Peluncuran BLU Expo 2021 di Istora Senayan Jakarta Dihadiri Wamen Angela Tanoesoedibjo

PARIWISATA INDONESIA, BERITA PARIWISATA INDONESIA, MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA, SITUS MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020, UMI KALSUM FOUNDER PVK GRUP DAN CEO MEDIA PVK GRUP,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA, WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, Pemilik Omah Budoyo Jogja Warwick Purser, Menteri Pariwisata Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Menteri Pariwisata Indonesia ANGELA HERLIANI TANOESOEDIBJO, DESTINASI SUPER PRIORITAS, Menteri Sri Mulyani Indrawati, Peluncuran BLU Expo 2021 di Istora Senayan Jakarta
Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat peluncuran BLU Expo 2021 di Istora Senayan Jakarta, pada Selasa (16/11) / Ilustrasi foto kompilasi-Sumber: Dok.Kemenparekraf

PariwisataIndonesia.ID – Plt. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi menyampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo menghadiri peluncuran Badan Layanan Umum (BLU) Expo 2021 di Istora Senayan Jakarta, pada Selasa (16/11).

Redaksi Media Pariwisata Indonesia mencatat, kegiatan tersebut dilangsungkan sejak 16-18 November 2021, mengusung tema “BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi” yang digelar secara daring dan luring (hybrid), dan tercipta berkat inisiasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Cecep, pada Rabu (17//11), menerangkan bahwa BLU bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi di Tanah Air.

Selain itu, melalui BLU diharapkan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional (PEN) di masa adaptasi kebiasaan baru. Untuk itu, kehadiran BLU sebagai agen pemerintah sangat diperlukan.

Mengutip dari keterangannya, pihaknya menjelaskan terbentuknya BLU berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang “Perbendaharaan Negara”, dan meyakinkan bahwa peran BLU ikut memberikan koridor baru bagi instansi Pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya sudah tentu memiliki dampak positif bagi masyarakat. Sebab, dapat menerapkan pola keuangan lebih fleksibel.

Selanjutnya, program-program BLU itu, menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas yang diistilahkan menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum (satker BLU).

Saat sekarang, BLU telah berjumlah 252 yang meliputi jenis layanan di bidang kesehatan 107 BLU, pendidikan 106 BLU, pengelola dana 10 BLU, kawasan lima BLU, dan penyedia barang/jasa lainnya 23 BLU.

Di keterangan tertulisnya, juga melaporkan lima BLU pengelola kawasan telah sukses mengembangkan kawasan ekonomi untuk kemudahan berusaha, dan mengelola daerah pariwisata, serta layanan khusus yang sekaligus mengoptimalisasi aset negara. Termasuk, mendukung infrastruktur.

× Hubungi kami