Halo, Surfing Mania.
Pariwisata Indonesia mengajak kamu berselancar di laut lepas emang udah biasa. Tapi gimana rasanya berselancar di sungai?
Hem, emang ada sungai yang bisa dipakai surfing? Ada, dong. Dan kabar baiknya, sungai itu ada di Indonesia! Sini, gua kasih tahu!
Sungai yang bisa menghasilkan ombak tinggi seperti di laut memang tidak banyak. Dan Indonesia, khususnya Riau beruntun memilikinya. Kerennya lagi, ombak yang diciptakan di sungai ini adalah spot terpanjang yang ada di dunia.
Ombak ini bisa lo temukan di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sungai terpanjang kelima di Sumatera yang memiliki panjang 413 kilometer ini mampu menghasilkan ombak dengan tinggi mencapai 4 hingga 5 meter. Wow banget, kan?
Oleh masyarakat setempat, ombak ini dinamakan bono, yang artinya berani. Menurut kepercayaan, bono adalah perwujudan Tujuh Hantu yang sering menghancurkan sampan dan perahu nelayan yang melewati Sungai Kampar. Emang, sih, dengan kecepatan ombak hingga 40 km/jam, kapal nelayan akan mudah tersapu oleh bono.
Selain itu, bono juga memiliki potensi untuk menyebabkan erosi di daratan sekitar sungai. Ombak ini juga terkadang mampir di rumah penduduk yang berada di pinggiran sungai.
Karena citra horornya, wajar aja jika di masa lalu bono menjadi momok menakutkan bagi masyarakat setempat. Oleh sebab itu, saat ada yang akan melewati Sungai Kampar, masyarakat yang dipimpin tetua adat akan mengadakan sempah atau upacara untuk memohon keselamatan.
Namun di sisi lain, bono juga sering dipakai sebagai ajang uji ketangkasan di antara para Pendekar Melayu Pesisir.
Ada mitos, tentunya ada teori ilmiah juga. Menurut para ahli, bono terjadi akibat pertemuan arus air tawar dari Sungai Kampar dengan arus laut dari Selat Malaka dan Laut China Selatan. Arus laut yang menerobos masuk ke sungai akan berbenturan dengan air sungai yang mengalir deras. Benturan ini akhirnya menciptakan tidal bore atau bono dengan arah yang berlawanan dengan aliran sungai.
FYI, bono di Sungai Kampar enggak akan lo temukan sepanjang tahun karena ada ‘SnK’ yang harus dipenuhi agar ombak ini bisa tercipta.
Syarat pertama, air laut dari Selat Malaka dan Laut China Selatan harus dalam kondisi pasang, yaitu sekitar bulan purnama. Selain air laut yang sedang pasang, syarat lain untuk menciptakan bono yang besar adalah tingginya curah hujan yang akan menaikkan debit air di sungai. Waktu-waktu ini biasanya terjadi di musim hujan.
So, kalo ingin bertemu ombak bono yang besar, lo kudu datang pada bulan Oktober hingga Desember, tepatnya di tanggal 12-16 penanggalan Hijriyah. Selain itu, bono juga bisa ditemukan di bulan Februari dan Maret.
Buat yang enggak berani menunggangi bono, lo tetap bisa menikmati kegagahan ombak ini dengan melihatnya di Desa Teluk Meranti dekat Muara Sungai Serkap (anak Sungai Kampar) dan Desa Pulau Muda. Eits, tapi harus hati-hati. Pilih lokasi yang tidak berpotensi mengalami longsor, ya.
Bono emang tidak datang berduyun-duyun seperti ombak laut. Tapi saat akan datang, bono akan ngasih ‘alarm’ berupa suara gemuruh seperti tsunami. Jadi, para peselancar bisa segera bersiap-siap.
Tidak seperti ombak laut, bono bisa mencapai panjang dari 200 hingga 2 kilometer, mengikuti lebar sungai. Selain itu, bono juga akan bergulung-gulung menyisir daerah aliran sungai dan bisa bertahan hingga dua jam serta mencapai jarak hingga 60 kilometer, loh. Wah, keren banget, kan?
Keunikan bono yang berbeda dengan gelombang laut biasa, bikin para surfing mania dari dalam hingga luar negeri berbondong-bondong ingin menjajal ‘Si Tujuh Hantu’. Bahkan banyak yang juga berlomba-lomba untuk memecahkan rekor dunia melalui arus gelombang ini.
Tercatat per tahun 2016, James Cotton, peselancar asal Australia memecahkan rekor dunia dengan meraih jarak terpanjang selancar bebas dengan menempuh jarak sejauh 17,2 kilometer di ombak bono Sungai Kampar.
Dengan semakin banyaknya peselancar yang menjajal ombak ini, bono sudah tidak menjadi momok menakutkan bagi masyarakat sekitar. Malah, Si Tujuh Hantu yang memukau ini menjadi ikon pariwisata di Riau. Pemerintah bahkan menggelar event tahunan seperti International Surfing Festival dan Bekudo Bono.
Yuk simak serunya ombak bono yang dulu menakutkan, namun kini menjadi wisata ekstrim yang disajikan oleh KOMPASTV
Nah, kalo lo termasuk salah satu yang penasaran dengan bono, buruan jadwalin liburan ke Riau, dan nikmati sensasi menunggang ‘Si Tujuh Hantu’ sebagai salah satu obyek Pariwisata Indonesia. (Anita)
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022







































Leave a Reply