Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Artikel Pariwisata Terbaru, Pariwisata 2022, Pariwisata Terkini dari pandemi ke endemi, Tren Pariwisata Indonesia Terkini, Pariwisata Indonesia Mulai Berseri, Editorial Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia Mulai Bangkit Kembali, pariwisata saat sekarang, perkembangan pariwisata Indonesia saat ini dan ke depan, kementerian yang menaungi pariwisata di Indonesia, jumlah wisatawan mancanegara meningkat, pulihnya pariwisata Indonesia, Kondisi Pariwisata Indonesia, perkembangan pariwisata indonesia terbaru, pariwisata Indonesia hari ini, Pariwisata Indonesia Diramalkan Mulai Berseri, Jumlah Kunjungan Wisman ke RI Meroket Tajam Kenaikannya Nyaris 500 Persen, Kunjungan Wisman ke Indonesia Meroket Hampir 500 Persen, Kunjungan Wisman ke Indonesia Meroket Hampir 500 Persen di April 2022, Pariwisata Kembali Bergeliat, Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Naik Tajam, Situasi Pariwisata Indonesia di 2022, Pariwisata Indonesia Saat Sekarang, Tren Pariwisata Indonesia Mulai Menunjukkan Kenaikan, Media PVK Group, PT Prima Visi Kreasindo, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group, Kunjungan Wisatawan Mancanegara melalui pintu masuk kedatangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali mulai terjadi peningkatan kunjungan, Penanganan Pandemi COVID 19 Membaik Pariwisata Indonesia Jadi Ikut Cerah
Ilustrasi gambar: Kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk kedatangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. (Foto: Media PI/ Dok. Xinhua)

BPS: Penanganan Pandemi COVID-19 Membaik, Pariwisata Indonesia Jadi Ikut Cerah pada April 2022

PariwisataIndonesia.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono menyampaikan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama pada April 2022, sebanyak 111,06 ribu kunjungan.

“Angka ini tertinggi sejak awal pandemi. Ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata sudah mulai pulih,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Baca juga :  Pariwisata Indonesia di Masa Pandemi

Menurutnya, kenaikannya nyaris 500 persen, persisnya 499,01 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada April 2021. Sambungnya, angka ini tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020.

“Ini dampaknya signifikan pada peningkatan wisman pada April 2022. Dan kalau dilihat pertumbuhannya month-to-month signifikan. Naiknya 172,27 persen. Bahkan kalau dibandingkan April 2021, naiknya hampir 500 persen,” terangnya.

Ia menambahkan, kenaikan yang signifikan itu sudah tentu mengisyaratkan pulihnya sektor Pariwisata Indonesia seiring dengan membaiknya penanganan pandemi di ranah domestik dan internasional.

Menyoroti kebijakan pemerintah soal penerapan pemberian bebas visa—khususnya ke 43 negara, termasuk upaya pemerintah yang mulai melonggarkan aktivitas masyarakat, dia menilai, hal tersebut juga berdampak cukup besar terhadap Pariwisata Indonesia.

Sementara itu, jika dilihat dari awal tahun, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 185,44 ribu kunjungan. Jumlah itu juga naik signifikan hingga 350,09 persen dibandingkan dengan periode sama 2021.

“Mudah-mudahan geliat wisman terus meningkat, karena kita tahu pariwisata ini memberikan multiplier effect yang besar bagi Indonesia. Jadi, kalau pariwisata membaik, harapannya bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” ujarnya.

Tingkat hunian hotel

Lebih lanjut, Margo mengatakan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2022 mencapai 34,23 persen, turun tipis 0,40 poin dibandingkan dengan TPK April 2021.

Kemudian, TPK hotel klasifikasi nonbintang pada April 2022 tercatat 17,40 persen, turun 0,59 poin dibandingkan dengan TPK April 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK nonbintangp pada April 2022 turun 4,66 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama April 2022 mencapai 1,62 hari, turun 0,10 poin dibandingkan April 2021.

Di akhir keterangannya ia juga menegaskan, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, maka rata-rata lama menginap selama April 2022 tidak menunjukkan adanya perbedaan. (Eny/eh)