10 Aturan DKI saat PPKM Level 3 yang Berlaku hingga 13 September, Mall dan Resto Diizinkan sampai Pukul 21.00 untuk Bioskop?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang PPKM Level 3 selama 7 hari ke depan, sejak tanggal 7 hingga 13 September 2021. Mall dan Resto Diizinkan sampai Pukul 21.00 untuk Bioskop dan Perkantoran Bagaimana? Ini rinciannya.
Umi kalsum founder dan ceo media pvk grup,BERITA PEMPROV DKI JAKARTA,GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,INTIP ATURAN DKI TERBARU SAAT PPKM LEVEL 3 YANG BERLAKU HINGGA 13 SEPTEMBER,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan / Foto:: Istimewa

PariwisataIndonesia.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama tujuh hari ke depan, sejak tanggal 7 hingga 13 September 2021.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1072 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Tingkat 3 Corona Virus Disease 2019 serta tindak lanjut dari pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

“Kita semua pasti sudah bosan dengan situasi pandemi ini. Namun, ikhtiar tetap harus kita lakukan dengan menjaga menjaga diri, meski kasus COVID-19 di Jakarta sudah meningkat turun,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/9/2021).

Anies juga mengajak seluruh warga DKI agar melakukan vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah provinsi (Pemprov DKI di sejumlah titik.

“Meski sudah divaksin, tetap patuhi protokol kesehatan, tetap waspada dan jangan lengah. Kita pasti bisa melewati masa pandemi ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Dalam Kepgub ini, waktu operasional Mall hingga restoran dan kafe dilonggarkan hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50 persen.

Tercantum dalam Kepgub 1072/2021, bahwa selama masa PPKM Level 3, setiap orang yang melakukan aktivitas pada tiap-tiap sektor atau tempat harus sudah divaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama, tetapi vaksinasi yang utama adalah dosis lengkap yakni hingga 2 dosis.

Kecuali bagi penduduk yang masih dalam masa tenggang tiga bulan pasca terkonfirmasi COVID-19 dengan bukti hasil laboratorium, penduduk yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter, dan anak-anak usia kurang dari 12 tahun.

Bagi masyarakat yang telah divaksin, dapat bukti bukti status divaksin pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI), sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh PeduliLindungi.id, dan/atau bukti vaksinasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang telah divaksin.

Sementara untuk penerapan kesehatan COVID-19 dan penegakan sanksinya dalam kepgub ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

Adapun jenis pemberlakuan peraturan yang diterapkan dalam penambahan PPKM Level 3 sebagai berikut:

1. Kegiatan pada tempat kerja/perkantoran

– Sektor non-esensial:
Work From Home (WFH) sebesar 100%

– Sektor esensial:

a. Keuangan dan perbankan hanya mencakup asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan;

– Untuk huruf (a) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 25% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

b. Pasar modal yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara baik;

c. Teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat;

d. Perhotelan non-penanganan jadwal; dan

– Untuk huruf (b) sampai dengan huruf (d) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

e. Industri orientasi ekspor dan penunjangnya di mana perusahaan harus menunjukkan bukti dokumen pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Perindustrian.

– Untuk huruf (e):

(a) hanya dapat beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 50% staf hanya di fasilitas produksi/pabrik;
(b) 10% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional,
(c) dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan;
(d) menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk pengaturan masuk dan pulang; dan
(e) makan karyawan tidak bersamaan.

– Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya: mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;

– Sektor kritis:
a. kesehatan
b. keamanan
c. penanganan bencana
d. energi
e. logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat
f. makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan
g. pupuk dan petrokimia
h. semen dan bahan bangunan;
i. objek vital nasional
j. proyek strategi nasional
k. konstruksi (infrastruktur publik)
l. utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah)

1. Untuk huruf (a) dan huruf (b) dapat beroperasi 100% staf tanpa ada perkembangan dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

2. Untuk huruf (c) sampai dengan huruf (l) dapat beroperasi 100% staf maksimal, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% staf;

3. Perusahaan yang termasuk dalam sektor pada huruf (d), (e), (f), (g), (h), (k), (l) wajib untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi guna melakukan penyaringan terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan dan wilayah administrasi perkantoran; dan

4. Perusahaan yang termasuk dalam kategori sektor sesuai huruf (c) wajib mendapatkan rekomendasi dari kementerian pembina sektornya, sebelum dapat memperoleh akses untuk menggunakan Peduli Lindungi.

2. Kegiatan Belajar Mengajar

– Satuan Pendidikan :

Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021 , Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19)

Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% kecuali untuk:

1. SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas; dan

2. PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

3. Kegiatan pada Sektor Kebutuhan Sehari-hari

a. Supermarket, pasar tradisional, pasar rakyat, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari:

– Jam operasional sampai pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%, dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, khusus pasar induk dapat beroperasi sesuai jam operasional; dan

– Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi mulai tanggal 14 September 2021.

b. Apotek dan toko obat: Dapat buka selama 24 jam, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

C. Pasar rakyat yang menjual non-kebutuhan sehari-hari: Dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasional dibatasi sampai pukul 17.00 WIB, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

D. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lain-lain yang sama: penerapan buka dan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat .

4. Makan/Minum di Tempat Umum

(a) Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan Kegiatan lainnya: memilih buka dan menerima makan di tempat (dine-in) sampai maksimal pukul 21.00 WIB dengan pengunjung makan 50% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

(b) Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada di gedung/toko tertutup baik yang berada di lokasi tersendiri: Akan dilakukan uji coba dengan mengikuti protokol kesehatan, dan daftar perusahaan yang mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan pengaturan sebagai berikut:

1. Dapat menerima makan di tempat (dine-in) dengan jam operasional sampai pukul 21.00 WIB dan kapasitas maksimal 50% satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 60 menit dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah diatur oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kesehatan;

2. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai; dan

3. Daftar perusahaan akan mengikuti uji coba yang ditentukan oleh Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

C. Restoran/rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka

– meninggalkan buka:

a. Dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB
b. Dengan kapasitas maksimal 50%
c. Satu meja maksimal dua orang
d. Waktu makan maksimal 60 menit dan
e. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan penyaringan terhadap semua pengunjung dan pegawai.

5. Kegiatan pada Pusat Perbelanjaan/Mall/Pusat Perdagangan

– Pusat Perbelanja/mall/pusat perdagangan:

a. Kapasitas maksimal 50% dan jam operasional sampai pukul 21.00 WIB dengan memperhatikan ketentuan dalam angka (3) huruf ( a) dan angka (4) huruf (b) dan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan
b. Wajib untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan penyaringan terhadap semua pengunjung dan pegawai pusat pusat/mal/pusat perdagangan terkait
c. Restoran/rumah makan, kafe di pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50% satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 60 menit
d. Penduduk dengan usia di bawah 12 tahun dilarang memasuki pusat kota/mall/pusat perdagangan
e. Bioskop, tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.

6. Kegiatan Konstruksi

– Tempat konstruksi untuk infrastruktur publik): Beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.
– Tempat konstruksi non-infrastruktur untuk publik: beroperasi maksimal 30 orang dengan menerapkan kesehatan secara lebih ketat.

7. Kegiatan Peribadatan

– Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat-tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah): Dapat mengadakan kegiatan peribadatan berjamaah selama masa PPKM Level 3 (tiga) dengan maksimal 50% kapasitas atau 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.

8. Kegiatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan

– Fasilitas pelayanan kesehatan: Beroperasi 100%, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

9. Kegiatan pada Area Publik dan Tempat Lainnya yang Dapat Menimbulkan Kerumunan Massa

– Fasilitas Umum, area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya: Ditutup sementara

– Tempat wisata tertentu:

1. Mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kesehatan;
2. Jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB;
3. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai;
4. Anak dengan usia di bawah dua belas tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini; dan
5. Daftar tempat wisata yang mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

– Tempat Resepsi pernikahan: Dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak boleh mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat

– Lokasi seni, budaya, sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kegiatan: Ditutup sementara.

– Sarana Olahraga:

1. Kegiatan olahraga pada ruangan tertutup, kegiatan olahraga yang dilakukan pada acara dan pertandingan olahraga ditutup;

2. Khusus untuk sarana olahraga di ruang terbuka dapat beroperasi dengan ketentuan:

(a) Jam operasional sampai pukul 21.00 WIB, tanpa penonton dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
(b) Melakukan pada ruang terbuka (outdoor) baik secara individu atau kelompok kecil maksimal empat orang, tidak melibatkan kontak fisik dengan orang lain dan tidak secara rutin memerlukan interaksi individu dalam jarak dekat dapat diterapkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat;
(c) Fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dengan jumlah orang 50% dari kapasitas maksimal;
(d) Masker harus digunakan selama melakukan aktivitas olahraga, kecuali untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, seperti renang. untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, maka masker hanya dapat dilepas saat pelaksanaan aktivitas olahraga;
(e) Pengecekan suhu dilakukan kepada setiap orang yang masuk dalam fasilitas olahraga;
(f) Restoran/rumah makan dan kafe di dalam fasilitas olahraga yang diizinkan menerima makan di tempat (dine-in) dengan kapasitas maksimal 25% dan waktu makan maksimal 60 menit;
(g) Fasilitas penunjang seperti loker, ruang VIP, dan tempat mandi tidak boleh digunakan kecuali untuk akses toilet;
(h) Pengguna fasilitas olahraga tidak boleh mengizinkan sebelum maupun sebelum aktivitas olahraga dan menjaga jarak;
(i) Skrining untuk pengunjung pada fasilitas olahraga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi; dan
(j) Fasilitas olahraga yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa penutupan sementara.

10. Kegiatan pada Moda Transportasi

– Kendaraan Umum, Angkutan Massal, Taksi (Konvensional dan Online) dan Kendaraan Sewa/Rental: Maksimal penumpang 50% dari kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
– Ojek (Online dan Pangkalan): Penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. (B3b3n)