Pariwisata-Indonesia, Kucurkan Kredit Dukung Sektor Pariwisata Bangkit
Ilustrasi Gambar: "Bagai Makan Buah Simalakama" saat relaksasi kredit dukung sektor pariwisata bangkit tanpa berpegang pada prinsip kehati-hatian. (Foto: Media PI/Sumber: Shutterstock)

Kucurkan Kredit Dukung Sektor Pariwisata Bangkit, 2 Bank Pelat Merah Sampaikan Ini

PariwisataIndonesia.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2022 akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2021.

Melansir laman BPS mencatatkan, perekonomian Indonesia secara kumulatif sepanjang 2021 berhasil tumbuh positif mencapai 3,69 persen atau lebih baik dibandingkan 2020 yang mengalami kontraksi 2,07 persen, menunjukkan optimisme.

Baca juga :  Salurkan Kredit di Sektor Pariwisata, BCA: Nilainya hingga April 2022 Diperkirakan Capai Rp 14 Triliun

Segendang sepenarian dengan BPS, PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) juga mencatatkan, total restrukturisasi kredit akibat Covid-19 senilai Rp 321 miliar pada April 2022. Nilai itu turun sebesar Rp 135 miliar dibandingkan portofolio restrukturisasi akhir tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga beberapa waktu lalu, yang menjelaskan perihal itu, tak bisa dilepaskan dari membaiknya perekonomian, terutama di wilayah Bali.

Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan akan terus mendukung upaya Pemerintah, salah satunya, bank pelat merah ini telah memberikan keringanan bagi nasabah untuk melunasi kredit.

Sambungnya, untuk menjaga kualitas kredit, Bank Mantap tetap mengedepankan monitoring ketat terhadap portofolio kredit itu sendiri, wabilkhusus yang terkait dengan sektor pariwisata.

“Hal ini yang kemudian menjadi dasar pemberian program-program keringanan kepada debitur sehingga dapat melakukan pembayaran terhadap kewajibannya,” kata Elmamber P. Sinaga, kutip PariwisataIndonesia.id dalam pernyataanya di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Setali tiga uang dengan Bank Mantap, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga menyatakan senada, yakni penyaluran kredit di sektor pariwisata tumbuh positif secara tahunan.

Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto, perbaikan itu tidak lepas dari menggeliatnya sektor pariwisata setelah selama 2 tahun “terpuruk” karena pandemi COVID-19.

Ia menambahkan, rasio kredit masalah (NPL) di sektor ini, malah juga kian membaik sejak tahun lalu.

“Ini tak lepas dari strategi pertumbuhan selektif yang diterapkan BRI, di samping adanya normalisasi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Namun, dia tak menampik, demi menjaga kualitas kredit di sektor pariwisata, BRI tetap akan selektif menerapkan soft landing strategy dengan terus membentuk pencadangan yang cukup.

Dia juga menjelaskan, menentukan kelayakan nasabah, patut pula mempertimbangkan kondisi usaha, potensi bisnis, dan kemampuan bayar. Tak terkecuali, relaksasi (pengenduran, red) kredit, rekam jejak restrukturisasi juga menjadi perhatian. (eh)