Pariwisata-Indonesia, Save by The Bell Proposal Perdamaian Maskapai Pelat Merah, Lolos PKPU GIAA Janjikan Cetak Laba 3 Tahun Mendatang dan Dimohon Terbang Pakai Garuda Jangan yang Lain, BERITA PT GARUDA INDONESIA TBK (GIAA,DIREKTUR UTAMA GARUDA INDONESIA IRFAN SETIAPUTRA,Lolos PKPU GIAA Janji Cetak Laba 3 Tahun Mendatang
Ilustrasi gambar: Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat jumpa pers. (Foto: Media PI/Dok. Ist)

Save by The Bell Proposal Perdamaian Maskapai Pelat Merah, Lolos PKPU GIAA Janjikan Cetak Laba 3 Tahun Mendatang dan Dimohon Terbang Pakai Garuda Jangan yang Lain

PariwisataIndonesia.id, Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berhasil mendapat persetujuan proposal perdamaian dari kreditur pada voting Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), beberapa waktu lalu, bagaikan ‘save by the bell’ (adalah suatu istilah dalam tinju profesional).

Perihal itu disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, selain mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kreditur, pemerintah, dan segenap pemangku kepentingan, atas partisipasi serta dukungan tanpa henti terhadap proses restrukturisasi Garuda, yang dioptimalkan melalui serangkaian proses PKPU. Menurutnya, hal ini adalah wujud kepercayaan dan optimisme pihak-pihak terkait, terhadap pemulihan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia.

Di sisi lain, kata Irfan, proposal perdamaian yang disusun tersebut juga sesuai dengan kemampuan perusahaan.

“Proposal perdamaian yang disetujui oleh mayoritas kreditur disusun Garuda dengan mempertimbangkan kepentingan para kreditur dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban usahanya,” kata Irfan, Jumat (17/6/2022).

Sambungnya, setelah melalui komunikasi intensif serta dukungan dari segenap kreditur dan lessor tersebut, ia pun berharap yang telah dicapai dalam persetujuan ini dapat menjadi awal dari upaya Garuda memulai transformasi. Khususnya untuk menjadi entitas bisnis kebanggaan Indonesia yang lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing.

“Hal ini sekaligus menjadi wujud kepercayaan dan optimisme pihak pihak terkait terhadap pemulihan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia,” terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga memerhatikan capaian yang diperoleh Garuda atas PKPU tersebut sebagai hal yang positif dan menggembirakan bagi maskapai pelat merah ini, terutama sekali industri penerbangan di Indonesia secara umum.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko menyatakan Garuda Indonesia secara grup akan berupaya maksimal untuk mengimplementasikan komitmen dalam proposal perdamaian yang telah disampaikan kepada kreditur.

“Kami akan melakukan upaya terbaik untuk melaksanakan putusan PKPU ini. Kementerian BUMN berkomitmen untuk melakukan pengawasan atas rencana bisnis dan operasi Garuda pasca putusan PKPU,” kata Tiko.

Dia juga menilai, yang dilakukan manajemen Garuda Indonesia menjadi barometer baru dalam sejarah restrukturisasi kewajiban usaha BUMN. Khususnya dengan ragam latar belakang kreditur dan kompleksitas penyelesaian nilai tagihan yang terverifikasi dalam proses PKPU ini.

Mencermati babak baru buntut dari ajuan proposal perdamaian PT Garuda Indonesia ini, hasil voting di sidang penundaan kewajiban pembayaran utang yang angkanya mencapai Rp142 triliun yang digelar di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akhirnya disetujui mayoritas kreditur.

Dengan demikian, Garuda berhasil meraih persetujuan atas proposal perdamaian dengan angka melebihi 95,07 persen, untuk headcount kreditur. Serta 97,46 persen dari nilai tagihan yang telah diakui, dan terverifikasi oleh Tim Pengurus. Untuk selanjutnya, persetujuan mayoritas kreditur ini, dijadwalkan akan dilanjutkan dengan pengesahan, melalui rapat pembacaan putusan pada 20 Juni mendatang.

Selepas lolos dari PKPU, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio optimistis bahwa kinerja perseroan akan menunjukkan tren perbaikan pada tahun ini. Kedepannya, menjanjikan akan mengupayakan mencetak laba hingga 3 tahun mendatang.

“Kinerja membaik akhir tahun ini, kalau profitnya 2-3 tahun mendatang,” imbuhnya.

Segendang sepenarian dengan Tiko dan Prasetio, Irfan setali tiga uang, juga mengatakan hal senada, untuk mencapai target menghasilkan profit, fokus utama perseroan adalah semakin banyak mengoperasikan jumlah pesawat yang serviceable. Kondisi ini juga bertepatan dengan meningkatnya jumlah permintaan untuk penerbangan baik domestik maupun internasional.

“Insya Allah bisa [untung], makanya terbangnya pakai Garuda jangan yang lain. Jadi kami laba. Kalau nggak untung ngapain [mengajukan proposal perdamaian],” pungkasnya. (Eny)