BNI Mencatat Sejarah Baru di Indonesia! Bank Pertama Terbitkan AT-1 Bond Senilai Rp8,6 Triliun

Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI): Graha BNI Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1. Jakarta Pusat 10220 (Foto: istockphoto.com)

Jakarta, PariwisataIndonesia.ID – Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Novita Widya Anggraini menyampaikan bahwa BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 sebesar 600 juta dolar AS atau sekitar Rp8,6 triliun sebagai penguatan modal.

Dalam keterangan resminya menjelaskan, surat berharga yang dilepas dengan suku bunga 4,3 persen per tahun tersebut merujuk pada ketentuan Regulation S (”Reg S”), berdasarkan US Securities Act, dan didaftarkan di Singapore Stock Exchange.

Menurutnya, ”Kami melihat peluang pengembangan sangat terbuka, sementara modal masih terbatas. Oleh karena itu, kami melakukan penguatan modal,” kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dikutip dari siaran persnya di Jakarta, pada Senin (4/10).

Selain itu, sambungnya, aksi korporasi tersebut merupakan langkah Perseroan untuk memanfaatkan peluang yang masih sangat terbuka, termasuk melakukan ekspansi bisnis.

“Penguatan modal juga dimaksudkan untuk menambah bantalan dalam memitigasi risiko usaha yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19,” sambung Novita.

Terkait aksi korporasi tersebut, lanjut Novita juga telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang selanjutnya hal itu untuk menopang kebijakan strategis memitigasi risiko usaha yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian dampak dari pandemi Covid-19.

Sejalan dengan hal itu, Novita yang lahir pada 1976 mengungkapkan, rangkaian rencana penerbitan tersebut, pada tanggal 16 September 2021, BNI telah menyelesaikan roadshow dan pricing AT-1 Capital Securities.

Lalu, selama proses bookbuilding (penawaran awal), BNI menerima kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga melebihi 1,8 miliar dolar AS dari rencana penerbitan 600 juta dolar AS.

Ia menambahkan, melalui penerbitan instrumen tersebut, BNI mencatat sejarah baru sebagai bank pertama di Tanah Air yang sukses menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier 1 dan ditawarkan kepada investor publik asing.

Kemudian, dana hasil penerbitan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 akan diperuntukkan untuk keperluan penguatan modal, meningkatkan pembiayaan, pendanaan umum Perseroan dan memperkuat komposisi struktur dana jangka panjang.

Di akhir keterangannya, juga menjelaskan fitur dalam Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 merupakan instrumen utang yang memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan (perpetual non-cumulative subordinated debt).

”Penguatan modal ini merupakan langkah kami untuk melompat dan bergerak lebih cepat. Dalam kondisi normal, pemenuhan modal seperti ini hanya dapat dipenuhi pada tahun 2025. Kami akan menjadi bank pertama di Indonesia yang melakukannya,” tutur Novita. (eh)