“Jika demand nggak ada maka industri tidak akan tumbuh, kalau demand ada, kami yakin industri siap,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta, juga mengucapkan hal senada.

Mengawali sambutannya, ia mengatakan pada 2021 realisasi belanja industri dalam negeri masih rendah, yakni tidak sampai 31 persen dari Rp1.200 triliun.
“Ketentuan belanja pemerintah jelas, apabila kebutuhan semua Pemda sudah bisa dipenuhi oleh produk dalam negeri maka tidak boleh impor. Kalau untuk kualitas produk dalam negeri kami belajar dari China, Korea, pasti awalnya nggak bagus (kualitas produk) namun layak dipakai, jangan termakan merek, ini kita harus mendidik masyarakat,” tegasnya.
Menjawab kesempatan tersebut, Wali Kota Surakarta langsung merespons cepat dengan menyampaikan produk unggulan industri di Solo, seperti Kiky dan pabrik masker.
“Kesiapan UMKM untuk memenuhi belanja pemerintah kita dorong pengadaannya, coba nanti kita lihat tahun ini. Misalnya, yang diutamakan sektor pendidikan, ATK untuk sekolah yang paling gampang,” kata Putra Mahkota Presiden Joko Widodo. (Eny)







































Leave a Reply