Menteri Wishnutama Luncurkan Program ‘We Love Bali’

Langkah masif ini, bukti keseriusan Kemenparekraf dalam mendorong pariwisata Bali bertumbuh dan kembali bangkit. Pelaksanaan protokol kesehatan berkonsep program kampanye 'We Love Bali' memberikan citra positif yang baik untuk sektor pariwisata bukan hanya di Bali tapi juga Indonesia di mata internasional.
Menteri Wishnutama Kusubandio, wihnutama, Agustini Rahayu, Berita Kemenparekraf, Kampanye WE LOVE BALI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Media PVK, pariwisata bali, Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum Founder Media PVK, Menteri Wishnutama Luncurkan Program 'We Love Bali'

PariwisataIndonesia.id – Dalam rilis tertulis yang dibagikan Agustini Rahayu selaku Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada, Rabu(14/10), menjelaskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan program ‘We Love Bali’ sebagai bentuk edukasi sekaligus kampanye peningkatan kualitas penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat di Bali.

“Sebagai upaya bersama untuk memulihkan pariwisata di Bali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan para stakeholder menggelar sebuah program yang kita sebut We Love Bali,”  tutur Menteri Wishnutama Kusubandio.

Mengkampanyekan program ‘We Love Bali’ dengan melibatkan unsur masyarakat di Bali, diharapkan semua pihak untuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Gerakan simbolis bertujuan mempromosikan Bali, berkonsep aktivitas kampanye dengan memadukan marketing kreatif untuk meningkatkan ‘safety awareness’ dan tercipta kebiasaan baru dalam berwisata, langkah positif Kemenparekraf ini dapat memberikan edukasi bagi pelaku usaha di Bali dan juga wisatawan.

Langkah masif ini, bukti keseriusan Kemenparekraf dalam mendorong pariwisata Bali bertumbuh dan kembali bangkit. Pelaksanaan protokol kesehatan berkonsep program kampanye ‘We Love Bali’ memberikan citra positif yang baik untuk sektor pariwisata bukan hanya di Bali tapi juga Indonesia di mata internasional.

Kampanye program ‘We Love Bali’ yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf bersama Pemerintah Provinsi Bali, juga dihadiri pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terdapat 12 program perjalanan (famtrip) yang masing-masing rencananya berlangsung selama tiga hari dua malam ke berbagai destinasi di Bali.

Program famtrip tahap pertama sebelumnya telah dijalankan beberapa waktu lalu ke destinasi di Denpasar, Lovina, dan Kintamani. Secara keseluruhan program ini akan melibatkan 409 pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, 8.421 tenaga kerja, serta 4.800 peserta dari kalangan masyarakat yang berasal dari Provinsi Bali.

“Saya harapkan semua stakeholder dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan, penuh rasa kepedulian. Rasa kepedulian terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan yang paling penting terhadap sektor pariwisata. Dengan rasa kepedulian yang tinggi dalam melaksanakan kesehatan saya yakin sektor pariwisata akan segera bangkit kembali,” sebut Menteri menambahkan.

Dalam keterangan rilis resmi Kemenparekraf juga disebutkan, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, di kesempatan yang sama mengapresiasi dukungan yang besar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dengan berbagai program yang menunjang terciptanya kualitas penerapan protokol kesehatan.

Melalui kegiatan ini masyarakat dapat melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan di destinasi atau hotel-hotel tempat mereka menginap dan diharapkan dapat melakukan transaksi di destinasi wisata itu, sehingga dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan diharapkan dapat tercipta atau terbangunnya kepercayaan masyarakat terhadap pariwisata di Bali, dan juga terhadap pasar. Pasar juga akan terbangun kepercayaanya terhadap penerapan protokol kesehatan di Bali,” sebut Tjokorda Oka.

Menutup rilisnya, Pemerintah menyiapkan dan segera menyalurkan dana hibah sektor pariwisata sebesar Rp3,3 Triliun bagi pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah.

Gelontoran dana dengan jumlah yang fantastis memang fenomena luar biasa. Akan tetapi, seberapa mampu Menteri Wishnutama beserta jajarannya memanfaatkan gelontoran dana itu untuk program-program yang tepat sasaran?

Semua akan sangat tergantung kepada Kemenparekraf selaku stakeholder. Jika program tidak jelas dan secara teknis tidak diawasi dengan baik, dana bisa saja terbuang tak produktif, sehingga itikad baik pemerintah pusat yang hendak memajukan pariwisata di seluruh negeri ini, cuma ibarat memukul angin.

Berita lengkapnya dapat dibaca dalam situs resmi www.kemenparekraf.go.id, dan instagram Menteri Wishnutama Kusubandio @wishnutama, berikut instagram dari peserta yang tergabung dalam kampanye program ‘We Love Bali’ silakan untuk follow akun@sifa_uljannah dan @ayulaksmibali.