Desa Bekas Galian Tambang di Sulap Jadi Desa Terbaik di ASEAN

PariwisataIndonesia.id – Kabupaten Kuningan tidak hanya terkenal akan Gunug Ciremainya yang gagah. Tepat di bawah kaki gunungnya, ada satu desa wisata yang tidak kalah memesona.

Desa itu dikenal dengan nama Desa Wisata Cibuntu. yang terletak di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Terdapat wisata alam, budaya, hingga sejarah di Desa Cibuntu. Dimulai dari Kampung Domba, Rumah Alam, batu-batu bersejarah, sampai mata air yang bisa langsung diminum.

Desa Cibuntu pun sangat dijaga baik kelestarian alamnya dan tetap dikelola oleh pihak lokal secara tradisional.

Atraksi budaya juga menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan oleh Desa Cibuntu adalah tarian penyambutan pengunjung. Selain itu daya tarik lainnya berupa suvenir kriya, yaitu produk-produk kesenian yang terbuat dari pemanfaatan limbah kayu.
Selain itu juga banyak tersedia homestay, sebagai tempat istirahat dan penginapan untuk wisatawan.

Udara sejuk menjadi ciri khas di kawasan ini. Tak hanya situs peninggalan zaman dulu, Cibuntu memiliki sumber air yang disebut Sumber Kahuripan.

Kelestarian Alam Dijaga dengan Sangat Baik

Yang menarik dari desa wisata yang terletak di sebelah barat Kuningan kota tersebut, ialah masyarakatnya sangat menjaga kondisi alam. Penjagaan tersebut dimaksudkan untuk menarik minat para wisatawan yang sedang berkunjung, agar bisa lebih menikmati suasana asrinya.

Seperti dikutip dari merdeka.com, Awam, selaku Kepala Desa di Cibuntu mengungkapkan jika keasrian lokasi wisata di Cibuntu akan terus dijaga. Melalui semangat kekompakan masyarakatnya, Awam optimis dapat mengembangkan wisata daerahnya itu jadi lebih maju.

Memiliki Konsep Sapta Pesona

Menurut Awam, di desanya terdapat semangat pelayanan pengunjung yang diwujudkan ke dalam konsep bernama Sapta Pesona. Ia mengungkapkan Sapta Pesona merupakan komitmen dari masyarakat setempat untuk memberikan rasa nyaman kepada pengunjung, melalui tujuh unsur yakni aman, tertib, indah, rama tamah dan kenangan.

“Desa Wisata Cibuntu yang memiliki daya tarik bukan karena hiasan saja yang mempercantiknya, namun juga mengedepankan konsep Sapta Pesona dalam menarik wisatawan,” kata Kepala Desa Cibuntu Awam di Kuningan, Sabtu (29/8), dilansir dari Antara.

Bekas Kawasan Tambang

Di kawasan yang berjarak 30 km dari Kota Cirebon tersebut, merupakan bekas kawasan tambang yang dikelola baik oleh masyarakat sekitar. Karena perawatan itu, tidak ada kerusakan yang parah akibat kegiatan tambang di masa lampau.

Awam mengungkapkan, kawasannya dahulu merupakan bekas galian C, meliputi nitrat, fosfat, asbes, talk, grafit, pasir kuarsa, kaolin, feldspar, marmer, pasir. Karena dampak yang ditimbulkan sangat besar, akhirnya masyarakat sepakat untuk memperbaikinya.

“Kawasan Desa Wisata Cibuntu ini sangat dijaga baik kelestariannya dan tetap dikelola oleh pihak lokal secara tradisional,” tuturnya.

Memiliki Beragam Situs Purbakala hingga Mata Air Alami

Sembari menikmati suasana alam yang menyejukkan, pengunjung juga bisa mengunjungi beberapa situs purbakala yang terdapat di Cibuntu. Diduga, situs tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum seperti situs Bujal Dayeuh, serta melihat peralatan sisa purbakala seperti batu dan giok.

Di Cibuntu, juga terdapat beberapa mata air alami yang bisa digunakan untuk menyegarkan diri, seperti Curug Gonseng, hingga mata air Sumber Kahuripan.

Dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Terbaik

Lokasi yang juga terkenal dengan sebutan ‘Kampung Kambing’ tersebut beberapa kali meraih prestasi. Seperti kategori destinasi terbaik lima besar se-ASEAN, di bidang homestay pada tahun 2016.

Satu tahun kemudian, tepatnya di 2017 Cibuntu juga kembali menyabet penghargaan sebagai desa wisata terbaik dalam ajang Community Based Tourist. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berkunjung ke desa wisata yang berada di kaki gunung Ceremai tersebut.

Kedatangannya ingin membangun desa tersebut menjadi desa yang kreatif untuk menikatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Karena pandemi maka desa terpaksa harus mencari cara untuk dapat survive dan menghasilkan pendapatan lain yang tidak sekedar berpangku pada pekerjaan mayoritas masyarakatnya saja. Dengan mulai mengusung konsep desa wisata sudah tentu akan menambah nilaii tambah desa itu sendiri karena mengadaptasi pendekatan ekonomi kreatif. Untuk itu desa juga harus meningkatkan ketrampilan masyarakatnya terutama untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi yang belum berakhir dengan berinovasi menciptakan konten-konten menarik untuk mengangkat wajah dan keunggulan desa yang dapat dijual dalam satu paket wisata yang unik dan menarik,” kata Sandiaga ditulis Kamis (3/6/2021) detik.com.

Sandiaga Uno mengajak desa wisata Cibuntu yang memiliki prestasi pernah menyabet gelar desa wisata terbaim urutan kelima pada tingkat ASEAN tahun 2016 ini untuk menginspirasi desa yang belum menerapkan konsep desa wisata agar meniru kemandirian mereka, juga mengajak desa wisata lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.