Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Curug Citambur

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya

Beberapa air terjun di Indonesia terkenal dengan beragam cerita mistisnya. Kisah penampakan, atau mitos – mitos yang membuat bulu kuduk berdiri, yang berasal dari kepercayaan masyarakat setempat, menjadi bagian dari daya tarik wisata itu sendiri.  Bahkan, banyak juga pengunjung yang sengaja datang karena ‘penasaran’ dengan mitos tersebut. Namun demikian, semua pengunjung yang datang ke lokasi air terjun tetap diimbau agar menjaga sopan santun serta mematuhi peraturan setempat. 

Indonesia memiliki banyak air terjun.  Panorama alam yang ditawarkan selalu menakjubkan dan menjerat hati terbuai dengan pesonanya.  Namun, di balik gemericik air yang menenangkan, tersimpan riwayat yang bisa membuat kuduk merinding.  Yah, Indonesia bukan hanya rumah bagi ribuan air terjun eksotis, tapi juga menjadi panggung bagi legenda yang masih dipercaya hingga kini.

Berikut adalah beberapa air terjun paling mistis di Indonesia yang memadukan keindahan alam dengan misteri yang tak lekang oleh waktu:

Air Terjun Madakaripura, Legenda Gajah Mada

Terletak di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa timur, Air Terjun Madakaripura berada di tengah lembah sempit dengan tebing tinggi yang melingkar bak mangkuk raksasa.  Dengan ketinggian sekitar 200 meter, Air Terjun Madakaripura merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan kedua di Indonesia, dengan aliran airnya yang sangat deras tanpa henti sepanjang tahun.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Air Terjun Madakaripura

Letak air terjun yang tersembunyi dan dikelilingi tebing serta suasana alam sekitar yang hening, menciptakan suasana magis yang sangat kental.  Tempat ini sangat tepat untuk dijadikan tempat bertapa.

Ada cerita menarik yang dipercaya masyarakat setempat, bahwa kawasan air terjun ini dahulu merupakan lokasi pertapaan terakhir Mahapatih Gadjah Mada, tokoh besar kerajaan Majapahit, sebelum dirinya moksa atau lenyap secara spiritual. Mitos inilah yang melahirkan nama Air Terjun Madakaripura, yang berasal dari ‘Mada’ adalah penggalan nama dari sang Patih Gadjah Mada. Sementara ‘Kari’ artinya peninggalan, dan ‘Pura’ berarti sembahyang atau semedi.  Bahkan di aera parkir Air Terjun Madakaripura terdapat arca Gadjah Mada.

Selain itu, kawasan air terjun ini pada waktu-waktu tertentu sering menimbulkan aroma harum yang tak biasa, serta suara gemericik air terdengar seperti lantunan nada yang merdu.  Aura mistis tirai airnya juga kuat dan sering dikaitkan dengan penampakan harimau putih.  Harimau putih ini, menurut kepercayaan warga sekitar, merupakan penunggu dan penjaga Air Terjun Madakaripura.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Air Terjun Madakaripura, tempat semedi Patih Gadjah Mada

Namun demikian, banyak pengunjung yang ingin menikmati air terjun yang letaknya masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini.

Air Terjun Tegan Kiri, Tangisan Gadis Misterius

Pesona keindahan Air Terjun Tegan Kiri menawarkan petualangan alam yang menakjubkan. Dengan memiliki ketinggian jatuhnya air sekitar 10 meter, air terjun ini menyuguhkan pengalaman yang menyegarkan dengan airnya yang jernih dan dingin.

Air Terjun Tegan Kiri terletak di Desa Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi, dikelilingi panorama alam yang sangat indah dan masih asri.  Sumber air terjun ini berasal dari perbukitan setinggi 26 meter yang berada di sekitarnya.

Dikelilingi oleh pepohonan rindang, keindahan air terjun ini semakin lengkap dengan adanya kolam alami di bawahnya, menawarkan suasana nyaman yang sangat menyegarkan.  Hadirnya Suku Anak Dalam (SAD) yang menjaga pintu masuk dan tempat parkir Air Terjun Tegan Kiri, turut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan alam di kawasan ini.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Air Terjun Tegan Kiri

Selain sajian keindahan alam, Air Terjun Tegan Kiri juga menyimpan mitos mistis, tangisan gadis muda yang sering terdengar di area air terjun. Suara tangisan tersebut terdengar di gemerciknya air terjun, terutama akan terdengar ketika hujan turun disertai panasnya matahari.

Kepercayaan ini diawali dengan cerita masyarakat setempat yang mengakui bahwa dahulu ada kejadian dimana 2 orang anak gadis meninggal secara misterius, saat memegang bunga bangkai. Konon, dahulu kawasan air terjun ini pernah tumbuh bunga bangkai.

Setelah kejadian tersebut, suara tangisan pun mulai kerap terdengar di kawasan Air Terjun Tegan Kiri ini. Masyarakat pun menyimpulkan bahwa itu adalah suara tangisan arwah gadis tersebut.

Meskipun mitos mistis ini menambah aura misteri dan kesan menyeramkan, namun pengunjung tetap berdatangan dan ingin menikmati keindahan Air Terjun Tegan Kiri, salah satu pesona alam Jambi yang autentik.  Bahkan, banyak diantara mereka yang merasa penasaran dan tertantang untuk merasakan sendiri sensasi mendengar suara tangisan tersebut.

Air Terjun Songgo Langit, Dihuni Sepasang Makhluk Halus

Air Terjun Songgi Langit menawarkan panorama alam air terjun yang sangat cantik dan mengagumkan. Sajian pemandangan alamnya sangat asri dan menawan. Air terjun ini berada di Dukuh Ngelencer, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Air Terjun Songgo Langit

Keunikan Air Terjun Songgo Langit yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar kurang lebih 2 meter, yaitu memiliki sumber mata air yang berasal dari sungai yang membelah hamparan area persawahan di atas air terjun.  Jadi, air yang mengalir bukan berasal dari sumber mata air langsung, tetapi dari sungai yang ada di atasnya.

Kucuran air terjunnya sangat bergantung pada musim hujan. Jika pada saat musim hujan, debit airnya akan sangat deras, namun ketika musim kemarau, debit air sangat berkurang.

Keunikan lainnya yang mengundang banyak pengunjung datang menikmati Air Terjun Songgo Langit adalah legenda tragis sepasang pengantin yang jatuh ke jurang (yang kini menjadi air terjun) saat menaiki pedati.  Masyarakat setempat mempercayai bahwa sepasang pengantin tersebut menjadi penunggu gaib lokasi tersebut.

Mitos lainnya juga menyebutkan, bahwa tempat ini sering meminta korban jiwa, terutama para lajang serta adanya larangan adat menikahkan orang dari Desa Bucu dan Tunakan.  Hal ini terkait dengan cerita bahwa sepasang pengantin yang terjatuh ke dalam jurang tersebut berasal dari Desa Tunahan dan Desa Blucu. Sehingga terdapat mitos berupa larangan bagi warga Desa Bucu dan Desa Tunakan turun-temurun, untuk tidak boleh menikah satu sama lain, karena diyakini akan mendatangkan kesialan.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Air Terjun Songgo Langit

 

Namun demikian, di balik mitos mistisnya, masyarakat setempat pun percaya bahwa mencuci muka atau mandi di air terjun ini akan membuat seseorang awet muda serta mendapatkan keberkahan.

Curug Citambur, Suara Perempuan Menangis

Air Terjun Citambur atau yang lebih akrab dengan sebutan Curug Citambur (dalam bahasa Sunda, Curug artinya Air Terjun), menyajikan pemandangan indah yang begitu menawan.  Dengan ketingggian Curug sekitar 130 meter dengan tiga tingkatan ini, memiliki debit air yang cukup deras.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Curug Citambur

Berdiri tegak membelah hijaunya perbukitan Ciganjur Selatan, Curug Citambur bukan sekedar tumpahan air dari ketinggian.  Sajian keindahan yang dimiliki, benar-benar memikat hati. Sesekali pada saat-saat tertentu kawasan ini diselimuti kabut yang menciptakan suasana begitu syahdu dan menarik.  Pemandangan alam sekitarnya sangat cantik dan estetis.

Namun, di balik gemuruhnya yang memekakkan telinga dan kabut abadi yang menyelimuti dasarnya, tersimpan tabir rahasia yang telah berusia berabad-abad. Curug Citambur adalah kemegahan yang menyimpan sunyi, sebuah simfoni alam yang dipercaya sebagai tempat pemandian para dewa dan saksi bisu kejayaan kerajaan yang kini hanya tersisa dalam dongeng.

Curug Citambur yang terletak di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini, memiliki kisah mistis yang cukup kental.

Bermula dari asal usul nama Citambur, yang berasal dari suara jatuhnya air yang bergemuruh keras sehingga suaranya menyerupai suara alat music pukul Tambur.  Sehingga curug ini pun dinamakan Citambur.  Namun, warga sekitar mempercayai bahwa di waktu-waktu tertentu, kerap terdengan suara tabuhan tambur gaib yang berasal dari balik air terjun.

Cerita mistis lainnya yang masih sangat dipercaya yaitu sering terdengar suara tangisan perempuan di sekitar air terjun.  Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, itu merupakan suara arwah perempuan yang bunuh diri karena dipaksa menikah.  Selain itu, seringkali muncul penampakan sosok bayangan putih yang melayang di atas air terjun.

Mengulik 4 Air Terjun dengan Cerita Mistisnya
Curug Citambur

Mitos lainnya menceritakan bahwa Curug Citambur merupakan tempat pemandian seorang raja, Prabu Tanjung Sanghyang Anginan, raja Kerajaan Tanjung Anginan.  Setiap kali datang ke Curug, Prabu Tanjung Sanghyang Angainan selalu dikawal pasukan dengan menabuh tambur.

Masyarakat setempat pun sangat percaya, air di kawasan ini dapat membawa keberkahan serta menghasilkan aura awet muda bagi siapa saja yang mandi dengan niat yang bersih.

Mitos lainnya yang cukup kental yaitu keberadaan 3 sosok gaib besar yang kerap ditemui pengunjung, saat mengunjungi curug ini.

Meskipun banyak berbalut cerita menyeramkan dan memberi kesan angker, Curug Citambur tetap populer dan menjadi destinasi wisata yang sangat memukau. Curug Citambur adalah perpaduan sempurna antara keindahan visual yang luar biasa dan kekayaan budaya lisan yang magis.(*)