Pariwisata Indonesia, Mansion Tjong A Fie
Galeri foto semasa hidup Tjong A Fie bersama keluarga dan kolega – Foto: Google Maps/Kenzo Kenzie

Jejak Tiga Gedung Bersejarah di Kota Medan dan di Urutan Buncit Ada Satu Video Menginspirasi yang Wajib Ditonton

PariwisataIndonesia.ID – Medan, Sumatra Utara (Sumut) menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia yang menyimpan nilai sejarahnya sendiri.

Hal tersebut terungkap dalam sejumlah bangunan kuno bersejarah yang turut membentuk latar belakang berdirinya kota itu, dan keberadaannya jadi saksi bisu yang masih tetap kokoh sampai sekarang.

Berikut  tempat-tempatnya.

1. Gedung London Sumatra

Gedung ini adalah salah satu peninggalan zaman kolonial yang masih berdiri kokoh sampai sekarang, yang mengusung konsep arsitektur gaya Eropa dan gaya rumah-rumah yang ada di London pada masa abad 18-19.

Karena bentuknya yang unik dan ikonik, gedung yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani Medan, Sumut, tidak sedikit pula masyarakat di kota ini untuk berselfie ria dengan menjadikannya sebagai latar foto.

Bangunan lima lantai dan secara keseluruhan tampilan luarnya berwarna putih atau dikenal dengan nama Gedung London Sumatera merupakan landmark kota Medan, yang berdiri sejak 1910.

Dulunya, dipergunakan sebagai kantor PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Sering disingkat menjadi Lonsum (London Sumatra), yaitu perusahaan perkebunan yang dimiliki oleh Harrisons & Crossflied Plc., yang berpusat di London.

Saat sekarang, masih diperuntukkan sebagai perkantoran Lonsum, yang baik tampilan fisik dan fungsi gedung tetap tidak mengalami perubahan hingga kini. Dalam perjalanannya, Badan Warisan Sumatra (atau BWS) memasukkan gedung ini sebagai salah satu bangunan bersejarah di kota Medan.

2. Istana Maimun

Istana ini menjadi bukti masa kejayaan dan jejak peninggalan Kesultanan Deli saat dipimpin Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, dan juga merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumut.

Bangunan 2 lantai seluas 2.772 m2 ini terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan, Sumut.

Tokoh di balik berdirinya Istana Maimun, juga patut untuk kita ketahui bersama adalah Capt. Theodoor van Erp, yaitu seorang arsitek yang lahir di Ambon, 26 Maret 1874.

Meski pada awal karirnya merupakan seorang serdadu Belanda, namun seiringnya waktu, ia memperoleh gelar Doctor Honoris Causa Fakultas Seni dan Filsafat dari Universitas Amsterdam.

Selain merancang Istana Maimum, ia juga ahli dalam melakukan pemugaran benda-benda purbakala, seperti Candi Borobudur, Candi Siwa, Candi Induk Sewu, Candi Ngawen, Candi Selogriyo, dan Candi Pringapus pernah di tanganinya.

Keistimewaan Istana Maimun tidak sekedar usianya saja yang kuno (atau sejarah di masa lalunya). Wisawatan pun bisa berfoto-foto ria sambil mengenakan baju adat melayu yang disewakan oleh pengelola tempat itu.

Jangan lewatkan pula untuk menengok jejak peninggalan Kesultanan Deli, yang bisa terlihat dari interiornya memadukan warisan kebudayaan Melayu Deli dengan gaya Islam, Spanyol, India, Belanda dan Italia.

Bersambung ke halaman berikutnya
3. Mansion Tjong A Fie