Jokowi Tegaskan Empat Hal, Ini Pernyataan Presiden kepada Ketum Parpol Koalisi Pemerintah

umi kalsum founder dan ceo media pvk grup,BERITA KEMENSETNEG,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,KETUA UMUM PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,KETUM PAN ZULKIFLI HASAN,KETUM PARTAI GERINDRA PRABOWO SUBIANTO,KETUM PARTAI GOLKAR AIRLANGGA HARTARTO,KETUM PARTAI NASDEM SURYA PALOH,KETUM PKB MUHAIMIN ISKANDAR,KETUM PPP SUHARSO MONOARFA,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Ketum Partai NasDem, Surya Paloh hadir dalam Pertemuan Parpol Koalisi tingkat Pimpinan Tinggi Partai / Ilustrasi foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

PariwisataIndonesia.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah Pimpinan Partai Politik (Parpol) Koalisi di Istana Negara, Jakarta. Hal itu, terungkap melalui siaran video yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, pada Sabtu (28/8).

Jokowi menyebut bahwa perkembangan kasus harian Covid-19 masih belum bisa diduga. Meskipun demikian, Presiden bersyukur saat ini angka konfirmasi positif Covid-19 harian sudah menunjukkan tren penurunan, terutama jika dibandingkan dengan angka pada saat Indonesia mengalami lonjakan.

Baca juga :  Ingatkan Masyarakat, Megawati: Vaksin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Presiden menegaskan empat hal dalam pertemuan dengan Parpol Koalisi di tingkat Pimpinan Tertinggi Partai. Simak pernyataannya!

Pertama, penanganan Covid-19

“Perkembangan kasus harian Covid-19 ini memang betul-betul sulit diduga, tapi Alhamdulilah pada hari ini, 24 Agustus kemarin (jumlah positif) 19 ribu dari 56 ribu. Ini saya kira proses belajar juga yang kita lakukan,” sambutan Kepala Negara, seperti dikutip di kanal Youtube Sekretariat Presiden, siang tadi.

Baca juga :  Tak Perlu Hiraukan Suara yang Memperkeruh Keadaan, Prabowo Ucap Itu ke Presiden Jokowi

Redaksi mencatat, Presiden ke-7 Republik Indonesia jujur menyampaikan isi hatinya, dan mengakui bahwa mengatasi pandemi Covid-19 cukup kompleks.

Di sisi lain, Jokowi tampak seperti ingin memperoleh masukan, dan mencari role model untuk pemulihan dan perkembangan Covid-19 dari banyak Negara. Sebelum diputuskan metode mana yang paling tepat guna diterapkan di Indonesia.

“Mengenai keterisian tempat tidur di rumah sakit, di Mei, kita pernah mencapai 29 persen kemudian melompat di Juli sampai hampir 80 persen. Pada hari ini kita sudah turunkan lagi menjadi 30 persen, Alhamdulillah. Ini juga patut kita syukuri. Semua bekerja, TNI, polri, kementerian, BUMN, pemerintah daerah semuanya,” sambung mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Periode 2012-2014, menambahkan.

Selanjutnya, Dia menerangkan rata-rata angka kesembuhan di Indonesia di atas kisaran dunia, yaitu 89,97 persen. Sementara, rata-rata dunia sendiri berada pada angka 89,5 persen.

“Yang masih belum kita bisa selesaikan, ini saya selalu saya sampaikan ke Menkes dan pemda agar angka kasus kematian ini harus betul-betul ditekan terus,” desak Presiden, mengingatkan.

Sedangkan peringkat vaksinasi dari 220 negara, kata Jokowi, Indonesia di posisi yang tidak terlalu buruk.

“Peringkat kita tidak jelek-jelek amat sih. Kalau dihitung dari jumlah orang yang divaksin, sampai hari ini kita sudah nomor 4. India nomor 1, nomor 2 Amerika Serikat, nomor 3 Brazil, kita nomor 4, Indonesia. Kemudian kalau berdasarkan total suntikan, yang sudah disuntikkan 91,9 juta dosis. Kita kalah dengan Jerman, Jepang, Brazil, Amerika, China,” tandasnya.

Kedua, pemulihan ekonomi

Strategi Jokowi, memakai istilah “gas” dan “rem” berikut penjelasan Presiden.

“kalau kasusnya turun, ekonomi itu pasti naik, kalau kasusnya naik, ekonominya pasti turun, sudah rumusnya itu. Mencari ekuilibrium, mencari keseimbangan, disitulah yang paling sulit. Disesuaikan dengan keadaan lapangan yang juga medan di Indonesia tidak mudah karena berpulau-pulau dan untuk distribusi vaksin saja, distribusi obat-obatan saja memerlukan waktu yang tidak sedikit,” curhatnya.

Kepala Negara kerap menyampaikan hasil kerjanya dalam berbagai kesempatan, tak terkecuali di forum tersebut. Dalam paparannya, beragam indikator dijelaskan menggunakan data statistik. Pimpinan Partai yang diundang ke Istana “termangut-mangut” dan mengapresiasi langkah Jokowi tersebut.

Ini sejumlah prestasi yang disampaikan Jokowi, sebagai berikut: Ekonomi Kuartal Pertama Tahun 2021, semula minus 0.7, Kuartal Kedua terjadi pelonjakan; Inflasi di Indonesia masih relatif terkendali (asumsi berdasarkan data pembanding dari negara-negara lain, red).

Berikutnya, ekspor barang “lainnya” meningkat, terlebih ekspor di bidang pertanian; Lalu, konsumsi masyarakat dan investasi mulai membaik; Kemudian, indeks kepercayaan publik terhadap Pemerintah juga semakin menguat.

Dalam keterangannya, Jokowi menilai, kebijakan pemerintah mendapat respons positif. Namun, tetap perlu diwaspadai. Pasalnya, kata Presiden, kondisi sekarang, sulit dikalkulasi.

Ketiga, strategi ekonomi negara Indonesia

“Sejak awal, memang ingin membawa dari ketergantungan, (growth) pertumbuhan ekonomi yang selalu bergantung kepada konsumsi. Utamanya konsumsi masyarakat, memang kita akan transformasikan kepada sektor produksi,” pungkasnya.

Presiden berpendapat, industri nikel, bauksit, tembaga hingga kelapa sawit (crude palm oil/ CPO) akan menjadi strategi besar ekonomi Indonesia ke depannya, termasuk porang.

Keempat, sistem pemerintahan Indonesia

“Bagaimana yang kerja di lapangan sangat-sangat kesulitan. Bagaimana merespons kecepatan disrupsi yang ada sekarang ini, kan sangat sulit,” geramnya.

Jokowi tidak menampik, sistem pemerintahan saat ini, kerap direspons lambat. Presiden meyakinkan, untuk bertahan di era disrupsi kuncinya adalah “kecepatan” dan dirinya mengingatkan kepada jajarannya untuk hal tersebut.

“Negara sebesar apapun, sekaya apapun kalah dengan namanya negara yang memiliki kecepatan, terutama dalam kecepatan memutuskan,” tegas Jokowi.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Kebijakan Jokowi sudah diamini oleh Parpol Pendukung Pemerintah yang hadir di Istana Negara siang tadi, tapi semakin banyak lagi yang memberikan dukungan dan berpartisipasi itu lebih baik, sehingga kebijakan dalam penanganan Covid-19 dan upayanya dalam mengendalikan perekonomian nasional bisa berjalan sesuai harapan.

Rambut boleh sama hitam, tetapi pikiran dan dalamnya hati manusia siapa yang bisa menduga. (ss/nur)