Sejarah Di Balik Penetapan 5 Hari kerja
Menetapkan Minggu dan Senin sebagai libur kerja, ternyata tidak pula mendatangkan keuntungan bagi industri. Sebaliknya, produktivitas malah justru menurun.
Akhirnya, para pemilik pabrik berinisiatif menukar libur di hari Senin menjadi hari Sabtu, tapi hanya setengah hari. Namun, hari Sabtu tetap masuk bekerja, tetapi tidak dalam waktu penuh.
Dengan begitu, ketika Senin tiba para pekerja bisa memiliki pikiran dan semangat yang penuh. Seiring berjalannya waktu, hari libur tidak hanya setengah hari Sabtu dan hari Minggu, namun di dua hari itu secara penuh alias utuh.
Sebagaimana disebutkan di awal, Jumat petang hingga Sabtu petang adalah hari Sabat bagi kaum Yahudi, sementara Minggu adalah hari suci bagi umat Kristiani. Akhirnya, di perkenalkan lah konsep bekerja 5 hari dalam sepekan.
Misalnya Henry Ford, pendiri Ford Motor Company, ia menjadikan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur bagi para karyawannya di tahun 1962.
Ia juga menetapkan jam kerja dalam sepekan, yakni 40 jam. Waktu libur itu selain bisa digunakan untuk beristirahat juga diyakini bisa menjadi kesempatan bagi para pekerja membelanjakan uangnya, seperti membeli produk konsumsi sehingga perputaran uang tetap terjadi.
Melihat kondisi tersebut, Amerika Serikat secara resmi ikut mengadopsi sistem lima hari di tahun 1932, sebagaimana yang dilukiskan dalam film The Big Short, yang mendokumentasikan secara sempurna pada tahun-tahun itu menjadi saksi bagaimana sebuah wilayah adidaya macam Amerika Serikat mampu terpuruk ke jurang yang terdalam.
Sejarah mencatat, dan menyebutnya masa Depresi Besar (The Great Depression), yang waktunya tak sebentar, loh!
Masa kelam itu berlangsung selama 10 tahun, mulai dari 1929 sampai 1939 saat jabatan pemerintahan dipimpin oleh Herbert Hoover.
Kala itu, nilai saham anjlok, kredit macet, perusahaan bangkrut, hingga ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi tabungan atau menyusun rencana di masa depan. Semua dilanda kepanikan; antara cemas dan takut menyaksikan negerinya bakal berantakan.
Upaya pemerintah Amerika untuk meliburkan di hari Sabtu dan Minggu, tentunya tak lain dan tak bukan sebagai kebijakan dalam mengatasi lonjakan pengangguran yang terjadi secara masif, sekaligus mengatasi masyarakatnya tengah mengalami depresi begitu hebatnya.
Semoga artikel kali ini bisa sedikit membantu, mengapa hari Sabtu dan Minggu diidentikkan sebagai akhir pekan? (Jes)







































Leave a Reply