Tenggelam dalam Pesona Waduk Riam Kanan

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Waduk Riam Kanan adalah salah satu ikon wisata Kalimantan Selatan, yang juga menjadi salah satu destinasi wisata disana. Kita bisa mengeliling waduk dan singgah di pulau-pulau kecil yang ada di dalamnya seperti pulau Pinus, pulau Bekantan, dan pulau Rusa, dengan menyewa perahu. Ada satu spot khusus, untuk bisa memandang keindahan 3 pulau tersebut. Namanya Bukit Batas. Melihat panorama kecantikan Waduk Riam Kanan beserta ketiga pulau tersebut, sering disebut-sebut sebagai raja ampat dari Kalimantan Selatan. Yah, dari atas Bukit Batas inilah, yang berada di area atas wisata danau riam kanan, kamu dapat memandang pulau-pulau kecil yang bertebaran di dalam danau. Mirip seperti di Pantai Raja Ampat, Papua.

Seru lho, merekam keindahan ini ke dalam satu frame unik lalu upload ke media sosial, memviralkan ‘raja ampat-nya Kalimantan Selatan. Jangan lupa gunakan XL atau Axis yang jaringan internetnya stabil. Dengan jaringan internet XL Axiata yang telah terfiberisasi, membuat segala informasi yang disampaikan lancar. Click disini untuk memastikan jaringan daerahmu sudah terjangkau XL Axiata 4.5G.

Kalau malas menyeberang pulau, bisa juga sekedar memancing ikan seharian di atas perahu atau di tepian danau di dekat pelabuhan Tiwingan. Namun gak ada penginapan di sekitar pelabuhan Tiwingan kecuali membuka tenda di pulau-pulau kecil tersebut. Jadi sebaiknya bagi yang sekedar ingin menikmati indahnya danau bisa berangkat pagi hari dan pulang siang atau sore hari.

Kalau sekedar jalan-jalan dan nangkring di sekitar pelabuhan tak butuh waktu lama, cukup 1-2 jam saja. Namun bagi yang ingin berkeliling waduk, bisa memakan waktu seharian kecuali menginap. Sebaiknya membawa kendaraan sendiri, atau menyewa kendaraan karena sulitnya angkutan umum menuju ke Desa Aranio ini. Waduk Riam Kanan, selain berfungsi sebagai irigasi dan sumber air untuk PLTA, danau ini juga dijadikan sebagai lokasi tujuan wisata. Di danau yang dikelilingi perbukitan ini, pengunjung bisa berenang, memancing dan berlayar mengelilingi danau.

Cuacanya sendiri tidak seperti daerah lain sejenis yang rata-rata dingin, di sini cukup panas karena memang posisinya berada di dataran rendah. Jadi tidak perlu membawa jaket atau pakaian tebal karena hawanya seperti di pantai. Lebih baik memakai sun block untuk menghindari sengatan matahari di siang hari bolong apalagi di musim kemarau.

Perencanaan pembangunan waduk Riam Kanan mulai dirancang sekitar tahun 1958-1959 oleh Gubernur Kalimantan Selatan kala itu, Gusti Pangeran Mohammad Noor, untuk memenuhi kebutuhan listrik yang selama itu dipasok oleh PLTD. Karena kebutuhan semakin meningkat, maka diperlukan pembangkit yang lebih besar dan hanya dapat dipenuhi dengan membangun waduk.

Waduk tersebut membendung 8 sungai yang mengalir dari pegunungan Meratus. Pembangunan fisiknya baru dimulai pada tahun 1963 dan butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menyelesaikannya, sebelum diresmikan oleh presiden Soeharto tahun 1973. Lokasinya berada di Desa Aranio, sekitar 25 kilometer dari Banjarbaru atau 60 kilometer dari Banjarmasin.

Dari Banjarmasin butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk mencapai tepian waduk di Pelabuhan Tiwingan, yang merupakan titik kumpul perahu untuk menuju pulau-pulau kecil di tengah waduk, atau menyeberang menuju daratan di sebelah timur dan utaranya. Sebelum tiba di Tiwingan tak jauh dari pelabuhan, terdapat kantor pembangkit listrik PLTA Riam Kanan yang sekarang dinamai PLTA Gusti Muhammad Noor.

Banjarmasin sendiri bukanlah daerah wisata, tapi lebih banyak orang bepergian karena urusan bisnis. Oleh karena itu buat yang sedang bertugas atau ada urusan bisnis di Banjarmasin, bila ada waktu luang dan bosan melihat-lihat batu permata di Martapura, mampirlah sejenak ke tepian waduk untuk sekedar hangout melepas stress. Lokasinya cukup tenang, gak terlalu ramai dan masih tradisional, pas untuk yang sedang mencari ketenangan dan dimanjakan dengan panorama alam nan indah ini. #JaringanInternetStabil #Fiberisasi