Membangun Desa Wisata Kubu Gadang

Meski berusia relatif muda, Desa Wisata Kubu Gadang yang terletak di Kelurahan Ekorlubuk, Padangpanjang Timur berkembang pesat dan menjadi buruan kunjungan wisatawan hingga mancanegara. Seperti apa lokasinya?

Desa Wisata Kubu Gadang memberikan sensasi liburan sangat komplit. Tidak hanya garansi kesejukan dan kesegaran udara yang masih jauh dari polusi, juga memiliki beragam edukasi warisan tempo dulu (heritage). Baik berupa sejumlah pertunjukan kesenian dan permainan tradisi, juga dapat menikmati kuliner ringan dan berat saisuak (masa lalu).

Desa Wisata Kubu Gadang yang terlahir dari garapan putra daerah dimotori seorang Yuliza Zen mulai 2014 silam itu, dapat ditempuh dalam waktu singkat dengan jarak 60 kilometer dari Kota Padang dan hanya 5 kilometer dari pusat Kota Padangpanjang.

Untuk dapat menikmati suasana asri Desa Wisata Kubu Gadang, pengunjung dapat mengakses menggunakan kendaraan mini bus melalui tiga akses pintu masuk.

Masing-masing melalui Gerbang Ransam, Guguak Kaliliang dan Gajahtanang sebagai satu-satunya gerbang yang bisa mengakomodir pengunjung dalam jumlah besar menggunakan micro bus.

Melalui tiga pintu masuk desa tersebut, pengunjung akan langsung disuguhi pemandangan dan udara yang segar. Bentangan lahan pertanian produktif dengan kegiatan aktivitas petani tradisionalnya, akan membawa psikis wisatawan seakan hidup di masa tempo dulu.

Bagi rombongan wisatawan yang menggunakan bus, hanya perlu melanjutkan dengan berjalan kaki sekira 100-150 meter untuk sampai di pusat objek wisata yang dilengkapi Touris Information Center (TIC) Kubu Gadang.

Melalui TIC, pengunjug bisa mendapatkan bejubel informasi tentang Desa Wisata Kubu Gadang dengan berbagai keunggulannya. Di antaranya seperti ketersediaan 15 unit homestay, potensi unggulan kuliner, atraksi seni dan budaya serta wisata edukasi.

Termasuk salah satu keunggulan lainnya, terdapatnya Pasar Digital yang beroperasi mulai pukul 07.00-13.00 WIB setiap Minggu dan terkadang beraktivitas ketika adanya momentum kalender wisata yang dikemas khusus Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang.

Berbeda dengan pasar pada umumnya, Pasar Digital melayani transaksi jual beli dan sewa hanya menggunakan mata uang khusus Kubu Gadang yang identik dengan nominal mata uang tempo dulu.

Mata uang yang terbuat berbahan kulit tersebut, memiliki dengan nilai konversi masing-masing Duo Piah (Rp2 ribu), Mos (Rp5 ribu), Sapiak (Rp10 ribu), Duo Piak (Rp20 ribu), Sasuku (Rp50 ribu) dan Satuih (Rp100 ribu).

Baca juga :

Melalui Pasar Digital dengan alat tukar mata uang khusus tersebut, wisatawan dapat menikmati sajian kuliner tempo dulu dan menyewa pakaian tradisional dengan harga relatif juga murah. Beragam kuliner dan cemilan tempo dulu yang dapat ditemukan pengunjung, yakni seperti kalamai sagu (oyak-oyak), kacimui, lamang tapai, pical inyiak simah, jagung rebus dan katen.

Inisiator dan pengelola Desa Wisata Kubu Gadang, Yuliza Zen menyebut meski baru efektif berjalan di penghujung 2015 silam itu, objek wisata ini telah menjadi salah satu tujuan kunjungan wisatawan domestik dan manca negara. Hal ini karena spesifikasi dan keunggulan objek wisata berupa tradisonal kuliner, atraksi seni budaya dan tradisi adat Minangkabau.