A Rasjid dan A Bakrie Adu Kuat Berebut Kursi Ketua Kadin, Begini Pandangan Ekonom

Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,ANINDYA BAKRIE,ARSJAD RASJID,EKONOM UNIVERSITAS INDONESIA (UI) SEKALIGUS DIREKTUR EKSEKUTIF NEXT POLICY FITHRA FAISAL HASTIADI,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,JELANG PEMILIHAN KETUA UMUM KADIN INDONESIA PERIODE 2021-2026,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie adu kuat berebut kursi Ketum Kadin Indonesia / Ilustrasi: kompilasi foto

PariwisataIndonesia.id – Jelang pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menghadirkan dua kandidat bertarung sengit, yaitu Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie. Acaranya tinggal menghitung hari dan mulai hangat diperbincangkan.

Dalam proses tersebut adalah penentuan siapa yang dianggap pantas didapuk menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia Periode 2021-2026, diputuskan melalui Munas VIII Kadin dihelat di Kendari pada 30 Juni nanti.

Namun, siapapun yang terpilih. Baik itu, anak tertua dari Keluarga Aburizal Bakrie maupun anak dari Purnawirawan TNI AD H.M.N. Rasjid berdarah Palembang dikatakan memiliki kapasitas “Beti” (beda-beda tipis), sama-sama bagusnya dalam membawa perdagangan dan perindustri RI menuju pemulihan.

Mengomentari hal itu, menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI) sekaligus Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi mengatakan siapapun di antara keduanya yang memenangkan kontestasi politik di Kadin tidak akan banyak mengubah wajah organisasi tersebut.

“Sebab, keduanya orang lama. Jadi, kesinambungan organisasi akan tetap terjaga. Apalagi, selama ini Kadin sudah lumayan solid,” ujar Fithra, pada Minggu (20/6).

Ekonom Indonesia ini sangat mengharapkan, Kadin di bawah kepemimpinan ketua baru nantinya diharapkan bisa memerhatikan baik sektor dagang dan industri yang paling terdampak maupun yang justru meraup cuan di tengah pandemi COVID-19.

Mengawali pandangannya, menjelaskan bahwa sektor yang saat ini tidak terdampak COVID-19 dan tengah mengalami pertumbuhan positif antara lain kesehatan dan telekomunikasi.

Terkait hal tersebut, ia sangat menaruh harapan besar kepada ketua yang terpilih, kedua sektor tersebut diharapkan dapat terus didorong semakin melesat pesat.

Namun, untuk sektor yang terdampak parah seperti pariwisata, sambungnya, perlu mendapatkan perhatian khusus, sembari berkolaborasi dengan pemerintah di mana ketua yang nantinya memimpin bisa mempertemukan aspirasi anggota di berbagai sektor dengan pemerintah.

“Dengan demikian, ke depan Kadin bisa membawa seluruh pelaku usaha di seluruh sektor industri secara bersama-sama sehingga tidak ada yang tertinggal dalam proses pemulihan,” terangnya.

Kemudian Fithra juga mengatakan ke depan Kadin dapat berkontribusi lebih dalam memulihkan perekonomian nasional dengan membantu pemerintah mempercepat program vaksinasi nasional.

Hal itu mengingat, kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air dalam beberapa hari terakhir. Selanjutnya, Kadin perlu untuk menggandeng sektor-sektor terdampak, terutama ritel.

Untuk mendukung hal dimaksud, menurutnya, Kadin dinilai perlu menyiapkan strategi pivotal dengan memanfaatkan platform digital untuk mempertahankan daya usaha pelaku dagang dalam negeri.

Berikutnya, sosok yang nantinya menjadi ketua umum organisasi dagang tersebut mesti mampu menyinergikan perusahaan dari segala segmen, baik usaha yang berskala besar maupun UMKM.

“Untungnya, kedua sosok sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi permalasalanhan ekonomi dan mengayomi pelaku usaha,” ujarnya.