Pariwisata di Bali 100% Sudah Divaksin Covid-19 & Kantongi 1.137 CHSE! “Safari Sandi” Wontenmriki Mas, Pak Jokowi Piye Iki Piye

Kadispar Provinsi Bali I Putu Astawa mengabarkan, Pulau Dewata telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kerja bidang pariwisata sudah 100 persen. Mas Menparekraf Sandiaga Uno, PPKM Bali piye iki piye... Penasaran beritanya? Klik ulasannya di sini.
Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,Pariwisata Bali,Media PVK Group,APA ITU GERING AGUNG,BALI DINOBATKAN DESTINASI DUNIA TERFAVORIT VERSI MEDIA PVK GROUP TAHUN 2020,BERITA PRESIDEN JOKOWI,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KEPALA DINAS PARIWISATA BALI I PUTU ASTAWA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,BALI DINOBATKAN DESTINASI DUNIA TERFAVORIT VERSI MEDIA PVK GROUP TAHUN 2020,BERITA DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI,I PUTUT ASTAWA,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KADISPAR BALI PUTU ASTAWA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA BALI,PARIWISATA INDONESIA,PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) DARURAT,PPKM DARURAT,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,berita Presiden Jokowi
Kadispar Bali I Putu Astawa / Foto Website Pariwisata Indonesia.

PariwisataIndonesia.ID – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali I Putu Astawa mengabarkan, Pulau Dewata telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kerja bidang pariwisata Bali, itu sudah 100 persen.

“Dari 90.000-an yang mendaftar melalui link kami, sudah dipanggil dan telah divaksin semua. Closing dilakukan di hari jumat kemarin,” kata Kadispar Provinsi Bali, Putu Astawa, lewat pesan tertulis kepada redaksi PariwisataIndonesia.ID, Minggu, 5 September 2021.

Redaksi mencatat, Pulau Seribu Pura terpaksa tarik rem, karena mengikuti anjuran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan arahan dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal tersebut, terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di wilayah Jawa-Bali. Cukup menohok, karena dinobatkan “Level 4” dan diperpanjang sampai 6 September 2021. Maka aktivitas masyarakat dan bisnis di Bali, walhasil terkunci.

Selain itu, redaksi juga meyakini, rem cakram (disc brake) yang diputuskan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Bali sejalan dengan pertimbangan yang penuh cermat seperti disampaikan oleh Menko Perekonomian dan Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto; Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mendagri Tito Karnavian, Menparekraf/Kabarekraf Sandiaga Uno, termasuk hasil laporan dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19/Kepala BNPB Ganip Warsito.

Dalam pernyataannya kepada redaksi PariwisataIndonesia.ID, Kadispar Bali Putu menegaskan, hal itu untuk membangun rasa percaya diri semua pihak. Dia menilai, percepatan vaksinasi menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk menanggulangi lonjakan kasus yang saat ini sedang terjadi.

Kemudian, Putu menambahkan, meski sudah melaksanakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) dan mematuhi kebijakan pemerintah seperti PPKM masih tidak lengkap, apabila aktivitas vaksinasi tidak berjalan dengan baik.

“Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan program yang kesekian dari rangkaian program yang telah dilaksanakan dalam persiapan pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional,” katanya, seperti dilansir dari media online Antaranews.com wilayah Bali, pada Jumat (3/9) lalu.

Untuk itu, pihaknya dalam mencegah penularan Covid-19 dan membangun kekebalan komunitas di sektor pariwisata sudah melaksanakan hal tersebut.

Saat diwawancarai media online Antaranews wilayah Bali, ia menyoroti salah satu program dari Menparekraf Sandiaga tentang penerapan Prokes di semua usaha pariwisata dan verifikasi CHSE atau Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), Environment (Ramah Lingkungan) di tempat-tempat wisata.

Mengutip dari situs “Plat Merah” paling ngetop di Indonesia (Perum LKBN Antara), Putu menyampaikan paparannya, antara lain:

Pertama, fasilitas pariwisata di Bali sudah mengantongi sertifikat sebanyak 1.137 CHSE.

Kedua, sudah melaksanakan implementasi CHSE di usaha-usaha pariwisata sesuai arahan dan panduan Kemenparekraf.

Ketiga, sudah melaksanakan simulasi di Bandara Ngurah Rai termasuk membentuk kawasan Zona Hijau.

Keempat, sudah pula, menyiapkan SOP penanganan turis mancanegara.

Untuk menguatkan pemberitaan tersebut, redaksi melakukan konfirmasi kebenaraan beritanya. Pernyataan itu, memang diakuinya. Namun, Putu ingin menggarisbawahi lewat pesan tertulisnya, bahwa semua elemen bergerak secara bersama-sama.

Disebutkannya, Pemerintah Provinsi Bali tak menemukan kendala sedikitpun, selain mendapatkan dukungan penuh dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata, dan Satuan Tugas Covid-19 Bali, juga dibantu bersama TNI-POLRI dalam penerapan di lapangan agar bisa berjalan semestinya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaksana di lapangan, khususnya Tim Task Force Vaksinasi karena telah bekerja dengan maksimal,” tambahnya.

Atas usaha yang gigih dan tekad kuat, serta didukung oleh semua pihak, kata Putu Astawa, pelaksanaan vaksinasi Dinas Pariwisata Provinsi Bali mendapat sanjungan dari Presiden Jokowi, dan Mendagri Tito karena pelaksanaannya dinilai sangat rapi, tertib dan sesuai dengan Prokes.

“Sistem vaksinasi yang telah dilaksanakan dari Februari 2021 ini juga akan diadopsi oleh pemerintah pusat untuk diterapkan di tempat-tempat lain di Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Task Force Vaksinasi/Ketua Indonesian Hotel General Manager Association, Agus Ketut Yoga Iswara menerangkan, Bali telah merancang sistem vaksinasi untuk tenaga kerja pariwisata.

Dari penjelasan Agus, diperoleh informasi, aplikasinya tersebut bernama “dispardabali-vaksin.com” dan platform digital ini mampu untuk memonitor, seperti jumlah tenaga kerja yang akan divaksin, dan statusnya bekerja di sektor pariwisata.

Menurutnya, pendaftar untuk divaksin dan yang sudah divaksinasi Covid-19, datanya cocok. Jumlah mereka itu sebanyak 90.150 orang.

Di akhir keterangannya, Yoga mengucapkan terima kasih kepada hotel-hotel yang telah bersedia sebagai sponsor dalam pelaksanaan vaksinasi ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada hotel Harris Sunset Road, Hotel Prama Sanur, Hotel Dynasty Kuta, Hotel Four Point Ungasan, Telaga Singa Gianyar, Trans Mal Studio, Double U Seminyak, The Stone Kuta dan terakhir The Quest Hotel Denpasar,” ucapnya, terima kasih. (Eh/Ss)