Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum selaku Founder dan CEO PVK Group,Pariwisata Bali,Media PVK Group, BALI DINOBATKAN DESTINASI DUNIA TERFAVORIT VERSI MEDIA PVK GROUP TAHUN 2020,BERITA PRESIDEN JOKOWI, MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA, berita Presiden Jokowi, Indonesia Maju
Kadispar Bali I Putu Astawa / Foto Website Pariwisata Indonesia.

I Putu Astawa: Meski Tak Berdaya, Instruksi Presiden Pasti Kita Patuhi dan Dijalani Sebaik-baiknya

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” Instruksi Presiden Joko Widodo kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, Senin (5/7). Kita tahu bersama, Kepala Negara tengah memfinalisasi rencana penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Apa imbauan Kadispar Bali Putu Astawa. Tertarik dengan artikelnya? Ini ulasannya, dibaca yuk!

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” Instruksi Presiden Joko Widodo kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, Senin (5/7). Kita tahu bersama, Kepala Negara tengah memfinalisasi rencana penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Apa imbauan Kadispar Bali Putu Astawa. Tertarik dengan artikelnya? Ini ulasannya, dibaca yuk!

PariwisataIndonesia.id – Saat ini, merebak virus Covid-19 Gelombang II di Tanah Air. Dampak dari itu, Pemerintah secara resmi sudah memutuskan beberapa waktu lalu tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di berbagai kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali, 3-20 Juli 2021.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” Instruksi Presiden Joko Widodo kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, pada Senin (5/7).

Dalam siaran resminya, Instruksi Presiden tersebut mengatur kebijakan secara nasional dalam menekan laju penyebaran pandemic lebih meluas, dan tidak ujug-ujug datangnya.

Selain Kepala Negara menilai, masih tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia akibat dari lonjakan Corona yang begitu cepat dan imbas varian baru.

Di sisi lain, sambung Presiden, setelah mendapatkan masukan dari para menteri, ahli kesehatan, dan kepala daerah, barulah diputuskan PPKM Darurat.

Menanggapi hal itu, redaksi Media Pariwisata Indonesia (PI), pada Senin (5/7), mewawancarai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi (Kadispar) Bali, I Putu Astawa, dan mengatakan, bahwa kondisi pariwisata di Pulau Dewata ke depannya, ia menduga, semakin memprihatinkan, dan ‘tak berdaya’ terkait dampak keputusan tersebut.

Mengawali wawancaranya, dikatakannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah menerapkan kebijakan PPKM Darurat.

“Menyedihkan dan saya menduga ke depannya, mungkin akan bertambah sepi. Kita tahu, masyarakat di sini menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata dan telah berlangsung lama sejak pandemi mulai merebak. Wabah ini, melumpuhkan ekonomi Bali,” kata Kadispar Bali kepada Redaksi Pariwisata Indonesia, Bali, Senin (5/7).

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan agar apa yang ia sampaikan tersebut harus utuh dan diwanti-wantinya dikutip secara utuh, “mohon tidak sepotong-potong,” ingatnya.

Alasan Putu, semua pelaku bisnis, tak cuma di Indonesia, malah mungkin di dunia sekalipun, dan tak terkecuali di Bali, saat sekarang ini sedang terdampak dan sensitif. Dikhawatirkan niat baiknya, malah akan menimbulkan interpretasi yang kontroversi.

Atas dasar hal tersebut, artikel kali ini diputuskan untuk ditayangkan dalam dua judul terpisah, tetapi isi artikelnya tetap saling bertalian agar menarik minat pembaca www.pariwisataindonesia.id, ikut merasakan kondisi pariwisata di Bali saat sekarang.

“Saya juga mengikuti perkembangan situasi ibu kota. Kita tahu pada Gelombang II ini, terjadi lonjakan kasus Covid-19 sedang memasuki fase genting. Diikuti meningkatnya kematian bahkan rumah sakitnya, hampir kewalahan,’ ujar Putu Astawa.

Putu menerangkan maksud pernyataannya, “maraknya pasien Covid-19, tidak hanya di Jakarta tapi dirasakan sama di wilayah-wilayah, seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat maupun lainnya,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya belajar dari kejadian tersebut, Bali tidak ingin terjadi hal-hal seperti tadi.

Bersambung ke halaman berikutnya
Meski memprihatinkan .. “