“Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan program yang kesekian dari rangkaian program yang telah dilaksanakan dalam persiapan pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional,” katanya, seperti dilansir dari media online Antaranews.com wilayah Bali, pada Jumat (3/9) lalu.
Untuk itu, pihaknya dalam mencegah penularan Covid-19 dan membangun kekebalan komunitas di sektor pariwisata sudah melaksanakan hal tersebut.
Sementara itu, saat diwawancarai media online Antaranews wilayah Bali, ia menyoroti penerapan Prokes di semua usaha pariwisata dan verifikasi CHSE atau Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), Environment (Ramah Lingkungan) di tempat-tempat wisata.
Mengutip dari situs “plat merah”, Putu menyampaikan hal-hal berikut ini.
Pertama, fasilitas pariwisata di Bali sudah mengantongi sertifikat sebanyak 1.137 CHSE.
Kedua, sudah melaksanakan implementasi CHSE di usaha-usaha pariwisata sesuai arahan dan panduan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Ketiga, sudah melaksanakan simulasi di Bandara Ngurah Rai termasuk membentuk kawasan Zona Hijau.
Keempat, sudah pula, menyiapkan SOP penanganan turis mancanegara.
Untuk menguatkan pemberitaan tersebut, redaksi Media Pariwisata Indonesia juga ikut mewawancarainya, dan Kadispar Bali membenarkan hal itu, bahwa ia sempat diwawancara oleh wartawan Antara. Namun, Putu ingin menggarisbawahi lewat pesan tertulisnya, bahwa semua elemen mesti bergerak secara bersama-sama untuk Bali ini pulih dan bangkit kembali.
Disebutkannya, Pemerintah Provinsi Bali tak menemukan kendala sedikitpun, bahkan mendapat dukungan penuh dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata, dan Satuan Tugas Covid-19 Bali, juga dibantu bersama TNI-POLRI dalam penerapan di lapangan agar bisa berjalan semestinya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaksana di lapangan, khususnya Tim Task Force Vaksinasi karena telah bekerja dengan maksimal,” tambahnya.
Atas usaha yang gigih dan tekad kuat, serta didukung oleh semua pihak, kata Putu Astawa, pelaksanaan vaksinasi Dinas Pariwisata Provinsi Bali mendapat sanjungan dari Presiden Jokowi, dan Mendagri Tito karena pelaksanaannya dinilai sangat rapi, tertib dan sesuai dengan Prokes.
“Sistem vaksinasi yang telah dilaksanakan dari Februari 2021 ini juga akan diadopsi oleh pemerintah pusat untuk diterapkan di tempat-tempat lain di Indonesia,” sebutnya.
Secara terpisah, Ketua Task Force Vaksinasi/Ketua Indonesian Hotel General Manager Association, Agus Ketut Yoga Iswara menerangkan, Bali telah merancang sistem vaksinasi untuk tenaga kerja pariwisata.
Dari penjelasan Agus, diperoleh informasi, aplikasinya tersebut bernama “dispardabali-vaksin.com” dan platform digital ini mampu untuk memonitor, seperti jumlah tenaga kerja yang akan divaksin, dan statusnya bekerja di sektor pariwisata.
Menurutnya, pendaftar untuk divaksin dan yang sudah divaksinasi Covid-19, datanya cocok. Jumlah mereka itu sebanyak 90.150 orang.
Di akhir keterangannya, Yoga mengucapkan terima kasih kepada hotel-hotel yang telah bersedia sebagai sponsor dalam pelaksanaan vaksinasi ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada hotel Harris Sunset Road, Hotel Prama Sanur, Hotel Dynasty Kuta, Hotel Four Point Ungasan, Telaga Singa Gianyar, Trans Mal Studio, Double U Seminyak, The Stone Kuta dan terakhir The Quest Hotel Denpasar,” ucap Yoga, terima kasih. (eh)





































Leave a Reply