Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!
Virus Corona atau Covid-19 sudah ditetapkan sebagai Pandemik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization disingkat WHO) ya Gaaees..
Hal itu wajar saja, karena penyebarannya begitu massif ke banyak negara, termasuk Indonesia.
Dalam keterengan resminya menyampaikan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif fasilitasi pemanfaatan hotel dan transportasi yang diperuntukkan bagi Tenaga Medis dan Gugus Tugas.
Upaya itu, sudah tentu agar mencegah wabah ini tidak makin meluas, terutama melindungi tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan dalam penanganan wabah COVID-19.
PariwisataIndonesia.ID menduga, kebijakan tersebut bisa jadi untuk tetap menjaga kebugaran mereka yang lelah sepulang merawat pasien Covid-19.
Di sisi lain, ini juga baik buat melindungi keluarganya supaya tidak tertular. Tak sedikit pula, setelah berjuang menangani deretan pasien Covid-19 yang tak henti-hentinya itu.
Akhirnya mengalami kelelahan mental. Lebih jauh lagi, timbul kondisi stres yang faktornya tentu masih berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Apalagi, ketika menyaksikan pasiennya banyak menghembuskan nafas terakhir.
Oleh karena itu, sangat pantas kepada mereka, bila Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memuliakan profesinya dengan memberikan perhatian lebih.
Kebijakan tersebut patut kita dukung dan acungi jempol Gaaees…
“Pemerintah tidak hanya mengatasi Covid-19 dari sisi kesehatannya saja. Pemerintah sedang siapkan kebijakan untuk mengurangi dampaknya, terutama untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dikutip PariwisataIndonesia.ID dari keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/3/2020).
Menurutnya, kebijakan ini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mewujudkan langkah tersebut.
“Jaringan hotel ini akan menjadi sarana tempat tinggal tenaga medis dan gugus tugas Covid-19 di berbagai daerah agar mereka lebih dekat dengan RS. Jika diperlukan hotel ini bisa dijadikan tempat isolasi mandiri,” imbuhnya.
Menyoroti upayanya ini, Wishnutama mengaku telah berkoordinasi secara khusus dengan Kepala BNPB.
“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga bekerja sama dengan pihak transportasi untuk membantu pekerja medis dan gugus tugas Covid-19,” katanya.
Menangani dampak Covid-19, kata Wishnutama juga diperlukan kerja sama dari berbagai pihak dan kalangan masyarakat. Dia tak menampik, kondisi yang terjadi saat ini mengatasinya tak semudah membalikkan telapak tangan.
“Khususnya para pelaku ekonomi kreatif seperti televisi, film, rumah produksi, conten creator, radio, animasi, desain grafis, artis seniman, musisi, dan berbagai kalangan di daerah. Saya mohon untuk aktif membantu pemerintah menangani Covid-19. Kami melihat sudah banyak inisiatif dari pelaku kreatif. Saya apreaiasi dan banyak terima kasih. Peran pelaku kreatif banyak membantu,” kata Wishnutama.
Maka dari itu, Menteri Wishnutama mengajak semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif beserta masyarakat untuk saling bahu membahu dan menguatkan satu sama lain.
Gaaees…! Ini mungkin masa-masa yang cukup sulit. Tapi, dengan keteguhan hati, pikiran yang positif dan disiplin patuhi imbauan Pemerintah terkait Protokol Kesehatan yang ketat, dan tetap optimis, yakinlah kita akan bisa bangkit bersama melewati semua ini. (Kusmanto)





































Leave a Reply