Intip Pakaian Adat Mandailing

Artikel ini merupakan persembahan khusus dari redaksi PariwisataIndonesia.ID di hari yang sangat istimewa, mengingat, Ibu Negara Iriana Jokowi berulang tahun pada Jumat, 1 Oktober 2021. "Selamat Hari Kesaktian Pancasila dan Selamat Ulang Tahun yang Ke-58 Ibu Iriana Jokowi!"
Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menjalankan resepsi pernikahan dengan adat Batak Mandailing
Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menjalankan resepsi pernikahan dengan adat Batak Mandailing atau Tapanuli Selatan, Minggu, 26 November 2017, Medan, Sumatera Utara (Foto: Tangkapan layar Youtube Kementerian Sekretariat Negara RI)

PariwisataIndonesia.ID – Tanah Air kita tercinta memiliki keanekaragaman suku, pulau dan budaya yang begitu banyaknya dengan kekhasan yang berbeda satu sama lain,.

Saat keanekaragaman dan kekayaan tersebut menyatu menjadi satu bangsa maka yang muncul adalah sebuah keindahan.

Dengan demikian, Indonesia bukan alamnya saja yang kaya, suku dan kebudayaan Indonesia juga sangat kaya.

Hal ini, bisa dibuktikan melalui pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution sampai akhirnya, putri semata wayang Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) melahirkan.

Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution adalah cucu Presiden dan merupakan perpaduan Jawa-Medan.

Dalam salah satu pestanya, tak lepas seperti judul artikel kali ini, “Intip Pakaian Mandailing” adalah budaya khas Provinsi Sumatera Utara terdapat suku Mandailing tepatnya di daerah Tapanuli Selatan, Mandailing dan Padang Lawas.

Pakaian adat yang digunakan meski sama-sama berasal dari Medan, ulos yang dikenakan walau sedikit menyerupai dengan Batak Toba tapi tetap saja berbeda.

Di mana bedanya? Untuk yang khas Mandailing ulosnya dipadukan dengan aksesoris untuk menambah indah, menawan dan semakin cantik dipandang.

Pakaian adat ini, umumnya digunakan saat upacara perayaan, seperti upacara pernikahan.

Bagi para perempuan Mandailing, ciri khas utamanya terletak pada ‘bulang’ di keningnya.

Bulang terbuat dari bahan dasar emas sepuhan. Mengulik maknanya, bulang diartikan sebagai lambang kemuliaan atau merupakan simbol struktur kemasyarakatan.

Berbeda dengan perempuan, laki-laki Mandailing menggunakan penutup kepala yang bentuknya khas.

Penutup kepala pakaian adat Sumatera Utara ini disebut Ampu. Pada waktu dulu, ampu digunakan oleh para raja Mandailing dan Angkola.

Warna hitam yang terdapat pada Ampu memiliki fungsi magis sedangkan warna emas menunjukkan simbol kebesaran.

Kala itu, Putri Presiden Joko Widodo, yakni Kahiyang Ayu meluapkan rasa bangga campur bahagia dapat mengikuti seluruh prosesi pernikahan adat Mandailing. Termasuk saat dinobatkan menjadi ‘boru Siregar’.

“Senang sih ikuti semua prosesi adat yang di Medan,” kata putri semata wayang Presiden Jokowi di acara Mata Ni Horja di kompleks Bukit Hijau Regency, Medan, Sabtu, 25 November 2017.

Kebahagiaan Kahyang sungguh tak bisa diungkapkan, seperti kehilangan kata-kata. Bahasa gaul versi anak muda zaman now, sebutannya speechless!

“Termasuk pakai bulang, nari Tortor. Kemarin juga dapat gelar boru Siregar,” ujar istri wali kota Medan sambil mengapit sebelah kiri-kanannya, yakni Presiden Jokowi dan Ibu Negara.

Bagaimana rasanya saat mengenakan bulang yang menjadi hiasan kepala sebagai ciri khas utama adat Mandailing.

“Dijalanin saja, dinikmatin saja. Senang pokoknya,” jawabnya.

Artikel ini merupakan persembahan khusus dari redaksi PariwisataIndonesia.ID di hari yang sangat istimewa mengingat, Ibu Negara, Iriana Jokowi berulang tahun pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Usia Istri Presiden Jokowi, bertambah dan bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. 

Nah buat Anda yang sedang di rumah saja, jangan lewatkan untuk terus menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang kebudayaan dan pariwisata di Tanah Air dengan membaca segala informasinya tersebut, hanya di laman resmi Pariwisata Indonesia, silakan klik www.pariwisataindonesia.id. 

Selamat Hari Kesaktian Pancasila dan Selamat Ulang Tahun yang Ke-58 Ibu Iriana Jokowi!”

(eh)