Pulau Satonda merupakan destinasi wisata menarik di Nusa Tenggara Barat dengan pesona alamnya yang sangat menakjubkan. Dikelilingi oleh perairan biru jernih, Pulau Satonda menawarkan suasana yang tenang nan eksotis. Lebih dari sekedar tujuan wisata, pulau ini menjadi ‘obat’, dan me-recharge energi yang tadinya redup, berubah menjadi kembali bergairah, secara alami.
Suasananya yang tenang dan lingkungannya yang masih asli, menjadikan Pulau Satonda tempat untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Menciptakan pengalaman menarik yang sulit terlupakan. Pulau kecil ini laksana surga tersembunyi, yang masih jarang disentuh wisatawan. Air lautnya yang biru jernih serta keindahan panorama bawah lautnya yang luar biasa menakjubkan. Benar-benar menghipnotis siapapun yang datang kesini. Memanjakan setiap wisatawan yang datang ke pulau ini.
Pulau Satonda bukanlah pulau biasa. Menurut para ahli geologi, pulau ini terbentuk dari letusan gunung purba jutaan tahun silam. Pulau yang merupakan bagian dari kaldera purba ini, masuk dalam kawasan Taman Nasional Moyo Satonda, karena letaknya cukup strategis di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Mayo. Tepatnya di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sekitar 30 menit perjalanan laut dari Pelabuhan Calabai di Pulau Sumbawa.

Perairan di sekitar Pulau Satonda terkenal jernih dengan visibilitas tinggi. Hal ini cocok untuk dijadikan spot favorit snorkeling dan diving. Apalagi keindahan terumbu karangnya begitu cantik dengan warna-warni yang menarik, rumah bagi berbagai jenis ikan tropis, bintang laut serta makhluk laut eksotis lainnya.
Snorkeling di bibir pantai saja sudah dapat menyaksikan keajaiban bawah laut. Namun, bagi yang memiliki sertifikasi menyelam, dapat mengeksplore ke tengah laut yang lebih dalam lagi, untuk menikmati keseruan yang luar biasa, lanskap laut yang dilengkapi drop-off alami dan dinding karang yang menakjubkan.
Selain perairan Pulau Satonda menawarkan kesempatan untuk menyelam dan menikmati keanekaragaman hayati bawah lautnya yang memikat, pulau ini juga memiliki ‘keseruan’ lainnya yang unik dan langka, Danau Satonda. Danau Satonda adalah danau asin yang terletak di tengah kawah vulkanik, merupakan pengalaman langka yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Airnya asin seperti air laut, padahal keberadaan danau ini terletak di atas gunung dan di tengah pulau.

Menurut penelitian, kadar air danau berubah drastis setelah mengalami peristiwa meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815. Kejadian ini termasuk salah satu peristiwa gunung meletus terbesar di dunia. Akibatnya, turut memicu adanya tsunami besar yang menghantam Pulau Satonda, dimana air laut pun masuk ke dalam kawah, sehingga menciptakan danau berair asin, hingga saat ini.
Danau yang terbentuk di dalam kaldera bekas letusan gunung api ini, terletak di tengah pulau dan dikelilingi bukit karst. Sehingga keberadaan danau ini tampak seperti danau rahasia.
Untuk menuju Danau Satonda, dari dermaga hanya perlu berjalan kaki sekitar 15–20 menit, sambil menyusuri jalur alam. Begitu sampai di tepi danau, langsung disuguhi pemandangan unik, dengan keindahan air danau berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi hutan tropis lebat.

Lanskap nan Eksotis
Pulau Satonda memiliki keindahan lanskap yang sangat cantik. Dipenuhi pepohonan tropis, akar pohon eksotis yang menjuntai, formasi batu karang nan eksotis serta pantai berpasir putih nan bersih. Sungguh menghipnotis pandangan mata, merupakan surga tersembunyi bagi dunia fotografi.
Banyak sekali sudut-sudut alami di pulau ini yang menarik dan asyik untuk dijadikan latar foto estetik. Saat matahari terbit atau menjelang senja, cahaya yang terpendar pun menyulap suasana alam menjadi lebih dramatis dengan nuansa tropis nan otentik.
Untuk menikmati wisata ke Pulau Satonda, biasanya kerap dimasukan dalam paket liveaboard dari Labuan Bajo atau Lombok dalam rute mereka, bersama dengan destinasi wisata lainnya seperti Pulau Komodo, Pulau Moyo, dan Gili Bola.

Untuk ke Pulau Satonda, hindari musim penghujan karena kondisi ombak yang cukup tinggi dan jalur darat berlumpur, sehingga kondisi perjalanan menuju pulau ini cukup berat. Datanglah pada musim kemarau seperti bulan April hingga Oktober. Hal ini akan menciptakan suasana perjalanan yang menyenangkan, karena cuaca cerah dan suhu nyaman. Untuk melakukan aktifitas snorkeling dan trekking semakin mengasyikkan, begitu juga dengan akses laut jadi lebih mudah dan aman.
Dengan pesona alam yang memukau, keunikan geologis serta menikmati eksplorasi yang intens, tenang, dan sangat dekat dengan alam, Pulau Satonda adalah rekomendasi tempat liburan yang wajib disambangi!(*)




































