PariwisataIndonesia.id – Ke Medan ngeliat koala, emang bisa? Jangankan koala, beruang kutub aja bisa lo lihat di kota ini.
Saat liburan ke Kota Medan, enggak ada salahnya kalo lo mampir ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery yang ada di jalan S. Parman, Kota Medan, Sumatera Utara.
Dari namanya aja, lo pasti udah bisa nebak kalo museum ini berisi beraneka jenis hewan yang sudah diawetkan. Lalu, apa, sih, yang bikin museum ini layak dikunjungi? Simak berikut ini, ya Gaes!
Mengawalinya, museum ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Asia yang punya koleksi satwa terlengkap, sudah pasti dong ketika lo berlibur ke museum ini akan meninggalkan pengalaman yang begitu berkesan.
Menurut keterangan resminya, museum ini diperkirakan menampung sebanyak 2.600 spesies, mulai dari yang paling besar seperti gajah afrika dan kerangka dinosaurus, sampai yang terkecil seperti semut. Termasuk dari hewan kutub hingga yang tinggal di laut.
Sehingga, tanpa harus keliling dunia, lo bisa ngeliat secara langsung satwa-satwa dari berbagai negara. Bahkan, terdapat pula rombongan hewan liar penghuni padang rumput Afrika, juga ada deretan kehidupan di Antartika, tak terkecuali binatang-binatang khas Indonesia. Wow banget deh, museum ini Gaes!
Uniknya lagi nih, semua hewan-hewan yang diawetkan itu, malah dipajang seperti kondisi di habitat aslinya, loh!
Ada keluarga singa yang akan menerkam rusa, kawanan serigala yang sedang memantau domba, rombongan monyet yang lagi bergelantungan, beruang yang berkelahi dengan ular, hingga sekelompok harimau yang sedang menikmati hasil buruan. Seru, kan?
Jangan heran juga nih, dan ini pun enggak kalah kerennya, Gaes! Yaitu, satwa-satwa itu tidak dimasukkan ke dalam lemari kaca, tapi dipajang secara terbuka, cuma diberi pagar yang berfungsi sebagai pembatas buat para pengunjung museum. Dengan penataan seperti itu, lo jadi bisa mengamati hewan-hewan tersebut secara puas.
Dengan kondisi seperti itu, wajar saja bila gambar yang dihasilkan sewaktu lo berfoto-foto ria atau bikin video vlog jadi lebih bagus. Gimana, ajib banget bukan?
Museum ini juga memiliki koleksi ular, burung, kambing, kucing, hingga kupu-kupu yang ternyata punya banyak jenis. Lo jadi bisa belajar apa perbedaan setiap jenis hewan itu.

Yang enggak boleh lo lewatin saat berkunjung ke Rahmat Museum adalah night safari. Di ruangan ini, lo bisa ngerasain sensasi bertualang di hutan saat malam hari.
Bukan cuma ruangan agak gelap yang akan lo dapatkan, tapi juga suara-suara mencekam dari hewan-hewan liar. Pokoknya, ini bisa jadi latihan mental sebelum lo camping di hutan sungguhan.
Sebagai catatan, satwa-satwa di sini didapatkan secara legal, seperti satwa yang mati di kebun binatang, dari perburuan legal, hingga pemberian dari kolega. Jadi sebagai pecinta satwa, lo enggak perlu khawatir ada satwa yang disalahgunakan demi kebutuhan museum.
Puas berkeliling, waktunya beli oleh-oleh! Tenang aja, di Rahmat Museum terdapat toko souvenir dengan berbagai produk bertema satwa. Selain itu, ada juga Hunters Café buat lo istirahat.
Untuk semua fasilitas ini, lo cukup merogoh kocek 75.000 rupiah. Harga yang benar-benar ‘worth it” dengan seabreg-abreg yang lo dapetin, dan enggak akan ditemukan di tempat lain selain hanya di museum ini.
Oh ya, Gaes! Kalo sekolah lo mau study tour ke sini, tiket masuknya bisa lebih murah lagi. Cuma 25.000 dengan minimal 25 orang, ya!
So, jangan lupa masukin Rahmat International Wildlife Museum and Gallery ke dalam itenary lo, yang enggak cuma liburan tapi sekaligus wisata beredukasi yang akan bisa menambah ilmu pengetahuan. Lalu rasakan pula, sensasi bertualang ke Afrika hingga Antartika. (Anita)
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply