Wisatawan Mancanegara saat menikmati liburannya di Alam Sambangan berlokasi di Jalan Raya Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. (Foto: Istimewa / Jepretan foto diambil saat sebelum Pandemi Covid-19)

Atasi Gagal Move On Datanglah ke Alam Sambangan di Bali, Lagi PDKT? Ini Kesempatan, HTM 10K All In

Pemilik usaha Alam Sambangan sedari awal dia sudah punya firasat. Dewa Made Gunawan meyakini, pengunjung yang datang tak sekedar untuk berenang.

Hal itu bisa terlihat melalui, sejumlah meja makan di dalam restoran kursinya mirip Raja dan Ratu; Begitu juga dengan meja yang berada di luar, view langsung ke perbukitan.

Singkatnya, Gaess!

Mau pengunjungnya datang sendiri atau berpasangan, mau datangnya bersama rombongan atau melakukan meeting formal dan informal. Mau melangsungkan garden party atau menggelar pernikahan berkonsep outdoor (luar ruangan), itu semua sudah terpikirkan jauh-jauh hari!

Sayangnya, terkendala persoalan klasik, yakni modal dan selama pandemi Covid-19 sedang parah-parahnya ketika itu, Alam Sambangan tak diizinkan dibuka. Ini atas imbauan pemerintah setempat sejalan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Pusat.

Atas dasar hal tersebut, ditambahkan sejumlah fasilitas untuk membuat manja pengunjung Alam Sambangan. Buat apa? Biar betah dan mau berlama-lama dengan menghadirkan aman, nyaman dan kembali datang ke Alam Sambangan.

Dia berharap, bisnis kreatif Alam Sambangan menjadi potensi baru. Doanya, terus bertahan dan berkembang lebih maju sebagai sumber pemasukan selain diperoleh dari kolam renang dan restoran.

Umumnya, tamu-tamu yang ditargerkan, datang untuk santai sambil ngobrol bersama orang tua, keluarga, handai taulan, dan pasangan bukan untuk berenang.

Itulah yang menjadi alasan utama, Alam Sambangan sekarang ini banyak mengalami perubahan di sana-sini.

Lebih lanjut, katanya, terdapat arena permainan anak-anak. Lalu, ada live music.

Suasana di objek wisata yang terkenal di Sambangan ini, selain seru dan asik. Kami juga merasakan ketenangan batin. Bagi mereka yang pikirannya gelisah, cemas, galau, sakit hati dan putus asa. Akhirnya, merasa tidak tenteram dan kurang tenang hidupnya.

Hiburlah diri dengan datang ke Alam Sambangan. Apalagi ketika berenang, airnya itu, ‘hiii ..’ dingin. Kuy deh!

Komang Maleneoerus menyampaikan laporan, ada apa lagi?

Bagi pecinta spot-spot foto yang instagramable, Alam Sambangan surganya untuk itu dan memang aneka spot fotonya diakui ‘kecebadai.’

Dijamin ‘super duper’ dan mengulik bahan baku pembuatannya, spot-spot foto itu terbuat dari rotan dan kayu yang didesain menjadi sebuah karya berbentuk bulan sabit, lingkaran dan love. Setiap jepretan foto, tidak akan kehabisan ide. Kaga bakalan mati gaya, suwer!

Saat sedang mewawancarai pemilik usaha ini, terdengar sayup-sayup gelak tawa dan teriakan bocah-bocah yang bergembira menikmati wisata air di Alam Sambangan. Samar-samar juga terselenting bunyi kecipak-kecipuk dari kolam renang.

Gaess! Objek wisatanya cukup luas dan terletak di pinggir jalan raya. Untuk parkirnya? Bisa menampung banyak kendaraan, lapang sekali.

Menyoroti menu makanan dan minuman yang ditawarkan di Alam Sambangan, soal rasa variatif sesuai selera, tapi harganya? Relatif terjangkau!

Hai Gaess, sudah paham jalannya? Ini diinfokan lagi, simak!

  1. Dari titik Singaraja, bergerak menuju ke pertigaan lampu merah Sambangan. Setelah itu, pilih jalur sebelah kiri. Selanjutnya, terus lurus ikuti jalan. Kemudian belok kanan dan lanjutkan belok kiri. Rute ini titik menuju lokasi akhir! Terus jalan lagi hingga 1 kilometer sampai nanti melewati penginapan Shanti Natural. Tak lama setelah itu, siap-siap Gaess! Alam Sambangan sebagai tujuan akhir sudah sampai.
  2. Dari Denpasar atau Bedugul, pertama-tama bergerak menuju Tugu Tiga. Setelah itu terus lagi sedikit. Lalu, belok lagi ke kiri. Kemudian, terus saja lurus sampai mendapatkan pertigaan itupun masih lurus. Rute ini titik menuju lokasi akhir, ingat Gaess! Saat di sini sudah sejalur dengan rute akhir no.1.Ikutin saja, karena sudah sama. Selamat datang di Alam Sambangan, Gaess!

Di akhir tulisan, pria berzodiak Aries mengingatkan pengunjung Alam Sambangan, “harus disiplin patuhi Prokes dan diatur jaraknya. Kapasitas pengunjung dibatasi, tak boleh kecewa bila dinyatakan sudah penuh,” imbau orang nomor satu di Alam Sambangan, Dewa Made Gunawan.

Sebelum berpamitan, katanya, “harga tiket masuk (HTM) per orang dikenakan cuma Rp10 ribu. Setiap pengunjung diizinkan untuk menikmati seluruh fasilitas yang disuguhkan oleh Alam Sambangan,” katanya kepada Kontributor Bali Media Pariwisata Indonesia, Komang Maleneo Bramasta.

Masa sih, beneran? Ayo buruan Gaess! (eh/Mbr)