Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020, Wishnutama Sampaikan Soal Ini

"Saya berharap, Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 ini menjadi ruang untuk memulai dan menguatkan koordinasi serta kolaborasi dari semua unsur Pentahelix,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio. Dalam sambutannya di acara Rakornas yang berlangsung sejak kemarin dan dijadwalkan digelar dua hari di Bali, juga mengajak akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, serta media agar turut bersama-sama membangun kembali sektor ini supaya bangkit dan pulih akibat pandemik COVID-19. Simak beritanya.
Pariwisata-Indonesia, Berita-Pariwisata-Indonesia, Artikel Pariwisata-Indonesia, Media-PVK-Group, PT-Prima-Visi-Kreasindo, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif-Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wishnutama Kusubandio menyebut Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 menjadi ruang untuk memulai dan menguatkan koordinasi serta kolaborasi dari semua unsur Pentahelix, UMI KALSUM FOUNDER PVK GRUP DAN MEDIA PVK GRUP, Media PVK Group, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan komitmennya dalam setiap program dari Kementerian Perhubungan telah terbukti turut memberikan dampak terhadap dunia pariwisata, siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Wishnutama Kusubandio saat membuka Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 yang berlangsung sejak 26 -27 November 2020 yang digelar secara hybrid di Nusa Dua, Bali. (Foto: Media PI/ Dok. Ist)

PariwisataIndonesia.id – Dalam siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.

Menyampaikan tentang kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 yang dalam agendanya membahas amplifikasi kebijakan, program, serta langkah reaktivasi dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat membuka kegiatan Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis (26/11/2020) di Westin Resort, Nusa Dua, Bali.

Ia mengatakan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap kepariwisataan nasional. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan penyesuaian dalam mempercepat pemulihan.

“Itulah sebabnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia fokus dalam melaksanakan program Sertifikasi CHSE gratis bagi sektor pariwisata di 34 provinsi sebagai standarisasi baru untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia,” kata Wishnutama, dalam keterangan tertulis, Jakarta (27/11/2020).

Pelaksanaan Rakornas digelar secara hybrid, yang dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pariwisata-Indonesia, Berita-Pariwisata-Indonesia, Artikel Pariwisata-Indonesia, Media-PVK-Group, PT-Prima-Visi-Kreasindo, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif-Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wishnutama Kusubandio menyebut Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 menjadi ruang untuk memulai dan menguatkan koordinasi serta kolaborasi dari semua unsur Pentahelix, UMI KALSUM FOUNDER PVK GRUP DAN MEDIA PVK GRUP, Media PVK Group, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan komitmennya dalam setiap program dari Kementerian Perhubungan telah terbukti turut memberikan dampak terhadap dunia pariwisata, siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berbicara secara daring di Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020, menyampaikan komitmennya dalam setiap program dari Kementerian Perhubungan telah terbukti turut memberikan dampak terhadap dunia pariwisata. (Foto: Media PI/ Dok. Ist)

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Wahyudi Hidayat, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br. Simanungkalit, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan sejumlah pemimpin daerah.

Wishnutama juga menyampaikan, pandemi ini jadi momentum yang tepat untuk membuat pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi lebih baik dengan melakukan restrategy.

Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk mengubah pola pikir pariwisata ke depan, mulai bertransformasi dengan menekankan pada quality tourism atau pariwisata yang berkualitas.

Dia mengaku, dari perubahan itu tentu akan memiliki banyak konsekuensi, dan demi mewujudkan semua ini, perlu ada kesamaan visi, sinergi semua stakeholders pariwisata ekonomi kreatif, kerja keras, dan pemahaman yang komprehensif.

Di antaranya, seperti membangun konektivitas yang dapat memudahkan akses ke setiap destinasi serta membangun infrastruktur yang berkualitas dan berjangka panjang guna menunjang ekonomi kreatif, juga menyediakan pengalaman yang unik di setiap destinasi.

“Salah satu syarat dasar dalam membangun ‘quality tourism’, yaitu infrastruktur, tapi tidak berhenti di infrastruktur saja, namun konektivitas, aviasi juga pemasaran,” terangnya.

Pemikiran Wishnutama yang disampaikan dalam Rakornas ini juga menyinggung hal-hal yang mesti dicermati, antara lain pariwisata ke depan harus mampu menciptakan keunikan di setiap destinasinya.

Kemudian, kebudayaannya juga harus dipertahankan dan diperkuat, sehingga wisatawan yang datang harus bisa merasakan budaya yang beragam.

Tidak kalah penting, kata Wishnutama, agar pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan mampu bersaing dan bertumbuh kembang menjadi besar, kemajuan teknologi big data untuk mempelajari tren dan behaviour wisatawan jadi bagian yang tak terpisahkan, sehingga dapat menyesuaikan strategi, daya tarik, dan pemasaran.

“Sehingga dampak dari quality tourism ini akan luar biasa, membuat wisatawan menjadi lebih betah tinggal di destinasi, membuat lama tinggal lebih lama, dan spending lebih banyak. Masyarakat akan betul-betul merasakan dampak ekonomi yang tinggi,” paparnya.

Selain itu, multiplier effect dari Quality Tourism ini adalah terbukanya lapangan kerja yang lebih banyak.

Dengan demikian, lanjutnya, mesti dibarengi pula dengan menyiapkan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang bukan hanya lebih banyak, tapi kemampuannya juga berkualitas, termasuk dari segi creativity and hospitality.

Sejalan dengan hal tersebut, ia juga memastikan, kementerian yang dipimpinnya juga fokus dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, malah katanya, kelak akan jauh lebih komprehensif ke depannya.

Wishnutama berharap agar pelaku ekonomi kreatif bisa menguasai pasar, harus mampu memenuhi kebutuhan atas kemasan yang representatif, pemasaran yang tepat, akses permodalan, keuangan yang efektif, payment system.

Hal lain yang ia soroti dalam Rakornas ini, pihaknya juga menyoroti soal hak kekayaan intelektual, badan hukum, hingga manajemen. Menurutnya, hak kekayaan intelektual dinilai akan bisa mengembangkan nilai tambah dari produk kreatif jadi berlipat ganda.

“Saya berharap, Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 ini menjadi ruang untuk memulai dan menguatkan koordinasi serta kolaborasi dari semua unsur Pentahelix. Jadi, akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, serta media bisa saling berkolaborasi untuk kembali membangun sektor ini,” harapnya.

Pemulihan Ekonomi Melalui Pariwisata

Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 juga menghadirkan sejumlah Kementerian/Lembaga yang menyampaikan rencana program dukungan terhadap sektor pariwisata dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang hadir secara daring mengatakan, pariwisata merupakan sektor yang menjadi lokomotif dalam pemulihan ekonomi nasional.

Sehingga diperlukan kombinasi dan sinergi antara peran pemerintah pusat dan daerah dalam alokasi anggaran melalui belanja K/L, belanja BUMN, belanja swasta, dan belanja pemerintah daerah untuk pariwisata.

Pada 2020, untuk 5 destinasi super prioritas disiapkan anggaran total sebesar Rp9,4 triliun yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga. Khusus untuk 2020, dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga disiapkan program stimulus pariwisata.

“Kita berharap ini benar-benar bisa digunakan untuk memberi insentif dalam kegiatan pariwisata,” kata Suahasil Nazara.

Sementara untuk 2021, anggaran dari berbagai kementerian/lembaga yang sifatnya untuk belanja K/L mencapai Rp10 triliun, belanja non K/L sebesar hampir Rp1 triliun dan transfer ke daerah dan dana desar sekitar Rp4 triliun.

“Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan lompatan yang baik mengenai arah kebijakan untuk membuat pariwisata. Bukan hanya sekadar mempersiapkan infrastruktur, melainkan alokasi anggaran untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyampaikan komitmennya dalam setiap program dari Kementerian Perhubungan, ia menilai telah terbukti turut memberikan dampak terhadap dunia pariwisata.

“Terbukti dengan investasi yang kita lakukan di lima Bali Baru. Kita bangun pelabuhan dan juga memperbaiki bandara. Bahkan tidak terbatas pada pembangunan, tapi juga konektivitas antara kota dengan obyek wisata, antara bandara dengan kota dan ini kita lakukan bersama,” kata Menhub Budi Karya.

Kementerian Perhubungan juga akan terus meningkatkan penerbangan dan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan membuat superhub yang akan memudahkan wisatawan terbang langsung menuju destinasi wisata di Indonesia.

“Kementerian Perhubungan juga terus melakukan kampanye safe travel guna meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan dalam menggunakan sarana transportasi,” pungkasnya. (Ayu)