, sebatas jabatan dan tanggung jawab yang diamanahkan, itu boleh. Berbicara atas nama Pemerintah Provinsi Bali, tentu ada jenjang yang lebih kompeten," jawab Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa. Berikut ulasannya.

Setelah menguraikan secara panjang lebar tentang gelaran ADWI 2021. Ajang ini, juga dikatakannya, sangat membantu untuk memviralkan tenun ikat ganda (double) yang cuma ada 3 di dunia, salah satunya di Indonesia.

“Tenun double ikat di Indonesia hanya ada di Bali,” ungkapnya.

Selain, di Desa Tenganan, Bali, Indonesia. Dua negara lainnya, yakni India dan Jepang.

Untuk di negara India, kain ini disebut dengan Patola dan bisa ditemukan di daerah Patan, Gujarat, India.

Sedangkan di negara Jepang, pembuatan kain yang menggunakan metode double ikat disebutnya ‘Kurume Kasuri’ dan bisa ditemukan di pulau paling Selatan bernama ‘Kyushu’ yang terletak di Kota Kurume.

Wawancara berkembang kepada teknik pembuatan tenun double ikat, “model perajutan dan benang-benangnya disatukan, cukup rumit. Ketika menjadikannya sebagai produk yang utuh, ditopang lagi dengan bahan yang berasal dari tenun gringsing,” paparnya.

“Ini bukan kain tenun yang biasa tapi sangat istimewa. Sudah begitu, caranya pun masih konvensional dengan cara diikat,” tambahnya.

Dengan terpilihnya Desa Tenganan pada ajang ADWI 2021. Maka, “semua mata akan tertuju kepada Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali,” ucapnya.

Putu berharap, ajang ADWI 2021 semoga selalu tetap ada alias digelar setiap tahun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Jangan dihentikan, ini bagus sekali kegiatannya,” pungkasnya.

Apa yang Anda ingin sampaikan kepada Presiden Jokowi, bila tiba waktunya Bali kembali dibuka untuk turis mancanegaranya?

“Saya kurang elok menjawab hal itu. Namun, sebatas jabatan dan tanggung jawab yang diamanahkan, itu boleh. Berbicara atas nama Pemerintah Provinsi Bali, tentu ada jenjang yang lebih kompeten,” jawabnya.

“Sungguh ini satu anugerah yang sangat luar biasa bahagianya. Perhatian Pemerintah atas hal tersebut, terutama kepada Pak Jokowi. Inilah yang menjadi doa, harapan dan mimpinya orang bali,” curahan hatinya.

Diakuinya, Bali sejak dilanda COVID-19, baik pendapatan ekonomi daerahnya, terlebih lagi sektor pariwisatanya benar-benar merosot.

“Semoga, setelah dibuka kembali turis mancanegaranya, ekonomi dan pariwisata di Pulau Dewata ini langsung melesat,” harapnya.

Adakah hal lain yang Anda ingin tambahkan?

“Terima kasih, dan saya merasa berdosa bila tidak menyampaikan hal ini, yaitu upaya dari teman-teman di Media PVK Grup, terutama media Pariwisata Indonesia dalam mempromosikan Bali, saya selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, mengucapkan terima kasih,” katanya.

Pernyataan Putu Astawa tentu bukan tanpa tedeng aling-aling, sebab Media PVK Grup memang tak pernah lelah dan tak henti-hentinya memikirkan untuk mendongkrak dan mempromosikan pariwisata Bali sejak pandemi ini melanda dunia, dan Indonesia tanpa terkecuali, kemudian menetapkan Pulau Dewata sebagai Destinasi Wisata Dunia Terfavorit pada PVK Award 2020.

Selain itu, Founder dan CEO Media PVK Grup Umi Kalsum, juga turun langsung dengan melakukan kunjungan untuk bersilaturahmi dan memperkuat sinergitas pentahelix, yang disambut hangat jajaran di lingkungan Kadispar Bali.

Selama wawancara ini berlangsung, Putu Astawa berbicaranya penuh sopan santun, setiap pernyataannya terstruktur, dan analisanya luar biasa tajam. Ia menguasai persoalan pariwisata yang ada di Provinsi Bali. Sesekali diiringi ucapan lucu dan kocak yang bisa bikin tertawa.

Kesan tim pewarta yang mewawancarainya, sosok Putu Astawa adalah pribadi yang sangat rendah hati, cerdas, dan menginspirasi sebagai tokoh pariwisata di Bali yang bisa untuk diteladani. (Nyoman/eh)