Budi Setiyadi: Memungkinkan Lakukan Lockdown, Tapi ?

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Hari ini, Pemerintah memutuskan akan berlaku lockdown atau karantina total. Rapat hari ini memastikan bilamana  Jabodetabek diberlakukan Lockdown maka langkah dan SOP dibahas mendalam secara teknis. Seperti disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi selaku Plt Menteri Perhubungan. Ia memaparkan pemerintah sedang membuka kemungkinan diberlakukannya lockdown atau karantina total. Lokasi yang dimaksud Budi adalah kawasan DKI Jakarta serta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Menyusul banyaknya tuntutan masyarakat dan IDI untuk segerakan melakukan intruksi Lockdown. Merebaknya wabah virus korona dengan jumlah positif terinfeksi yang terus bertambah setiap harinya, Budi menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan skema sekaligus skenario yang akan diberlakukan. Saat lockdown, Jakarta dipastikan menutup akses baik itu untuk masuk dan keluar Jakarta.

Diharapkan menurut Budi, pihaknya mendapatkan keputusan dari rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hari ini.

“Besok ada rapat, di rapat itu kita harapkan, saya merekomendasikan dalam rapat itu kalau bisa Jakarta, Jabodetabek itu sudah di karantina. Tapi tergantung rapat dengan Pak Menko Maritim,” kata Budi.

“Tapi kami sudah siapkan skemanya saja, kalau rapat besok sudah tidak boleh keluar, protokolnya seperti itu,” jawabnya lagi.

Sementara keputusan untuk pembatasan akses keluar dan masuk di Jakarta merupakan langkah lanjutan yang dilakukan pemerintah menghadapi Lebaran, menyusul keinginan masyarakat yang melakukan mudik ke kampung halaman.

Dirjen Hubdat, Budi memberikan penjelasan sudah berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk kepada Korlantas Polri dan Polda Metro Jaya. Langkah skenario yang paling terbaiknya dan tepat, hari ini harus dipastikan mendapatkan keputusan bersama. Secara diskusi dan simulasi, sudah dilakukan bersama pihak kepolisian dan dinas perhubungan. Baik itu kalau sebagian atau semua wilayah sekaligus, titik-titik aksesnya dilakukan penutupan.

Penjelasan Budi, yang utama saat ini dibutuhkan adalah memastikan keselematan masyarakat luas sekaligus mempersempit penyebaran virus korona.

“Itu yang utama, kalau memperdebatkan masalah ekonomi terus nggak akan ketemu,” katanya lagi

Kemenhub juga sudah melaporkan kepada Pemerintah bahwa adanya informasi akan adanya masyarakat yang akan melakukan mudik, meski pemerintah sudah mengimbau tidak melaksanakan mudik.

Laporan ini disampaikan Budi, data Dirjen Hubdat, tingginya mereka yang melakukan mudik. Mereka maju dari jadwal. Data jumlah penumpang di beberapa terminal, terhitung sejak tanggal 20 sampai 22 Maret 2020. Angkanya meningkat. Data ini juga menjelaskan pekerja di sektor informal mempercepat untuk pulang ke kampung halaman masing-masing karena sulitnya keuangan, roda ekonomi melambat dampak Covid-19.

“Ini terjadi mudik sebelum waktunya karena memang terjadi penurunan kegiatan di Jakarta. Sekarang kan kita ada penurunan dari berbagai aspek kegiatan ekonomi. Sehingga pekerja dari sektor informal, yang kita amati dari tanggal 20-22, ada beberapa terminal tipe A yang mengalami lonjakan penumpang yang datang dari Jabodetabek,” ungkap Budi.