Pariwisata Indonesia

Menag Yaqut Amini Pemerintah Setujui Candi Prambanan dan Borobudur Buat Aktivitas Keagaaman

Menag Yaqut mengapresiasi Pemerintah yang setujui Candi Prambanan dan Borobudur dimanfaatkan buat berbagai aktivitas keagamaan.

Menag Yaqut mengapresiasi Pemerintah yang setujui Candi Prambanan dan Borobudur dimanfaatkan buat berbagai aktivitas keagamaan.

“Candi Prambanan dan Candi Borobudur ini memang secara nyata memiliki kelebihan luar biasa. Baik dalam hal nilai spiritual, kebudayaan, dan keindahan alamnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan, pengembangan dan pemanfaatan destinasi religi “Candi Prambanan dan Candi Borobudur” secara integratif dan inklusif harus dimaknai sebagai salah satu aspek penting dalam program pelestarian candi sebagai cagar budaya, peninggalan luhur nenek moyang bangsa Indonesia yang sealigus menjadi warisan dunia.

Dia bersyukur, Candi Prambanan dan Borobudur sudah bisa dimanfaatkan untuk giat keagamaan umat Hindu dan Buddha dunia. Menurutnya, hal ini memang sudah ditunggu lama oleh umat Hindu dan Buddha.

Selain menunjukkan bagaimana Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa, hal ini juga menunjukkan Indonesia menghargai segala keragaman, termasuk keragaman keyakinan.

“Pemanfaatan ini juga sebagai salah satu bentuk implememtasi moderasi beragama dan tekad pemerintah memberikan jaminan kepada umat beragama dalam menjalankan ibadahnya,” ujarnya.

Usai penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut, maka umat Hindu dan Buddha dapat menggelar dan mengikuti ritual peribadatan keagamaan di kedua candi tersebut. Tak hanya itu, Nota Kesepakatan juga mengatur dimanfaatkannya dua candi lain, yakni Candi Mendut dan Candi Pawon.

Di kesempatan yang sama, Gubernur DIY dalam sambutannya menyematkan pesan Presiden Jokowi menyoroti “Dharmasanti Nasional 2021”, bahwa Candi Prambanan (tempat ibadah umat Hindu) yang dibangun bersebelahan dengan Candi Sewu (tempat ibadah umat Buddha), menunjukkan bahwa hidup berdampingan sudah terjadi sejak masa lalu.

Menurutnya, ini menunjukkan Bhineka Tungga Ika sudah terwujud sejak masa lampau. Hidup berdampingan antar umat beragama menjadi wujud Bhineka Tunggal Ika diaktualisasikan sebagai semangat dan strategi integrasi bangsa.

“Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Nota Kesepakatan yang kita tandatangani hari ini menjadi semangat terwujudnya moderasi beragama, kohesi sosial, dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” kata dia.

Sri Sultan menambahkan, pemanfaatan Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon untuk tujuan kepentingan keagamaan akan berfokus pada nilai-nilai spiritual pendidikan dari situs tersebut.

Sehingga ketika masyarakat berkunjung, tidak hanya melihat keindahan candi, tapi juga menyaksikan kegiatan peribadatan umat Hindu dan Buddha.

Sejumlah peringatan hari besar keagamaan Hindu dan Buddha rencananya akan digelar di tempat itu sepanjang tahun 2022 ini.

Di Candi Prambanan misalnya, akan digelar Pekan Nyepi Nasional di bulan Maret-April 2022. Begitu juga peringatan Hari Galungan dan Kuningan. Sementara di Candi Borobudur akan digelar Hari Tri Suci Waisak Nasional pada bulan Mei 2022. (Ben)