“Meski memprihatinkan kondisi Bali saat ini, Instruksi Presiden pasti kita patuhi dan dijalani sebaik-baiknya,” tandasnya.
Ekspresi nahkoda Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang meraih anugerah Satya Lencana 30 Tahun berubah semangat dan lebih berapi-api lagi ketika ditanyakan, harapannya dalam membangkitkan pariwisata di ‘Pulau Seribu Pura’.
“Setelah pelaksanaan PPKM Darurat 20 Juli nanti. Semestinya, Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali sudah betul-betul fokus untuk melangkah lebih maju kepada open border,” harapnya.
Menurutnya, Bali sangat siap untuk menerapkan hal tersebut, bahkan sudah menyiapkan langkah antisipatif menyambut kedatangan wisatawan mancanegara.
Putu meyakinkan berikut ini:
- Skenario Standar Operasional Prosedur (SOP) saat pendaratan wisatawan mancanegara sejak tiba di Bandara Ngurah Rai Bali sampai mereka menuju di tiga daerah green zone, yaitu Ubud, Sanur, dan Nusa Dua,
- Sertifikasi Cleanliness (Kebersihan)-Health (Kesehatan)-Safety (Keamanan)-Environment (Ramah lingkungan) disingkat CHSE,
- Fasilitas penunjang kesehatan; Penerapan disiplin protokol kesehatan (Prokes) secara ketat dan penegakan hukumnya.
Putu, juga mengatakan, “implementasinya tersebut, benar-benar sudah sesuai. Kita juga menerapkan hal lain yang menyertainya dengan serius dan sungguh-sungguh,” paparnya.
Tak cuma itu saja, ia pun memberikan paparan, bahwa Bali sudah 70% masyarakatnya di vaksinasi Covid-19.
“Sesuai imbauan Menteri Kesehatan, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19, dan sejalan dengan World Health Organization (WHO) yang mensyaratkan untuk mencapai herd immunity setidak-tidaknya 70% dari jumlah penduduk sudah divaksinasi Covid-19,” terangnya.
Pemprov Bali, dalam hal ini, Dinas Pariwisata Bali memberikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah mendukung hal tersebut.
“Kami bersyukur dukungan dari masyarakat Bali secara aktif dan pelaku pariwisata di Bali yang saling bahu-membahu, bergotong royong untuk menjadi bagian dari kita semua dalam upaya menciptakan Bali sehat di kunjungi, Bali aman dan nyaman untuk di kunjungi,” kata Putu Astawa.
Menelisik data yang ia sampaikan, menyebutkan jumlah penduduk di Bali sebanyak 4,3 juta orang. Lalu, katanya, sistem penghitungan yang disyaratkan untuk bisa mencapai herd immunity, yakni setidak-tidaknya 70% dari jumlah penduduk sudah divaksinasi Covid-19, sehingga Pemprov Bali menargetkan hal tersebut sebanyak 3 juta orang.
“Di Bali sebanyak 2,6 juta orang sudah divaksinasi atau prosentasenya 86% sudah divaksin Covid-19. Angka prosentase tersebut disandarkan dari jumlah yang disasar Pemprov Bali sebanyak 3 juta orang,” bebernya.
Setelah menyimak pemaparan vaksinasi Covid-19 tersebut, redaksi juga menyampaikan bahwa Kepala Negara tengah memfinalisasi rencana penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.
Apa upaya Kadispar Bali dalam mendukung Instruksi Presiden Jokowi tersebut?
Jawab Putu Astawa, “Untuk pariwisata di Bali bisa mendapatkan kepercayaan. Pastikan penyelenggaraan manajemen Covid-19, menerapkannya dengan serius dan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Dia tidak menampik, pariwisata di Bali ‘tak berdaya’ tapi tak ada pilihan lain, “mari dukung imbauan Pemerintah dengan menerapkan Prokes secara ketat dan disiplin,” imbau Kadispar Bali, I Putu Astawa.
Sebelum wawancara berakhir, ia menegaskan sikapnya yang mendukung upaya Pemerintah sejalan dengan pelaksanaan PPKM Darurat. Semoga, katanya, bisa memutus mata rantai virus Covid-19 sehingga pandemic ini dapat ditekan dan tidak semakin meluas. (eh)





































Leave a Reply